Road To Immortality

Road To Immortality
Blood Carrot


__ADS_3

"Seperti ini Owner Hai, aku tertarik untuk membeli Blood Carrot ini, tetapi saat aku ingin mengambilnya, gadis ini tiba - tiba datang lalu ingin merebutnya" perjelas Nang In dengan singkat.


Mendengar ucapan Nang In, Xuan Li tidak ingin kalah, "Dasar rendahan! yang dikatakan orang ini salah! Aku yang lebih dulu melihatnya, jadi spirit herb ini milikku"


"Hey gadis kecil, apa kau buta, jelas - jelas aku yang lebih dulu menyentuhnya, jadi Blood Carrot ini milikku" Nang In memiringkan wajah nampak bingung dengan sikap Xuan Li.


"Kau! Beraninya orang rendahan sepertimu!"


"Nona Xuan, bukankah anda sebelumnya telah membeli beberapa kilo Blood Carrot, apa itu masih belum cukup?" tanya Owner Hai melerai mereka berdua.


Xuan Li menggelengkan kepalanya, "Masih belum cukup, bahkan sangat kurang, aku membutuhkan puluhan kilo Blood Carrot untuk menyempurnakan pil buatanku"


"Mohon maaf Nona Xuan, namun seperti ucapanku sebelumnya, persedian Blood Carrot kami hanya tersisa satu kilo, bukankah anda sendiri yang sebelumnya membeli dalam jumlah banyak?"


"Tunggu, jadi gadis ini telah membeli banyak Blood Carrot sebelumnya, bukankah seharusnya sisa Blood Carrot ini untukku, lagi pula aku yang lebih dulu menyentuhnya"


Perkataan Nang In membuat Owner Hai menganggukkan kepala, ia tau bahwa Nang In yang lebih dulu menyentuh Blood Carrot tersebut, namun karena putri dari Patriack Star Alchemist Association menginginkannya, ia tidak boleh bertindak gegabah dalam mengambil keputusan yang membuat masalah.


"Meski ini hanya tersisa sedikit, aku tidak akan pernah melepaskannya, lagi pula apa yang bisa dilakukan orang rendahan sepertimu dengan spirit herb tingkat tinggi ini?!"


"Tentu saja untuk membuat pil bodoh!" Balas Nang In dengan ketus.


"Apa aku tidak salah dengar! kau ingin membeli Blood Carrot ini untuk diberikan kepada binatang - binatang ternakmu itu!?" Xuan Li mengolok - ngolok Nang In.


"Gadis cilik ini!"

__ADS_1


"Orang rendahan ini!"


Nang In dan Xuan Li sama - sama melotot satu sama lain, keduanya memercikan aura permusuhan, melihat hal itu Owner Hai menghela nafas panjang sementara Gong Mu hanya tertawa kecil melihat tingkah keduanya.


"Owner Hai, berikan sisa Blood Carrot itu untukku sebagai gantinya, bukankah kau menginginkan 'benda' itu?" Xuan Li tersenyum licik, lalu menatap rendah Nang In.


Mendengar perkataan Xuan Li, ekspresi Owner Hai nampak ragu namun akhirnya berkata, "Tuan Muda Nang, mohon maaf sebelumnya, tetapi sepertinya pihak kami akan menjual sisa Blood Carrot itu kepada Nona Xuan, tetapi sebagai gantinya saya akan memberi anda spirit herb yang tidak kalah bagusnya dengan Blood Carrot ini" ucap Owner Hai dengan sopan meski sedikit panik.


Nang In tersenyum meremehkan, "Maaf Owner Hai, jadi ini cara pelayanan Sky Treasure House yang terkenal begitu adil kepada para pembeli itu? tidak ingin membeda - bedakan siapapun selama orang itu mau membeli, bukankah ini berbeda dari rumor yang beredar?"


Ucapan Nang In yang mengolok - ngolok Sky Treasure House membuat mereka menjadi pusat perhatian, tidak sedikit dari para pengunjung yang menyaksikan perdebatan mereka mulai menggunjing satu sama lain.


Menyadari hal itu ekspresi Owner Hai tampak suram, benda yang ditawarkan oleh Xuan Li merupakan hal yang ia cari sejak lama, namun sejauh ini pamor Sky Treasure House di mata para Cultivator yang datang begitu baik dan adil dalam menerima pembeli, jika gara - gara permasalahan sepele seperti ini dapat merusak citra baik yang selama ini ia bangun, Owner Hai lebih baik menepiskan keinginan pribadinya.


"Aku bukan bocah ingusan!" Xuan Li berseru sembari menghentakan kaki, membuatnya nampak lebih imut.


"Aku tarik kembali ucapanku, karena diantara kalian berdua tidak ada yang ingin mengalah, saya putuskan untuk tidak menjual Blood Carrot ini kepada kalian", Owner Hai terpaksa menolak penawaran Xuan Li karena tidak ingin menodai reputasi baik yang selama ini ia bangun.


"Tunggu! Bukankah sebelumnya anda, ah sudahlah..." ucapan Xuan Li tercekat karena ia terlanjur emosi, melirik ke arah Nang In, ekspresi gadis itu menjadi lebih buruk, "Kau orang rendahan! urusan kita belum selesai!"


Setelah mengatakan itu, Xuan Li pergi dengan wajah yang memerah bukan karena tersipu namun karena emosi, sementara Nang In, pemuda itu tersenyum kecil.


Jelas keputusan yang diambil Owner Hai tidaklah salah, jika ia memberikan Blood Carrot itu kepada Xuan Li, perbuatannya akan merusak citra baik Sky Treasure House karena banyak pengunjung yang menonton perdebatan mereka, namun jika ia memberikan kepadanya, Xuan Li pasti akan memperpanjang masalah ini kepada ayahnya, hal itu dapat mempengaruhi kerja sama antara Sky Treasure House dan Star Alchemist Association, tentu pria tua itu tidak takut, namun sebaiknya ia tetap mencegah permasalahan yang akan datang.


"Baiklah sepertinya membeli beberapa set bahan sudah cukup untuk hari ini, Senior Gong bagaimana jika kita kembali?"

__ADS_1


"Tentu" Gong Mu tersenyum kecil.


"Kalau begitu kami pergi, terima kasih atas sambutan hangat anda Owner Hai" Nang In tersenyum kepada Owner Hai, meski ia sedikit kecewa karena tidak berhasil mendapatkan Blood Carrot, namun melihat ekspresi marah Xuan Li, ia cukup puas dan tidak mempermasalahkan asalkan gadis itu tidak mendapatkan spirit herb Blood Carrot tersebut.


"Tentu sudah menjadi kewajiban kami untuk menyambut setiap pembeli yang datang" balas Owner Hai dengan sopan.


Setelah itu Nang In dan Gong Mu pergi dari Sky Treasure House membawa set bahan yang mereka beli. Melihat Nang In pergi, Owner Hai menghela nafas panjang, akhirnya perdebatan yang begitu panjang itu selesai.


**


"Guru, kau cukup hebat membuat Owner Hai membatalkan untuk memberikan Blood Carrot kepada gadis kecil itu" Gong Mu tersenyum kecil, ekspresi pria tua itu ramah seperti biasanya.


"Itu tidak seberapa Senior, aku hanya sedikit memainkan siasat kecil" Nang In hanya sedikit memperingati Owner Hai.


Lagi pula meski Nang In masih berumur 15 tahun, Lin Yue telah mengajarkan banyak hal kepada Nang In, jelas kepandaian berpikir pemuda itu setara dengan sarjana yang telah memegang jabatan penting di luar sana.


Bug!


Saat berjalan di pasar, Nang In tidak sengaja ditabrak oleh seseorang yang mengenakan jubah hitam, Nang In menaikkan satu alisnya karena orang itu mempunyai aura yang tidak biasa, tidak meminta maaf, sosok itu langsung pergi menghilang diantara kerumunan pengunjung.


Nang In tidak mempermasalahkannya, ia dan Gong Mu kembali berjalan, namun saat itu juga suara teriakan seorang wanita terdengar. Nang In dan Gong Mu spontan berlari menuju asal suara itu.


Ketika di sana ia melihat empat ekor Golem Hyena sedang mengepung salah seorang wanita, tanpa pikir panjang Nang In dan Gong Mu bergegas menuju keempat Golem Hyena tersebut. Masing - masing dari mereka menumbangkan dua ekor Golem Hyena dengan mudah.


Melihat ke sekitar, mereka berdua cukup terkejut karena bukan hanya wanita itu saja yang mendapat serangan, namun ternyata beberapa kawanan Golem Hyena menyerbu pasar dan mengincar para pengunjung di sana.

__ADS_1


__ADS_2