Road To Immortality

Road To Immortality
Saling Beradu Tinju


__ADS_3

"Hahaha menarik sungguh menarik! namun dari pada kita saling membunuh, kenapa kalian berdua tidak ikut denganku?" ucap Sosok berjubah merah melirik ke arah Weiheng dan Nang In.


"Jangan bercanda! aku menolak! apa yang ku inginkan adalah bertarung! bertarung dan terus bertarung!" Weiheng menyeringai gila sambil menghentakkan kedua kakinya di lantai, "Jadi ayo kita bertarung sampai mati!"


Weiheng menekan lantai beberapa detik setelahnya, sosoknya telah muncul di belakang Nang In sambil mengayunkan tinjunya.


BANG!


Nang In yang menciptakan perisai es, seketika perisai itu hancur membuatnya terpental beberapa meter ke belakang, belum sempat pemuda itu leluasa bernafas, pria itu kembali muncul di depan Nang In sambil mengayunkan pukulannya.


BANG!


Nang In kembali menciptakan perisai es namun kembali terpental hingga keluar dari penginapan, membuang perisai yang hancur, sosok Weiheng kembali muncul di samping pemuda itu sambil melancarkan tendangan.


Duar!


Crack!


Nang In menghindari tendangan Weiheng sembari membekukan lengan kanan pria itu, kemudian melompat menjaga jarak.


"Basic spirit es? menarik, tidak ku sangka penduduk Frozen Island berada di desa terpencil seperti ini" Sosok berjubah merah ikut keluar dari penginapan, ia tersenyum seakan tertarik dengan kemampuan Nang In.


"Dunia Cultivator memang sangat luas, aku sangat beruntung bisa keluar dari desa kecil itu!" Weiheng menghancurkan es di lengannya lalu menyeringai, "Ayo tunjukkan lagi semua kekuatanmu!"


Nang In memasang ekspresi serius, lawannya lebih kuat dan lebih cepat darinya, ia menciptakan pedang dan perisai es lalu bersiap dengan serangan selanjutnya.


Sosok Weiheng kembali berlari ke arah Nang In dengan tangan kanan yang dilapisi qi bewarna ungu, menyadari pria besar itu akan mengeluarkan serangan yang berbahaya.


Nang In mengayunkan pedangnya menciptakan bongkahan es raksasa yang melesat ke arah Weiheng.


"Hahahaha bagus, akan ku terima ini dengan senang hati!" Weiheng melepaskan tinjunya ke arah bongkahan es yang mengarah padanya.


Swosh!Duar!

__ADS_1


Suara ledakan terdengar, potongan es berserakan di mana - mana, Weiheng berhasil menghancurkan bongkahan es dengan mudah, namun saat itu Nang In menghilang dari tempatnya.


"HAHAHAHAHA ini sangat menyenangkan, tunjukan lagi sesuatu yang menarik untukku!" Weiheng tertawa lantang, "Aku sudah mengetahui jika kau akan muncul di belakangku!"


Nang In muncul di belakang Weiheng mengayunkan pedang esnya, "Kalau begitu biarkan aku membunuhmu!"


"HAHAHAHA tidak semudah itu!" Weiheng menahan tebasan pedang menggunakan lengan miliknya yang sekeras logam lalu menghempaskan tangan kanannya membuat Nang In terlempar.


"Sama sekali tidak berhasil, serangan sederhana tidak akan mempan, kalau begitu tidak ada pilihan lain" Nang In memancarkan qi bewarna putih yang dihasilkan dari True Emperor Manual ke dalam dua pedang es nya.


"Qi bewarna putih? aku baru mengetahui jika ada qi semurni ini?!" Sosok berjubah merah terkejut melihat warna qi milik Nang In.


"Bagus, keluarkan lebih banyak, buat aku terhibur!" Weiheng tersenyum bahagia melihat perubahan apa yang dikeluarkan Nang In.


Nang In mengambil kuda - kuda lalu berlari ke arah Weiheng, pria besar itu pun melakukan hal yang sama.


Pedang dengan pukulan saling berbenturan, di depan tatapan terkejut semua orang, Nang In dapat menahan dorongan kuat dari pria besar itu.


"Tidak ku sangka kekuatan yang begitu besar mengalir di dalam tubuh kecil itu!" Weiheng terkejut melihat kekuatan Nang In.


Nang In terdiam, sebenarnya ia baru mengetahui jika qi yang dihasilkan dari True Emperor Manual dapat membuat penggunanya memiliki fisik yang sangat kuat.


Namun meski Nang In dapat menyeimbangi fisik Weiheng, perlahan pemuda itu terdorong mundur, ia mengeluarkan lebih banyak qi putihnya begitu pun dengan Weiheng, pria besar itu mengeluarkan qi bewarna ungu yang membuat tubuhnya dipenuhi urat yang menegang.


Keduanya beradu kekuatan dan tekanan qi hingga membuat tanah bergetar dan angin berhembus kencang.


"Bagus! ini sangat menarik, terus hibur aku, teruskan HAHAHA!" sementara Weiheng begitu menikmati pertarungan Nang In justru sebaliknya. Karena jarang mengeluarkan qi putihnya, membuat pemuda itu kesulitan mengendalikannya.


"Baiklah jika itu maumu!" Nang In mengeluarkan lebih banyak qi putih membuat Weiheng terdorong mundur, pemuda itu kemudian menendang perut Weiheng hingga terpental beberapa meter ke belakang.


Melihat Nang In mengeluarkan kekuatan yang tidak sebanding dengan tubuh remajanya membuat semua pengunjung yang menonton berdecak kagum.


"Hahahahah bagus sekali! kau sangat menarik! siapa namamu!?" Weiheng tertawa gila.

__ADS_1


"Namaku Nang In" ucap Nang In dengan singkat.


"Weiheng, namaku Weiheng! Kalau begitu sebagai bentuk rasa hormatku, izinkan aku untuk lebih serius!"


Setelah mengatakan itu sosok beruang raksasa bertanduk ungu muncul di belakang Weiheng. Merasuki tubuhnya, pria itu langsung berubah menjadi lebih kekar dengan aura ungu yang menyelimutinya.


Melihat lawannya selama ini belum mengeluarkan kemampuan sesungguhnya membuat ekspresi Nang In bertambah serius. Membuang pedangnya Nang In memejamkan mata, perlahan tubuhnya mengeluarkan aura bewarna putih yang lebih kental dari sebelumnya.


Membuka matanya, bayangan harimau terlihat dibelakang pemuda itu, tubuh Nang In terselimuti aura putih yang begitu bersih sementara tubuh Weiheng dipenuhi aura ungu.


Keduanya menekan satu sama lain menggunakan aura yang mereka miliki, secara bersamaan mereka melesat dengan cepat.


Swosh!Bang!


Tinju dengan tinju saling berbenturan membuat tekanan angin yang begitu dahsyat, kekuatan keduanya seimbang, Nang In memukul wajah Weiheng begitu pun sebaliknya, keduanya saling menyerang sama lain dengan kekuatan dan kecepatan yang sama.


"Menakjubkan, apa mereka berdua bagian dari 11 Golden Stars?" sosok berjubah merah bertanya - tanya. Menurutnya akan aneh jika keduanya tidak masuk ke dalam sebelas jenius Cultivator muda.


"Bagus! ini hebat bukan?! HAHAHAHA LANJUTKAN!" Weiheng berteriak bahagia sembari menahan dan menyerang Nang In dengan pukulan beratnya.


Nang In pun bereaksi sama, tanpa sadar sudut bibirnya sedikit terangkat, meski enggan mengakui namun saat ini ia begitu menikmati setiap adrenalin yang sedang bergejolak di dalam dirinya.


Weiheng mengangkat tangannya lalu mengayunkan pukulannya, begitu pun juga Nang In, keduanya saling memukul secara bersamaan dan terhempas dengan jarak yang sama.


"Hahahaha ini! ini luar biasa, benar - benar menyenangkan!" Weiheng tertawa gila, setelah itu ia memasang kuda - kuda ingin melakukan pukulan, "Mari kita buat ini lebih menyenangkan hahaha!"


Weiheng memindahkan aura ungu yang berkumpul di seluruh tubuhnya tepat di tangan kanan, Nang In melakukan hal yang serupa, ia memfokuskan qi putihnya di kepalan tangan kanan, bersiap untuk melanjutkan pertarungan.


"Hey sebelumnya aku ingin bertanya, bukankah ini bertarung itu menyenangkan?!" tanya Weiheng sambil menyeringai.


Nang In menghela nafas lalu tersenyum, "Lumayan"


Setelah itu keduanya melesat dengan cepat menuju satu sama lain, namun hal yang tidak terkira terjadi, di tengah jalan Nang In menciptakan bongkahan es raksasa untuk menahan serangan Weiheng, sementara Nang In ia melesatkan pukulannya tepat ke Sosok berjubah merah.

__ADS_1


"Orang yang ku incar adalah kau!"


__ADS_2