
“Ouh pantas saja aku tidak direstui, kenal juga belum dan aku hanya orang miskin yang tidak punya apa-apa makanya aku merantau”
Rena menangis terisak-isak “Tian kenapa dia begitu tega? Kenapa juga harus kamu yang menyampaikannya bukan dia sendiri?”
Tian “Entahlah aku juga tidak tau jalan pikirannya yang kolot itu bisa-bisanya meninggalkanmu huh”
“Lalu apa yang harus aku lakukan?”
“Lupakan saja dia”
“Tidak semudah itu”
“Suatu saat nanti pasti akan ada yang benar-benar mencintaimu dengan sungguh-sungguh dan tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi, dengan Toga mengambil keputusan ini berarti dia menerima kosekuensinya dia tidak bisa seenaknya sendiri. Jika nanti dia menghubungimu biarkan saja jangan direspon”
__ADS_1
“Kamu berbicara seperti itu dengan mudahnya, tapi aku yang menjalankannya sangatlah sulit”
“Semua akan berlalu jika kamu menjalani kehidupanmu seperti semula sebelum mengenalnya”
“Tidak mungkin, bagaimana aku bisa melupakan semuanya dengan mudah, kebersamaanku kenanganku dengannya..”
“Stop jangan dibahas lagi”
Rena pun bersandar dan memangis sepuas-puasnya (Ini untuk terakhir kalinya aku menangisimu Toga kedepannya aku tidak akan membuka hatiku untuk laki-laki dengan mudah)
“Terimakasih Tian, hari sudah menjelang malam aku pulang ya”
“Aku antar ya kebetulan aku bawa motor ni”
__ADS_1
“Baik lah ayo”
Sepanjang perjalanan Rena hanya terdiam tidak berkata apa-apa. Tian yang fokus mengemudikan motorpun sama tidak berani bertanya Tian mengerti jika Rena pasti memerlukan waktu untuk sendiri setidaknya dengan dia memberitaunya akan lebih mudah Rena melupakan Toga daripada nanti Rena mengetahuinya melalui sosial media.
Hari demi hari berlalu Rena berusaha melupakan yang sudah terjadi pada hubungannya dengan Toga
“Aku harus melupakannya untuk apa aku dulu menerimanya sedangkan sekarang yang mengakhirinya adalah dia sendiri ironis sekali haha” Rena memandang langit hitam di malam yang dingin rena merebahkan tubuhnya diatas lantai memandang langit malam. Rena ingat beberapa hari ini belum membuka sosial media dia hanya fokus memikirkan Toga.
Rena membuka sosial media salah betapa terkejutnya dia setelah melihat Toga mengupload foto pernikahannya dengan perempuan yang bernama Luna. Hati Rena yang semula sudah mulai membaik langsung terguncang dan seketika menangis. “Ternyata tidak mudah untuk melupakan seseorang yang telah dicintai dengan sepenuhnya”. Rena memandang foto yang telah di upload oleh Toga dengn baju pengantin yang sangat bagus. Luna begitu cantik dengan kebaya putihnya dan Toga begitu tampan dengan kemeja putih dan jas hitam. “Hmm serasih sekali”. Rena berfikir untuk mengirim ucapan kepada Toga melalui pesan diakunnya, namun niatnya terhenti saat ingat semua kenangan-kenangan bersamanya.
Rena menengis sepuasnya sendirian dimalam yang dingin dikesunyian. Perasaan yang telah terluka kini makin menjadi-jadi dan menumbuhkan amarah yang begitu meledak-ledak. Pada akhirnya Rena mengirim pesan pada akunnya dengan sumpah srapah
“Toga ternyata kamu meninggalkan aku karena ini, hebat yah setelah mendapatkan kepercayaanku padamu dengan penuhnya kamu pergi meninggalkan aku tanpa sebab, parahnya kamu menikah tanpa memberitauku, laki-laki macam apa kamu?? Haaah ternyata selama ini kamu hanya mempermainkanku. Dasar kurang ajar kamu aku sumpahin kamu semoga tidak punya anak. Selama aku belum memaafkanmu..!!!!” Rena lansgung memblokir akun dan terus menerus mengatakan sumpah-srapahnya ditengah isakan tangisnya, sampai Rena tertidur dengan air mata mengalir dengan sendirinya.
__ADS_1