Road To Immortality

Road To Immortality
Bai Luinha


__ADS_3

Frozen Island terletak di bagian barat Benua Surga Utara, mengapung di tengah- tengah lautan, pulau itu nampak berbeda karena hampir seluruhnya tertutupi oleh salju. Selain dikenal dengan Frozen Island para penduduk luar menjuluki pulau tersebut sebagai pulau neraka terbawah, karena keadaan suhu iklimnya yang begitu rendah.


Frozen Island merupakan sekte aliran netral pertama yang semuanya terdiri dari Ice Cultivator di dalamnya, saat ini Frozen Island menempati sekte aliran netral terkuat di bawah Holy Fire Monastery.


Sekte ini dikuatkan oleh dua dari Six Masters, yaitu Ice Master dan Archer Master atau identitas asli mereka adalah Zhou Jin dan Lin Yue, terlepas dari keberadaan mereka, sekte ini sudah kuat karena hampir Cultivator di sana mempunyai basic spirit es, selain itu ratusan demonic beast yang bersemayam di hutan pulau ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat membunuh jagoan soul wondering sekalipun.


Di sebuah bukit yang dikelilingi pepohonan bersalju terlihat seorang pria paruh baya yang sedang bermeditasi dengan tenang, meski hujan salju menerpa, pria tua itu sama sekali tidak bergeming membuat penampilannya seperti sebuah patung es karena seluruh tubuhnya tertutupi salju.


Pria tua itu sudah hampir dua tahun bermeditasi tidak makan maupun tidur, terkadang seorang Cultivator yang telah mencapai tingkat tertentu tidak lagi membutuhkan makan sebagai kebutuhan tubuh melainkan hanya sebatas pemuas lidah semata.


"Kakek!"


Ketika sedang fokus bermeditasi terdengar teriakan gadis yang ia kenal, gadis itu mempunyai kulit dan warna rambut bewarna putih bersih, mata berwarna biru cerah ditambah wajah cantik dengan tubuh yang mempesona membuatnya menjadi gadis yang begitu sempurna, lagi pula ia merupakan salah satu dari Four Angles, salah satu gadis tercantik di Benua Surga Utara, gadis itu bernama Bai Luinha.


Tidak hanya itu Bai Luinha merupakan bagian dari 11 Golden Star, para jenius yang sudah menembus tingkat Qi Gathering diusia muda.


"Kakek! apa kau mendengarku!?"


Tanpa sadar pria tua itu mengerutkan keningnya, merasa heran karena cucunya yang sembrono itu tidak mengerti kondisinya.


"Kakek! Kakek!"


"Bisakah kau diam!" Pria tua itu berteriak kesal, "Apa kau tidak lihat aku sedang bermeditasi?!"


"Kau sebut itu meditasi?" Bai Luinha memiringkan wajahnya, "Sejauh yang aku lihat kau hanya berdiam diri seperti orang bodoh"


"Bocah ini!"


Pria tua itu mendengus kesal lalu melayang ke arah gadis di depannya, setelah itu pukulan mentah mendarat tepat di ubun - ubun gadis itu.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan Kek! Ini menyakitkan kau tahu!?" ucap Bai Luinha sembari memegangi kepalanya yang benjol.


"Itu adalah hukuman karena mengganggu meditasi ku!" ucap pria paruh baya itu sembari meniup tinjunya.


"Aku hanya ingin mengabarkan kalau sepertinya Guru Jin telah menemukan-"


"Aku tahu!"


Pria paruh baya itu langsung menyela ucapan gadis di depannya, ekspresinya menjadi lebih serius sembari meletakkan kedua tangan di belakang punggung.


"Udara dingin berhembus dari arah selatan, aku penasaran seperti apa pemuda yang dipilih oleh kakakku" pria tua itu menatap gadis yang berada di sampingnya, "Jika saja kau bersedia-"


"Sudahlah kek, bukankah kita sudah sepakat untuk tidak membicarakan permasalahan ini, lagi pula aku tidak mempedulikannya" ucap Bai Luinha dengan ekspresi bosan.


Pria tua yang bernama Zhou Kun menatap cucunya dengan ekspresi pasrah, penampilan pria tua itu nampak rapuh seperti orang tua pada umumnya namun ia merupakan Patriack Frozen Island sekaligus adik Zhou Jin, tentu kekuatannya tidak sebanding dengan Zhou Jin namun dalam hal memimpin, Zhou Kun lebih baik dari kakaknya yang setiap saat hanya memikirkan istrinya.


Zhou Kun tidak habis pikir dengan cucunya, dalam sejarah Frozen Island tidak ada Cultivator seusia Bai Luinha yang mempunyai bakat sebaik dirinya, selain itu dirinya terlahir dengan Ice Body, tubuh yang cocok untuk mempelajari 'Eternal Ice Manual, manual rahasia milik Frozen Island, dalam legenda dijelaskan bahwa Cultivator yang mempelajari manual ini akan mampu menciptakan es abadi.


Bahkan tubuh gadis itu sangat cocok untuk menjadi seorang Heaven Seal menggantikan Zhou Jin, namun karena sifatnya yang begitu malas dan hanya ingin bersantai - santai, gadis itu menolak mentah - mentah untuk dijadikan Heaven Seal!


"Jadi ada perlu apa hingga kau menganggu meditasi ku?" tanya Zhou Kun.


"Tidak ada, aku hanya bosan" ucap Bai Luinha dengan ekspresi datar.


Mendengar ucapan cucunya membuat bibir Zhou Kun berkedut, gadis itu mengganggu meditasi yang sudah ia jalani selama dua tahun hanya karena bosan, benar - benar tidak habis pikir!


Menghela nafas panjang Zhou Kun tidak mempermasalahkan karena cucunya memang seperti itu, ia kemudian berjalan meninggalkan Bai Luinha sendiri.


"Kakek tunggu! sudah dua tahun kita tidak mengobrol, mengapa kita tidak bersantai di tepi danau es?" ucap Bai Luinha.

__ADS_1


"Aku orang sibuk, tidak mempunyai waktu untuk melakukan hal tidak berguna seperti itu" ucap Zhou Kun tanpa menoleh.


"Kakek! ayolah apa kau masih marah karena aku menolak menjadi Heaven Seal?"


Bai Luinha berteriak sembari mengikuti kakeknya dari belakang, gadis itu terus berteriak namun kakeknya mengabaikannya baru berhenti ketika sampai di sebuah perumahan penduduk yang semua penghuninya mengenakan pakaian khas tertentu, kedatangan mereka berdua disambut hangat oleh para penduduk di sana.


Kecuali seorang pemuda berambut putih yang menghadang jalan Zhou Kun dan Bai Luinha. Pemuda itu menatap Bai Luinha dengan tatapan kebencian


"Bai Luinha! aku tantang kau bertarung satu lawan satu denganku!"


"Bukankah kemarin kita sudah melakukannya, bertarung dengan penuh gairah dan saling memuaskan nafsu satu sama lain?" Bai Luinha memiringkan wajahnya.


Mendengar ucapan Bai Luinha membuat para penduduk terkejut, sementara wajah pemuda itu memerah seperti apel.


"A - Apa maksud ucapanmu?!" pemuda itu menunjuk Bai Luinha dengan wajah memerah karena malu.


"Maksudku, bukankah kemarin malam kita sudah melakukan-"


"Berhenti membuat orang salah paham, yang kita lakukan kemarin hanya beradu pedang!!" pemuda itu berteriak kesal, "Ayo bertarung ulang, aku tidak terima dengan hasil kemarin!"


Bai Luinha menghela nafas, nama pemuda didepannya adalah Zhou Luong, pemuda ambisius yang hampir setiap hari menantangnya bertarung, alasannya karena dirinya Cultivator paling jenius di Frozen Island yang seusia dengannya, itu sebabnya pemuda itu bertekad menang melawan Bai Luinha dan menjadi yang terbaik digenerasinya.


Namun hal itu tidak pernah tercapai, karena perbedaan kekuatan mereka yang begitu jauh.


"Baiklah, ayo mulai!" ucap Bai Luinha sembari memutar bola matanya. Tampak malas bahkan terkesan meremehkan.


"Lagi - lagi kau meremehkanku!" Zhou Luong berteriak kesal, ia mengeluarkan qi dalam jumlah besar begitu pun dengan Bai Luinha.


Saat keduanya ingin menyerang sebuah qi yang begitu dahsyat menekan mereka hingga tidak dapat bergerak, saat itu muncul seorang wanita paruh baya yang terbang ke arah mereka dengan ekspresi marah.

__ADS_1


__ADS_2