
"Hey - hey kenapa kau menyerah?! Bukankah sebelumnya kau begitu menikmati pertarungan? Kenapa mendadak menyerah?!" tanya Song Zixin kepada Gomuy yang menyerah dengan mudahnya. Pemuda itu menghilangkan bola api raksasa yang sebelumnya ia ciptakan.
"Aku merasa tidak percaya diri jika tadi melanjutkan pertandingan" Gomuy tersenyum santai sambil berbalik badan ke pintu keluar, "Ya. Mungkin aku akan terkena luka bakar yang sangat berlebihan"
"Cih kau pikir aku terima dengan kemenangan seperti ini?!" Song Zixin mendengus kesal karena tidak menerima kemenangan yang belum pasti seperti ini.
"Jangan khawatir, ada saatnya kita akan bertarung satu sama lain, saat itu terjadi..." Gomuy menyeringai dengan kejam, "Kau akan mati!"
DEG!
"A - Apa - apaan dengan nafsu membunuh itu..?!" Song Zixin tiba - tiba gemetaran ketika mendengar kalimat terakhir yang Gomuy ucapkan.
Zihan Shi melihat dengan tatapan serius, ia seperti sedang menelisik sesuatu kepada sikap Gomuy namun pada akhirnya ia mengumumkan siapa pemenangnya.
"Pertandingan kali ini pemenangnya adalah...Song Zixin dari Eternal Flame Clan!"
Para penonton bersorak karena Song Zixin memenangkan pertandingan, namun ada beberapa Cultivator yang menyangkal kemenangan pemuda itu karena lawannya menyerah di tengah pertandingan.
Di tempat Klan Song, Song Quan menatap perwakilan Blood Mist Sect dengan tatapan tajam terutama sosok berjubah merah yang duduk di kursi penonton.
"Kenapa pemuda itu tiba - tiba menyerah? bukankah sebelumnya mereka seimbang?" gumam Qiau Mey di ruang tunggu, gadis itu terlihat sangat gugup karena setelah ini giliranny tiba untuk bertanding.
PLAK!
Qiau Mey menampar kedua pipinya sendiri, "Fokus! Aku tidak boleh gugup! Jangan mengecewakan orang - orang yang sebelumnya sudah mendukungku, terutama ada In'gege yang melihat penampilanku!" Tatapan gadis itu menjadi serius dan tidak lagi gugup ketika membayangkan Nang In yang mendukungnya.
"Ah sepertinya namaku sudah dipanggil" ucap Qiau Mey begitu mendengar namanya dipanggil oleh Zihan Shi di tengah arena.
"Jangan gugup, jangan gugup! Yakinlah pada dirimu sendiri!" Qiau Mey meyakinkan dirinya sendiri dalam hati, ketika keluar dari ruang tunggu ia melihat ratusan menonton yang bersorak ke arahnya.
"Yang akan menjadi kawan Qiau Mey adalah gadis dari sekte Blood Mist Sect...dia adalah Sung Ling!" teriak Zihan Shi menyambut lawan tanding Qiau Mey.
Dari arah bersebrangan dari Qiau Mey terlihat seorang gadis dengan raut seperti boneka mengenakan pakaian serba merah, gadis itu nampak tidak mempedulikan sorakan yang mengarah padanya sama sekali.
"Kedua peserta mendekatn!" Zihan Shi meminta kedua peserta mendekat kemudian membacakan peraturan dalam pertandingan, meski keduanya sudah mengetahui namun Zihan Shi tetap harus mengingatkan, khususnya kepada Sung Ling karena pertandingan sebelumnya gadis itu melakukan di atas kewajaran.
__ADS_1
"Baiklah pertandingan di mulai... sekarang!"
Setelah Zihan Shi memulai pertandingan, Qiau Mey langsung memegang gagang pedangnya untuk bersiap, namun saat itu ia terkejut karena Sung Ling tidak bergerak sedikitpun.
"In'gege lihat aku...!" setelah mengatakan itu Qiau Mey berlari ke arah Sung Ling yang mematung dengan ekspresi datar seperti boneka.
Qiau Mey melakukan tebasan horizontal namun Sung Ling menghindar dengan mundur beberapa langkah, tidak berhenti sampai di situ, Qiau Mey melakukan tebasan dengan pola rumit secara beruntun.
Swosh!Slash!
Semua serangan Qiau Mey dapat dihindari dengan sempurna oleh Sung Ling, gadis itu sesekali menyelingi dengan menyerang menggunakan ketrampilan tangan kosongnya namun Qiau Mey dapat bertahan dengan baik.
"Seni Pedang Emas - Tebasan Gelombang!"
Swosh!Slash!
Qiau Mey melakukan tebasan dengan cepat membuat Sung Ling sedikit tergores di kaki kanan dan kirinya namun ketika Qiau Mey hendak melanjutkan serangannya tiba - tiba tubuhnya tidak bisa digerakkan.
"A - Apa yang terjadi, kenapa tubuhku tidak bisa bergerak!?" ucap Qiau Mey dengan nada panik, gadis itu berusaha menggerakkan kedua tangannya namun tidak bisa, "Benar, ini pasti kemampuannya, bagaimana cara melepaskannya?"
"Ga - Gadis itu terkena kemampuan gadis bertudung merah, Niiu bagaimana cara melepaskannya?" tanya Xuan Li dengan panik, meski keduanya tidak dekat namun ia tetap tidak tega melihat Qiau Mey terluka.
"Apa maksud-"
"Nona Xuan, tetap berada di dekatku!" Niiu langsung memotong ucapan Xuan Li sembari bersikap waspada.
Sementara di arena pertandingan, Qiau Mey masih mencoba menggerakkan tubuhnya meski tidak bisa, Sung Ling melakukan segel tangan, di depan tatapan semua orang, Qiau Mey tiba - tiba mencekik lehernya sendiri. Hal itu membuat Zihan Shi langsung bersikap waspada jika Sung Ling akan melewati batas.
"A - Apa yang terjadi? tubuhku tidak bergerak sesuai keinginanku!" Qiau Mey yang kehilangan kendali atas dirinya menjadi semakin terkejut karena tangannya mencekik lehernya sendiri.
Sung Ling yang sejak babak penyisihan berekspresi datar seperti boneka kosong pertama kalinya mengucapkan beberapa patah kata, hal itu cukup membuat para penonton terkejut.
"Sepertinya sudah saatnya" ucap Sung Ling sambil menyeringai di balik tudung merahnya, "Benar, kau akan menjadi korban yang perta-"
Slash!
__ADS_1
Belum sempat Sung Ling menyelesaikan ucapannya tebasan yang begitu cepat mengincar lehernya, gadis itu dapat menghindar meski sedikit tergores di bagian pipi.
"Apa yang bocah itu lakukan?"
"Apa yang kau lakukan di sana, pertandingan belum berakhir?!"
".."
Di depan tatapan terkejut semua orang Nang In tiba - tiba masuk ke tengah pertandingan sembari menyerang Sing Ling dengan cepat, sontak perbuatannya membuat para penonton terheran - heran.
"Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat!" Nang In menciptakan pedang es kemudian berlari ke arah Sung Ling sembari menyerangnya dengan cepat. Sung Ling kali ini tidak hanya menghindar, gadis itu mengeluarkan seruling dari space ring nya kemudian balas menyerang Nang In.
Swosh!Klang!
"Kekekeke jadi kau menyadarinya bocah!" teriak Sung Ling membuat para penonton yang mendengarnya terkejut, karena suara gadis itu membesar dan menjadi serak seperti suara wanita tua.
"Meski begitu kau terlambat karena, gadis itu akan menjadi korban pertama dalam peristiwa ini kekekeke!" Sung Ling tertawa gila kemudian menatap tajam Qiau Mey.
"Ukhg apa yang terjadi...!"
Saat itu juga cekikan Qiau Mey bertambah kuat membuat gadis itu begitu tersiksa, para penonton yang tidak kuat melihatnya berteriak sementara Zihan Shi langsung mendekat ke arah keduanya, namun pria tua itu tiba - tiba mematung seperti tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
"Apa yang terjadi pada tubuhku, kenapa tidak dapat kugerakkan!?" ucap Zihan Shi dengan heran, "Apa karena gadis itu? tapi bagaimana bisa?!" pria tua itu menatap Sung Ling yang berdiri di tengah arena dengan bingung, bagaimana bisa Cultivator Soul Wondering sepertinya dapat terkena jurus Cultivator di ranah Earth Fondation.
Melihat Cultivator sekuat Zihan Shi berlutut seperti itu sontak membuat Song Qian sadar bahwa ada yang salah dengan pertandingan ini.
"Eternal Flame Clan bersiap untuk bertarung?" Song Qian langsung berteriak membuat semua anggota Klan Song langsung turun ke dalam arena dan bersiap untuk bertarung. Para Cultivator pun melakukan hal yang sama mereka langsung bersiap siaga jika ada pertarungan yang terjadi.
"Kekekeke akhirnya aku tidak perlu menyamar lagi!"
Sementara itu Sung Ling berubah menjadi sosok yang berbeda, tubuhnya bertambah tinggi namun membungkuk dan rambut hitamnya menjadi putih, wajahnya menjadi tua dengan seringai yang begitu jahat. Gadis itu berubah menjadi nenek buruk rupa.
"Bukankah wanita itu Sua Bo Si Seruling Gila!" teriak salah satu penonton yang mengenali Sua Bo.
"Kekekek masih terlalu awal bagi kalian untuk terkejut karena ini baru di mulai..." teriak Sua Bo kemudian di belakangnya muncul sebuah portal hitam. Di dalamnya muncul beberapa sosok Cultivator yang masing - masing dari mereka mempunyai hawa pembunuh yang begitu pekat.
__ADS_1
Diantara mereka muncul sosok pria tinggi dengan badan kurus yang membawa dua sabit panjang, pria itu menatap semua penonton seringai di wajahnya.
"Hari ini adalah peristiwa berdarah Eternal Flame Clan, bunuh semua yang ada di sini HAHAHA!"