
Liang Chou terhempas ke dalam aula, sontak kedatangannya yang tidak biasa membuat pertarungan antara Tetua dan pembunuh bertopeng terhenti, namun yang sebenarnya membuat mereka terkejut adalah sosok di depan pintu yang tertutupi oleh asap tebal, seluruh Cultivator yang berada di aula setidaknya bisa merasakan aura pembunuh dari sosok itu.
"Lari!" teriakan Liang Chou menggema di dalam aula.
Para Tetua yang telah lama mengenal Liang Chou tentu paham dengan maksud perkataannya, pria itu pasti tidak akan mengatakan hal seperti itu jika bukan karena keadaan yang begitu genting, mereka ingin mundur namun saat itu seorang pemuda berdiri di depan mereka dan menembakkan tombak es yang berwarna merah darah.
Empat Tetua berhasil menahan serangan Nang In dengan mudah, lagi pula keempatnya merupakan Cultivator Earth Foundation Mid - Stage, namun karena pertarungan sebelumnya tentu stamina mereka menurun drastis, mereka berempat terkejut ketika Nang In muncul di belakang mereka lalu menampar salah seorang Tetua hingga terpental membentur tembok.
"Tetua Lou! berani-" salah seorang Tetua berteriak emosi namun saat itu juga tepat dibagian perutnya.
Jleb!
Nang In menusuk Tetua itu menggunakan pedang es, saat hendak mengayunkan tangan kirinya, sebuah percikan listrik terbang ke arah Nang In, ia spontan menghindar ke belakang.
"Apa yang terjadi padamu In'er?!" teriak Liang Chou, meski ia baru bertemu Nang In, ia cukup mengetahui kepribadiannya meski nampak dingin dan cuek, pemuda itu sebenarnya begitu baik, namun sekarang pemuda di depannya seperti menjadi orang yang berbeda.
"Hati - hati bocah itu sangat berbahaya!" ucap salah seorang Tetua sembari mencabut pedang es yang menancap di bagian perutnya.
Para pembunuh bertopeng mengerutkan kening, pasalnya aura pembunuh yang terpancar dari pemuda itu seperti seseorang yang telah membunuh ratusan nyawa, tidak ingin mengambil resiko mereka langsung bergerak.
"Tarik mundur pasukan!" pembunuh bertopeng harimau berseru kepada rekan - rekannya.
Swosh!
Pada saat mereka hendak melarikan diri, Nang In mengetahui rencana mereka dan menutup pintu keluar dengan bongkahan es yang begitu besar, perhatiannya kini teralihkan pada pembunuh bertopeng dihadapannya.
"Sial! kita tidak punya pilihan lain, bunuh bocah itu!"
Tanpa mengucapkan sepatah kata, Nang In terus mengeluarkan aura pembunuh yang membuat Cultivator yang ada di aula begitu tertekan. Para pembunuh yang hendak menyerang menghentikan pergerakannya, mereka dibuat ketakutan hingga bertekuk lutut.
"Ada apa dengan aura gelap itu!"
"Tetua! ada apa dengan qi berwarna merah ini?!" teriak salah satu pembunuh bertopeng yang terkejut karena tubuhnya di selimuti qi berwarna merah.
__ADS_1
Para pembunuh bertopeng lainnya pun sama, tubuh mereka diselimuti qi berwarna merah darah, secara perlahan qi berwarna merah itu membesar dan melesat ke arah Nang In.
"Tetua tubuhku terasa lemas!"
"Bocah itu menyerap qi kita!"
Nang In menyerap pancaran qi berwarna merah tersebut, aura pembunuh yang menyelimuti tubuhnya memenuhi aula.
"Ib - Iblis! bocah ini iblis!" para pembunuh bertopeng sudah ketakutan dengan aura yang menyelimuti tubuh Nang In.
Nang In tiba - tiba menyeringai, matanya yang bernama hitam dengan pupil merah membuatnya tampak menakutkan, ia melesat dengan cepat, muncul dihadapan para pembunuh bertopeng lalu memenggal satu persatu kepala mereka, hanya beberapa menit semua pembunuh bertopeng di dalam aula telah disapu bersih.
Kini di dalam aula hanya tersisa empat Tetua dan Liang Chou yang masih terpana dengan Nang In yang membunuh pembunuh bertopeng begitu mudahnya, padahal mereka begitu sulit untuk menghadapi mereka satu persatu.
"Waspada dia dat-"
Sebelum Liang Chou menyelesaikan ucapannya, Nang In muncul dihadapan pria itu sembari mengayunkan pedang es nya.
Slash!
"Larilah Tetua Liang-"
Jleb!
Tidak hanya menebas, Nang In menusuk Tetua itu hingga menembus perutnya lalu melemparnya beberapa meter ke belakang.
"TETUA LOU! B-JINGAN KAU!" Liang Chou berteriak penuh emosi, ia tidak segan membunuh Nang In yang sebelumnya menyelamatkan nyawanya, mengalirkan qi di pedangnya ia maju ke arah Nang In dengan keadaan emosi.
Tetua lain hendak menghentikan Liang Chou namun saat itu energi listrik yang membentuk seekor singa melesat ke arah mereka berdua, Liang Chou dan Nang In spontan mundur ke belakang.
Menoleh ke pintu masuk, Liang Chou melihat seorang pria dan wanita yang mengenakan jubah coklat, pria itu memegang sebilah pedang yang dialiri listrik, jelas pria itu yang melancarkan serangan sebelumnya. Mereka berdua adalah Wang Lu dan Han Mei, sepasang suami istri yang bertemu Nang In di rumah makan Happy Vegetables.
"Apa yang terjadi padamu In'er!" Wang Lu berteriak ke arah Nang In dengan kesal.
__ADS_1
Han Mei pun memasang ekspresi wajah terkejut karena pada pertemuan sebelumnya mereka berdua mengenal Nang In. Pemuda yang begitu dingin namun sangat peduli dengan orang yang terdekatnya.
"Siapa kalian!?" melihat dua orang asing yang datang lalu menyerangnya, Liang Chou menduga bahwa mereka adalah kerabat Nang In yang ingin menolongnya. Namun ucapan Wang Lu kemudian mematahkan keraguannya.
"Kami tidak punya waktu untuk menjelaskan, namun kedatangan kami untuk menolong kalian!"
Teriakan Wang Lu membuat Liang Chou mengangguk sebagian tanda setuju, lagi pula ia tidak punya alasan untuk menolak bantuan dari pria itu.
"Setidaknya dia berada di Earth Foundation High - Stage!" gumam Wang Lu lalu berlari dengan cepat, pedangnya dialiri sebuah listrik.
Swosh! Klang!
Nang In menyambut serangan Wang Lu dengan kedua pedang yang disilangkan, bentrokan pedang tercipta, pria itu mampu mengimbangi fisik Nang In dalam hal kekuatan maupun kecepatan, bahkan aura pembunuh yang dikeluarkan Nang In sama sekali tidak membuat pria itu gentar.
"In'er sadarlah!" teriak Wang Lu kepada Nang In, meski ia tau bahwa Nang In tidak akan terbangun karena hal itu, setidaknya ia ingin mencoba bahkan untuk segala kemungkinan kecil agar Nang In bisa sadar.
Keduanya bertarung dengan seimbang, setidaknya itu yang terlihat di luar, namun sebenarnya Wang Lu secara perlahan terus menerus menekan Nang In dan membuat Nang In terhempas beberapa meter.
"Electric Magic - Electric Spear!"
Melakukan segel tangan, tangan kanan Wang Lu mengeluarkan listrik yang membentuk sebuah tombak lalu diarahkan ke arah Nang In dengan tajam.
Nang In pun melakukan hal yang serupa, menciptakan tombak es lalu melemparnya, kedua serangan yang berbenturan itu kemudian lenyap. Namun jurus yang dikeluarkan Wang Lu sebenarnya cuman pengalihan agar pria itu dapat melancarkan serangan kejutan.
"Maafkan aku In'er!" Wang Lu secara tiba - tiba muncul dari belakang lalu memeluk Nang In, tubuhnya memancarkan listrik yang begitu besar, "Electric Magic - Electric Armor!"
Tubuh Wang Lu mengeluarkan listrik yang seperti sebuah zirah hingga menyelimuti tubuh Nang In, tekanan listrik itu membesar dan semakin besar, membuat Nang In tersambar bersama Wang Lu.
Brat!
"Mei'er sekarang!"
Teriak Wang Lu memberi aba - aba kepada Han Mei, wanita itu spontan melempar dua kantung kecil ke arah Wang Lu dan Nang In, beberapa saat setelahnya, asap berwarna merah muda muncul diantara keduanya.
__ADS_1
Mengetahui bahwa itu asap yang berbahaya Nang In ingin kabur, namun tubuhnya sedang ditahan dan diguncangkan oleh listrik yang dikeluarkan Wang Lu, dirinya hanya bisa pasrah saat asap tebal itu mengenai dirinya dan membuat pandangannya memudar lalu selang beberapa menit kemudian, dirinya terjatuh dalam keadaan tidak sadarkan diri.