Road To Immortality

Road To Immortality
Mengerahkan Segalanya!


__ADS_3

Nang In turun dari satu bangunan ke bangunan yang paling dekat dengan Golem Hyena bermutasi, bersiap untuk pertarungan jarak dekat!


Menyadari mangsa baru yang mendekat, Golem Hyena hendak menghabisi terlebih dahulu mangsa di depannya yang sedang terluka, segera ia berlari ke arah gadis Cultivator yang sedang terluka.


"Tubuhku tidak bisa digerakkan!" Gadis Cultivator yang telah kehilangan banyak darah panik karena tidak bisa bergerak.


Swosh!


Sebelum mulut Golem Hyena mengenai Gadis Cultivator, udara dingin tiba - tiba berhembus, seketika Demonic Beast itu langsung berubah menjadi patung es.


"Apa yang terjadi?"


Gadis Cultivator terkejut, pandangannya terarah pada salah seorang pemuda yang menghampirinya dengan es di setengah tubuhnya.


"Jangan takut, aku berniat menolongmu"


Nang In langsung menggendong Gadis Cultivator yang masih terkejut dengan kedatangannya menjauh dari Golem Hyena yang masih membeku.


Beberapa detik setelahnya, terdengar suara retakan, Golem Hyena yang sebelumnya membeku kini dapat meloloskan diri.


Nang In membawa gadis itu ke tempat yang lebih aman, ia tidak membawa obat atau perban untuk merawat luka gadis itu, jadi ia menggunakan sedikit basic spirit es nya untuk menutup luka yang ada di kaki gadis itu.


"Terima kasih karena telah menolongku Tuan" gadis itu menunduk sebagai bentuk terima kasihnya, jika bukan karena pemuda di depannya ia pasti sudah menjadi santapan Demonic Beast tersebut.


"Bukan masalah, aku ingatkan jika kau sayang nyawa, maka jangan berani - berani membantuku" Nang In memperingati gadis di depannya agar tidak bertindak ceroboh.


Gadis itu mengangguk sembari mengepalkan tangannya, ekspresinya nampak kesal, andaikan ia lebih kuat mungkin tidak akan dianggap beban seperti ini. Setelah menutup luka gadis itu, Nang In menciptakan dua pedang dari es lalu berlari ke arah Golem Hyena yang menerjang ke arahnya.


Nang In menekan kaki kanannya, tembok es tercipta menghalangi serangan Golem Hyena, seketika tembok es hancur menjadi beberapa bagian, namun saat itu juga Nang In telah menghilang.


Mengandalkan insting dan penciumannya Golem Hyena menebak kemunculan Nang In dari arah samping, tetapi hal itu percuma karena Nang In berhasil menebas lebih dulu.


Swosh!Crack!


Meskipun berhasil menebas, tidak ada goresan yang tercipta bahkan pedang Nang In patah menjadi dua karena kulit Golem Hyena yang begitu keras. Golem Hyena itu terkekeh seakan mengejek karena serangan Nang In gagal lalu mengayunkan cakar kirinya.

__ADS_1


BANG!


Nang In yang menciptakan sebuah perisai es tetap terlempar belasan meter ke belakang, membuang perisai es yang telah hancur, ekspresinya menjadi lebih dingin dan waspada.


"Sudah ku duga ini akan menjadi pertarungan yang menyulitkan!" Nang In kembali menciptakan dua pedang es yang kokoh lalu berlari dengan cepat.


KLANG!


Pedang dan taring Golem Hyena berbenturan, ekspresi keduanya berubah, Nang In mengayunkan pedang di tangan kirinya, sementara Golem Hyena mengayunkan cakar kanannya.


BANG!


Nang In terpental beberapa meter membentur dinding, ketika terhempas ia sempat melempar kedua pedangnya, namun dihancurkan dengan mudah dengan taring tajam milik Demonic Beast tersebut.


Selain perbedaan ukuran, kekuatan keduanya sangat terlampau jauh, Nang In memuntahkan sesuap darah dari mulutnya, kepalanya dipenuhi darah. Gadis Cultivator yang berada tidak jauh dari Nang In ingin membantu tetapi sadar bahwa dirinya akan menjadi beban, jadi ia mengurungkan niatnya.


"Serangan setengah - setengah tidak akan berkesan, habisi dia dengan segenap kekuatan!" Nang In tidak menciptakan pedang dari es melainkan mengambil dari space ring miliknya, sebuah pedang putih dengan gagang berukiran naga muncul, ekspresinya tampak lebih serius.


Pedang yang Nang In pakai merupakan pedang yang dipakai Zhou Jin untuk mendapatkan gelar Sword King, pedang tersebut mempunyai nama White Blood Sword, salah satu spirit tool high - tier, kualitasnya tidak jauh beda dari Black Blood Bow milik Lin Yue.


"Saatnya babak kedua di mulai!" Nang In mengambil kuda - kuda lalu melesat dengan bongkahan es di telapak kakinya.


Melihat ke arah Nang In yang terluka, Golem Hyena meneteskan air liurnya, insting Demonic Beast itu nampak menjadi semakin liar karena memikirkan mangsa yang siap disantap itu.


"Ice Magic - Cold Mist"


Wush!


Nang In mengeluarkan kabut dingin dari mulutnya membuat area di sekitarnya tertutup. Golem Hyena yang begitu yakin dengan penciumannya menerobos masuk ke dalam kabut dingin.


Crack!


Jarum es raksasa muncul dari balik kabut dingin, Golem Hyena dengan sigap mengayunkan kedua cakarnya menghancurkan jarum es raksasa dengan mudah, di saat yang sama serangan tersebut hanyalah pengalihan, karena Nang In muncul dari samping kanan menebas dengan kecepatan yang tinggi.


Slash!

__ADS_1


Darah bewarna biru berceceran keluar, Nang In berhasil melukai kulit batu Golem Hyena meski tidak terlalu dalam. Setelah menebas, Nang In kembali menghilang di dalam kabut dingin.


"Grrrrr!!!"


Di dalam kabut, Golem Hyena menggeram kesal, Demonic Beast tersebut menyadari datangnya Nang In namun tidak sempat menyerang, karena bongkahan es yang tidak ada habisnya terus menyerangnya.


"Mencariku?"


Nang In muncul dari balik kabut dengan kecepatan yang tidak biasa, pedang di tangan kanannya dilapisi qi putih, Golem Hyena berusaha menggigit, tetapi pemuda itu meluncur untuk menghindar, melihat pergerakan kaki Golem Hyena Nang In tersenyum.


Slash!


Nang In menebas tepat di bagian sendi kaki kanannya, saat makhluk itu terkejut, Nang In mengincar sendi kaki kiri namun Demonic Beast tersebut menebak serangan Nang In lalu menggigit pedang pemuda tersebut.


"Grrrrrr!!!"


Golem Hyena menyeringai gila karena berhasil menahan serangan Nang In, pemuda itu juga menyeringai. Ia melepas pedang di tangan kanannya lalu menciptakan pedang es di tangan kiri, qi putih kembali menyelimuti lalu menancapkan pedangnya di leher makhluk itu.


"Roaar!"


Golem Hyena mengaum kesakitan lalu sebagai balasan menggigit bahu Nang In, seketika tubuh Nang In langsung mati rasa namun tangan kirinya menekan pedang yang menancap di leher makhluk buas tersebut, tidak mau kalah Golem Hyena menekan gigi taringnya di bahu Nang In.


"Jangan pikir kau sudah menang, binatang tengik!"


Crack!


Pedang di tangan kiri Nang In mengeluarkan es yang perlahan membekukan tubuh Golem Hyena, tidak hanya itu tangan kanannya meraih White Blood Sword yang terjatuh lalu ditusukkan di leher makhluk tersebut.


Tubuh Nang In terselimuti es dan qi putih sepenuhnya, dengan segenap kekuatan yang ia punya, Nang In terus menekan dan menebaskan pedang di tangan kanan dan kirinya secara bersamaan.


"MATI!!!"


Bruakh!


Seketika kepala Golem Hyena terpisah dari tubuhnya, sampai akhir pun ekspresi makhluk itu nampak tidak percaya di bunuh oleh makhluk hidup yang lebih lemah darinya. Sedangkan Nang In, pemuda itu langsung terjatuh tidak sadarkan diri dengan darah yang menggenang di tanah yang tertutupi es.

__ADS_1


__ADS_2