
"Apa yang terjadi?!"
Setelah terkena ledakan udara dingin yang begitu dahsyat Jun Hei terpental beberapa meter membentur pohon, membuka mata ia terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya, tempat yang Jun Hei lihat begitu berbeda dengan hutan yang ia lihat sebelumnya.
Sejauh mata memandang Jun Hei hanya melihat benda putih dan bongkahan es yang menenggelamkan segalanya, hanya awan putih yang menerbangkan salju yang tidak ada batasnya. Suhu menjadi lebih rendah, sangat rendah.
Baik musuh atau rekan tidak dapat ia lihat karena tertutupi es dan salju yang begitu pekat, beberapa saat setelahnya muncul dari tanah bersalju sebuah bola yang tercipta dari tulang yang disatukan, selayaknya bunga yang mekar bola tulang itu terbuka memperlihatkan Liiu Xingsheng yang memakai topeng tulang yang hampir hancur, kepalanya mengalami pendarahan hebat.
Memuntahkan sesuap darah, ekspresi pemuda itu menjadi gelap lalu melirik ke arah sekitar seperti sedang mewaspadai sesuatu, mengeluarkan empat tulang tajam dari tangannya ia bersiap bertarung.
Jun Hei mengaktifkan kekuatan vision miliknya, ekspresi terkejut langsung terukir jelas diwajahnya, "Di - Dia datang!"
Duar!
Pemuda berambut putih dengan mata vertikal bewarna emas muncul dari gundukan es yang besar, dihiasi kuku panjang di tangan dan di kaki, gigi taring yang keluar dari sosoknya lebih menyerupai perubahan Demonic Cultivator, pemuda itu adalah Nang In.
Kaibo muncul dari belakang Nang In dengan kedua tangan yang menyemburkan racun bewarna ungu, mengenai wajah Nang In membuat wajah pemuda itu melepuh seakan terkena benda panas.
"HAHAHA RASAKAN ITU! SETELAH INI KAU PASTI AKA-"
Crep!
Tangan Nang In mencekik leher Kaibo hingga susah untuk bernafas, ekspresi Kaibo menjadi stagnan ketika melihat setengah wajah Nang In yang terkena racun perlahan terobati dengan sendirinya, tidak hanya itu sepasang mata yang haus darah menatapnya membuat bayangan kematian muncul di kepalanya!
Crack!
Suara leher yang remuk terdengar, Nang In membuang Kaibo yang sudah tidak bernyawa selayaknya membuang sampah. Dengan ekspresi ganasnya ia melirik ke arah sekitar, pandangannya terarah pada Liiu Xingsheng.
Menekan salju dibawahnya, Nang In langsung menghilang dari tempatnya kemudian muncul di depan Liiu Xingsheng sambil mengarahkan cakar padanya.
__ADS_1
Crack!
Topeng tulang yang melindungi wajah Liiu Xingsheng hancur, pemuda itu menepis namun terpental beberapa meter ke belakang membentur pohon, Nang In kembali muncul di depannya mengayunkan cakar sederhana mengenai dadanya.
Liiu Xingsheng berteriak kesakitan bekas cakaran menempel di dadanya, Nang In hendak kembali mengayunkan cakarnya namun saat itu juga sebuah qi berbentuk kubik membentengi Liiu Xingsheng.
Slash!
Tiga bilah cakar melesat cepat namun tidak mengenai Liiu Xingsheng justru masuk ke dalam kubik qi yang mempunyai fungsi memindahkan sesuatu.
"Tuan Muda, tolong menjauh!"
Genjou muncul dengan wujud setengah laba - laba mengayunkan enam pedangnya, namun sebelum ujung pedang itu sampai, terpaan udara dingin menabrak Liiu Xingsheng dan dirinya hingga terpental puluhan meter.
Wush!
Badai es kembali berhembus kencang memutari Nang In sebagai pusatnya, segala sesuatu yang dekat dengannya terhempas atau berubah menjadi es.
"Tuan kenapa pemuda itu tiba - tiba mempunyai kekuatan sebesar ini, terlebih lagi bentuk tubuhnya seperti menggunakan Demon Magic?" Luoyu muncul di belakang Liiu Xingsheng yang terhempas.
"Tidak! itu bukan qi milik Demonic Cultivator, aura yang dikeluarkan pemuda itu sangat berbeda, firasatku mengatakan bahwa dia seorang Heaven Seal!"
"Heaven Seal!?" ucap Luoyu dan Genjou sambil terkejut
Liiu Xingsheng mengangguk dengan ekspresi serius, "Benar, seorang cultivator yang di dalam tubuhnya bernaung satu dari 7 Divine Beast, itulah Heaven Seal!"
"Jika benar tentu kita tidak mempunyai peluang untuk menang Tuan Muda!" ucap Luoyu dengan panik.
Liiu Xingsheng mengangguk, "Benar, nyawa kita prioritas utama, pencarian Syaoran dan menangkap pencuri itu bisa kita lakukan lain kesempatan"
__ADS_1
"Tetapi Tuan! meskipun dia seorang Heaven Seal sekalipun, bocah itu telah membunuh Kaibo dan pria tua di sana itu telah membunuh Taoran!" ekspresi Genjou berangsur-angsur lebih dingin, "Tidak peduli apa pun alasannya, aku akan membalaskan dendam kedua saudaraku!"
"Genjou jangan gegabah!" Luoyu berteriak marah.
"Jangan gegabah? dua saudaraku mati tepat di depan mataku, kau bilang jangan gegabah!" Genjou berteriak marah kepada Luoyu, "Apa kakak tidak merasakan marah ketika dua adik kakak terbunuh begitu saja, apa kakak tidak merasakan sakit? apa kakak tidak hancur? apa kakak hanya akan diam dan-
PLAK!
Luoyu menampar pipi Genjou, melihat ke arah kakak perempuannya yang seakan bisa menangis kapan saja membuat pria itu tertegun.
"Dasar bodoh! bukan hanya kau yang merasa sakit!", Luoyu memegang dadanya yang terasa sesak, "Aku juga sangat marah, sedih, hancur! aku merasa sangat sakit ketika kehilangan dua saudaraku, bagaimana pun aku adalah kakak tertua!"
"Tetapi jika kita gegabah, aku sangat takut jika aku akan kembali kehilangan satu adikku lagi!" Luoyu menatap Genjou dengan mata yang dipenuhi air mata, "Aku hanya ingin keselamatan adikku, aku hanya ingin kau selamat, setelah kita keluar dari situasi ini, kita harus berlatih keras agar menjadi kuat dan tidak akan merasakan kehilangan lagi!"
Melihat kakaknya yang biasanya berekspresi dingin menunjukkan kesedihannya, membuat Genjou menjadi luluh. Membuang muka, Genjou berkata pelan, "Baiklah jika itu keinginan kakak, aku akan menurutinya"
Menyeka air matanya, Luoyu tersenyum ceria, "Terima kasih"
Melihat keduanya sudah menyelesaikan permasalahannya, Liiu Xingsheng menghela nafas lalu fokus ke arah sosok Heaven Seal di depannya, sedari tadi Nang In hanya berdiri di tempat, badai es mengelilingi tubuhnya membentuk pusaran angin es raksasa.
"Sepertinya dia masih belum mampu mengendalikan kekuatannya dengan benar, ini bisa jadi kesempatan bagi kita untuk mundur, Luoyu segera siapka-" ucapan Liiu Xingsheng terhenti karena melihat Nang In melirik ke arahnya sembari menyeringai kejam.
Detik berikutnya pusaran dingin yang memutari Nang In berganti mengarah ke arah mereka, mengayunkan cakarnya, ratusan es raksasa berbentuk runcing tercipta melesat ke arah mereka dengan kecepatan yang abnormal.
Swosh!
"LUOYU SIAPKAN PORTAL!" Liiu Xingsheng berteriak ke arah Luoyu.
"Cubic Magic - Cubic Dimension!"
__ADS_1
Luoyu melakukan segel tangan dan melafalkan mantra, seketika qi berbentuk kubik tercipta lalu perlahan membesar membentuk ruang dimensi yang menghubungkan ke tempat lain.
Mereka langsung bergegas masuk ke dalam portal kubik namun bersamaan dengan itu ombak yang terbuat dari ratusan jarum es raksasa merata habiskan area sekitar hingga tak tersisa!