
"Cih, berisik sekali mereka!"
Berjalan di dalam lorong yang gelap, seorang gadis cantik berjalan dengan ekspresi wajah yang buruk menuju cahaya terang yang menjadi jalan keluar dari lorong tersebut.
Ketika keluar dari lorong, para penonton khususnya para lelaki mensoraki kedatangan gadis itu dengan meriah, sedangkan para wanita hanya berekspresi muram, raut wajah yang menampakkan iri dan benci nampak di wajah mereka.
"Apakah benar dia Bai Luinha...!"
"Sungguh dia lebih cantik dari rumor yang beredar...!"
"Hey, maukah kau menjadi kekasihku...!?"
"Bodoh sekali, mana mungkin dia mau dengan pemuda buruk rupa sepertimu!"
"..."
Tidak terhitung berapa banyak penonton yang mengagumi bahkan tergila - gila dengan kecantikan gadis berambut perak itu, bagaimana tidak. Selain menjadi salah satu dari 11 Golden Stars, gadis itu mempunyai paras yang teramat cantik, rambut perak dipadukan dengan sepasang mata biru cerah. Kulih seputih susu dan tubuh yang diimpikan banyak wanita menjadikan dirinya sebagai salah satu dari empat bidadari di Benua Surga Utara.
Gadis itu adalah Bai Luinha dari Frozen Island!
Tidak heran jika banyak Cultivator pria yang menginginkannya. Bahkan setiap tahunnya Frozen Island mendapatkan masalah yang cukup merepotkan karena mendapatkan surat lamaran untuk Bai Luinha dari berbagai macam kalangan, jika hanya lamaran dari sekte kecil tentu Frozen Island tidak akan mempedulikannya namun jika berasal dari sekte besar, mereka harus memikirkan alasan yang tepat agar tidak menyinggung perasaan mereka.
Untungnya kakek Bai Luinha tidak memaksa cucunya untuk menikah dengan pemuda yang tidak ia cintai bahkan meski itu demi kepentingan sekte pun Bai Kun tidak akan mengorbankan cucu kesayangannya, meski jika bertemu keduanya bertengkar satu sama lain, namun pria tua itu sangat menyayangi cucunya.
"Hey Pak Tua, hentikan acara penyambutan yang menjijikan ini, cepat panggil lawanku dan cepat mulai pertandingannya!" ucap Bai Luinha dengan tatapan acuh tak acuh.
Gadis itu sudah tidak tahan dengan sorakan menyebalkan yang diarahkan ke arahnya, ingin cepat menghilang dari keramaian sebisa mungkin.
Mendengar kata - kata yang keluar dari bibir gadis cantik itu, Fuan Yu dan Zhou Luong sama - sama menepuk jidat, mereka sama sekali tidak habis pikir jika gadis nakal itu sangat tidak sopan kepada Cultivator di ranah Nascent Soul seperti Zihan Shi.
__ADS_1
Ketika mengira bahwa ucapan kasar Bai Luinha dapat mengubah penilaian para penonton kepadanya, justru salah, mereka justru bersikap sebaliknya.
"Wuuooo memang yang diharapkan dari Ratu Es kita!"
"Benar - benar elegan! sangat cocok dengan kepribadian anda!"
"Sangat mendominasi!"
"Hatiku meleleh karenamu!"
"..."
Mendengar teriakan penonton yang semakin menyebalkan, Bai Luinha memutar bola matanya dengan ekspresi cuek, namun saat itu matanya memancarkan kilauan ketika melihat ke bangku penonton tepatnya melihat pemuda bertopeng yang duduk di podium Star Alchemist Asosiasiaton. Gadis itu nampak menemukan sesuatu yang menarik baginya.
Melihat Bai Luinha melirik ke arah Nang In, Niiu dan Xuan Li menatap Nang In yang sedang membuang mukanya, benar - benar ingin tahu bagaimana pemuda itu bisa mengenal salah satu dari Four Angles!
"Kamu-!?" Xuan Li ingin bertanya dengan nada kesal namun segera menghentikan ucapannya karena Niiu tersenyum ke arahnya, "Ada apa dengan senyumanmu itu Niiu!?"
" A - Apa maksudmu Niiu!? aku sama sekali tidak peduli jika dia mengenal atau tidak Gadis Frozen Island itu!?" Xuan Li menggembungkan pipi sembari membuang muka.
"Hemm baik - baik~" Niiu masih tersenyum menggoda, nampak menikmati wajah kesal Xuan Li yang terlihat imut baginya.
Karena turnamen menjadi ribut karena keberadaan Bai Luinha, Zihan Shi langsung bergegas mengambil alih suasana. "Eehhmm - eehhmmm..!" Zihan Shi berdehem membuat fokus penonton ke arahnya, "Kalau begitu langsung kita memulai, kali ini yang akan menjadi lawannya adalah....
"Zuhail dari kelompok Desert of Suffering!"
Mendengar kelompok itu disebutkan para penonton terutama para Cultivator menjadi terkejut, bahkan beberapa tokoh besar seperti Jian dan Fuan Yu terkejut mendengar nama kelompok itu.
Pasalnya dalam beberapa hari ini nama Desert Of Suffering terkenal karena prestasinya yang melakukan jasa penjagaan di kawasan gurun pasir, meskipun kelompok baru namun mereka cukup mendominasi di wilayah sebelah tenggara Benua Surga Utara.
__ADS_1
Mendengar namanya disebutkan, Zuhai naik ke atas arena, sosok pria berkulit hitam legam dengan tubuh kekar muncul. Dua kapak besar yang dihubungkan dengan rantai dipikul di bahu pemuda besar itu, sepasang mata hitam melihat Bai Luinha dengan tatapan penuh bintang.
"Sungguh ciptaan dewa yang sangat indah!" ucap Zuhai dengan tatapan penuh pemujaan kepada Bai Luinha, pemuda itu membanting dua kapak besar ke lantai lalu meregangkan otot tubuhnya. "Jika tidak bisa mengambil hati malaikat cantik dihadapanku, jangan panggil aku sebagai pejuang tanah tandus!"
"WHOAH!"
Para Cultivator dari Desert Of Suffering berteriak heboh mendukung ucapan Zuhai, mereka semua berpakaian terbuka dan memiliki kulit bewarna hitam legam.
Melihat bahkan dirinya kini ditargetkan oleh pemuda aneh berkulit hitam membuat ekspresi Bai Luinha memburuk, gadis itu semakin kesal dan ingin segera memberi pelajaran kepada pemuda gila yang menargetkan dirinya itu.
"Karena kedua peserta telah bersiap, pertandingan terakhir di babak penyisihan akan di mulai!"
Seperti biasa Zihan Shi memberitahukan peraturan pertandingan kepada kedua peserta, setelah selesai dia baru menegaskan keduanya untuk bersiap diposisi masing - masing.
"Kedua beserta bersiap, MULAI...!"
Zuhai menyeringai lalu menegangkan otot lengannya, mengayunkan dengan kencang, kedua kapak yang begitu tajam melesat dengan cepat ke arah Bai Luinha.
Bukannya merasa takut, gadis itu memasang ekspresi acuh tak acuh, disekitarnya butir - butir es berterbangan disekitarnya, setelah melakukan segel tangan, gadis itu menyeringai dengan ekspresi kejam.
"Membekulah b-jingan bodoh!"
Kaboom!
Ledakan badai es tiba - tiba terjadi di seluruh arena, asap es yang begitu tebal menyelimuti pandangan sekitar, setelah memudar, tidak hanya dua kapak besar yang melesat ke arahnya yang membeku namun Zuhai, bahkan Zihan Shi beserta seluruh arena pertandingan berubah menjadi es.
Para penonton sampai terkena dampaknya. Bahkan beberapa perwakilan dari sekte kecil sampai sekte besar spontan menciptakan pelindung yang melindungi tubuh mereka dari es yang diciptakan Bai Luinha.
"Gadis nakal itu!" Fuan Yu yang melihat Bai Luinha tidak bisa menahan dirinya hanya bisa tersenyum masam. Sedangkan Zhou Luong mengepalkan erat tangannya karena merasa tertinggal sangat jauh dengan gadis itu.
__ADS_1
Nang In tidak begitu terkejut ketika Bai Luinha mengeluarkan serangan es dalam skala besar, karena ketika pertama kali bertemu, gadis itu sudah menunjukkan bakatnya dalam mengendalikan basic spirit es.
Benar - benar kemampuan yang abnormal untuk gadis seusia dirinya!