Road To Immortality

Road To Immortality
Bangkitnya Ruler Of Ice!


__ADS_3

"Di mana aku?"


Sejauh mata memandang, Nang In hanya melihat kegelapan tanpa batas, sunyi, sepi, tidak ada apa pun di sana selain warna hitam, pemuda itu seperti di tenggelamkan di lautan yang tak berdasar. Kesadaran Nang In tetap terjaga, ia mengingat momen di mana ia dikalahkan oleh Liiu Xingsheng, merasa kesal namun memang itu kenyataannya.


"Apa ini alam setelah kematian?" Nang In mengelus dagu, "Tapi situasi ini tidak begitu asing bagiku!"


Ditengah - tengah kebingungan itu tiba - tiba tubuhnya ditarik paksa ke bawah dan terhanyut oleh aliran air yang membawanya ke sebuah lorong yang disinari obor api berwarna biru, meski lorong itu dipenuhi air, namun api tersebut sama sekali tidak padam.


Nang In menahan nafas lalu terhanyut di dalam lorong, ia melihat ukiran yang tampak menceritakan kisah masa lalu, setelah beberapa saat, akhirnya ia sampai di sebuah pintu raksasa dengan ukiran kuno.


Ketika Nang In menyentuhnya, seketika pintu itu terbuka dan menyedotnya masuk. Nang In baru menyadari walaupun berada dalam air namun ia masih bisa bernafas.


Lagi - Lagi dia berada di dalam lautan kegelapan!


Setelah beberapa saat di dalam lautan kegelapan, tiba - tiba berkobar api biru yang begitu panas. Suasana menjadi lebih mencekam ketika kedalaman air berubah warna menjadi merah darah, gelembung - gelembung naik ke atas seakan berada di dalam air yang mendidih.


Tersorot api bewarna biru, hanya terpisah sejengkal jari di depan wajah Nang In terlihat pupil vertikal raksasa bewarna emas melotot ke arahnya, tubuh Nang In seketika membeku ketika melihat sosok itu.


"Tidak ku sangka Tua Bangka itu akan memilih bocah sembrono sepertimu!"


Suara dingin sedikit serak terdengar, spontan ia melayang mundur menjauhi sosok tersebut, air bewarna merah darah seakan lebih mendidih ketika Nang In melihat sosok yang digambarkan sebagai penguasa tanah barat tersebut.


Seekor harimau raksasa berbulu putih dengan dua taring tajam keluar dari mulutnya, tubuh kekar dengan loreng hitam yang menghiasi sedang menatapnya dengan tatapan bosan disebuah singgasana raksasa yang dihiasi dengan obor dan tengkorak hewan.


Di sekitar singgasana tersebut berserakan tulang belulang raksasa yang tak terhitung jumlahnya. Meskipun nampak pemalas, namun tidak mengurangi aura keagungan dan kesombongannya sebagai seekor Raja.


Melihat makhluk di depannya membuat lutut Nang In menjadi lebih lemas, sosok yang berada di depannya adalah salah satu dari 7 Divine Beast, di tanah barat ia dikenal sebagai dewa kemakmuran, sedangkan di tanah timur ia dianggap sebagai sumber keburukan, sosok tersebut mempunyai nama Ruler Of Ice!

__ADS_1


"Kau mempunyai sesuatu yang menarik di dalam tubuhmu!" Ruler Of Ice melotot tajam ke arah Nang In lalu melanjutkan, "Kalau begitu diam dan saksikanlah kehancuran yang akan terjadi ketika hari kebangkitanku tiba!"


Ruler Of Ice menyentuhkan ujung kuku raksasanya ke dahi Nang In, seketika dari sentuhan itu muncul setitik cahaya cerah yang kemudian melebar menyinari keduanya.


**


"Tuan Muda, apa anda serius mengizinkan dia masuk ke dalam Organisasi?!" Kaibo menunjuk Miang Hao dengan ekspresi kesal, "Bocah ini pasti sedang merencanakan sesuatu! aku yakin itu!"


"Kaibo! beraninya kau mempertanyakan keputusan Tuan Muda!" suara lain terdengar, ia adalah Genjou yang kembali dengan membawa kepala Mei Muo di tangan kanannya, lalu melemparnya ke arah Mei Ying.


Melihat kepala neneknya yang berekspresi mengerikan, Mei Yin terjatuh sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangan, ekspresinya begitu putus asa melihat nenek tercintanya mati dengan cara yang mengerikan.


"Aku hanya bertanya, apa itu salah?!" Kaibo melotot ke arah Genjou, keduanya memancarkan aura permusuhan.


"Kalian berdua hentikan!" Luoyu datang menghampiri Genjou dan Kaibo dengan membawa kepala Heng Luo di tangan kanannya, "Bahkan belasan Cultivator Qi Gathering ini lebih baik, daripada pria tua yang mati karena satu serangan!"


"Yu'er, Tetua Muo, Tetua Jian bahkan Tetua Luo, semuanya....!"


Melihat para guru dan teman - temannya mati mengenaskan membuat Jun Hei begitu syok, ekspresi pemuda itu kosong seakan masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Sedangkan Mei Yin gadis itu menangis tersedu - sedu, mentalnya sangat terguncang.


"Apa kau tidak merasa marah ketika melihat orang - orang terdekatmu dibunuh oleh kami?" tanya Liiu Xingsheng tanpa mengubah ekspresinya.


"Tidak Tuan, saya tidak memiliki hubungan apa pun lagi dengan mereka" ucap Miang Hao sembari meletakkan tangannya di dada dengan hormat.


Genjou merangkul Miang Hao sambil tertawa lepas, "Bagus sekali! mulai sekarang kau sudah menjadi rekan kami, jika hanya kekuatan yang kau inginkan,Tuan Muda dengan mudah akan mengabulkannya!"


"Tentu aku percaya", jawab Miang Hao dengan singkat.

__ADS_1


"Jadi para Tetua telah berpulang" suara asing terdengar, menoleh ke sumber suara, mereka melihat Gong Mu yang memegang kepala Taoran yang masih tertutupi logam kokoh, melihat adik bungsunya terbunuh membuat Genjou, Kaibo berekspresi buruk, sedangkan Luoyu berekspresi sama.


"TAORAN! BAGAIMANA BISA...!"


Genjou tidak habis pikir Cultivator sekuat Taoran mati begitu saja, ia sangat tau bahwa adik bungsunya merupakan Cultivator Earth Fondation Mid - Stage, selain seorang Body Cultivator ia mempunyai kekuatan Blood Worm yang dapat menambahkan kekuatannya berkali - kali lipat.


"BERANINYA! AKAN KU CABIK - CABIK KAU..!


Genjou dan Kaibo menerjang ke arah Gong Mu dengan raut wajah yang seakan kehilangan kendali, keadaan Gong Mu yang sudah terluka parah hanya bisa pasrah melihat keduanya mendekat ke arahnya.


Deg!


"Perasaan apa ini?!"


Untuk sesaat tiba - tiba Liiu Xingsheng merasakan hawa keberadaan sosok yang sangat kuat hadir disekitarnya, detik itu juga angin musim dingin berhembus kencang disekitar hutan, para kawanan burung terbang seolah merasakan bahaya, setiap nafas yang ia hembuskan menciptakan uap dingin, melihat lebih teliti ke arah sekitar ia melihat air hujan yang menggenang di tanah perlahan memadat, rintik hujan yang berjatuhan tidak seperti air, lebih keras dan tajam seperti es!


Jelas ada yang salah dengan situasi ini, spontan ia melirik ke arah Nang In dan sangat terkejut ketika tidak melihat pemuda itu tergeletak di tempat yang semestinya.


"KALIAN BERDUA HENTI-!"


Swosh!


Belum sempat Liiu Xingsheng menyelesaikan ucapannya, udara dingin menerpa tubuhnya, bersamaan dengan itu sosok pemuda yang mempunyai rambut berwarna putih berdiri tepat di belakangnya, kehadirannya membuat tubuh Liiu Xingsheng gemetar hebat.


Mengintip ke wajah pemuda itu, ekspresi Liiu Xingsheng menjadi stagnan ketika melihat sosok Nang In yang menyeringai kejam dengan pupil vertikal bewarna emas!


Swosh! Krack!

__ADS_1


Setelah itu ledakan udara dingin yang sangat besar berhembus begitu kencang menyelimuti hutan, menghempaskan segalanya!


__ADS_2