Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 30


__ADS_3

Hi gengs,,,tanjabkan bom like buat aku ya...jangan lupa.


thankyou 😘


happy Reading...


******


"astaga".


suara itu tiba-tiba menyentak aksi panas mereka. seketika Nara mendorong tubuh rayhan dengan deru napas yang memburu.


ternyata itu suara bik narsih yang merusak suasana di malam ini. bik narsih tidak sengaja melewati ruang TV karena mendengar ada suara makanya bik narsih keluar kamarnya dan mengecek. dan ternyata disitu ada tuan dan nyonya mudanya yang sedang asik berdua.


" eh, maaf tuan".kata narsih cepat, dan dengan cepat langsung melenggang pergi meninggalkan majikannya yang masih tersengal deru napas mereka.


"aduh aku ini, dasar ceroboh. saking kagetnya aku jadi keceplosan". gumam narsih mengrutugi kecerobohannya sendiri.


"shitt".umpat ray mengusap wajahnya kasar, karena kini gairahnya telah tersulut gara-gara Nara. sebenarnya ini kesalahannya sendiri sih, niat awal hanya mau menakuti si bocah tengil malah dirinya sendiri yang kebablasan.dan sekarang harus terhenti gegara bik narsih.


Nara yang tersadar dengan cepat berlari masuk menaiki anak tangga ke arah kamarnya dengan napas yang masih memburu dan detak jantungnya yang kini tak beraturan, tangannya gemetar dan kakinya bagaikan tak bertulang.


Nara menutup pintu kamarnya dengan cepat, menyandarkan tubuh nya di pintu.

__ADS_1


" ya ampun, apa tadi? ".gumam Nara memegang dadanya yang serasa hampir melompat keluar. dipegangnya bibir yang tadi di lu*at rayhan.tanpa terasa bibir Nara terangkat membentuk sebuah senyuman.


" haiiss, astaga. apa yang aku pikiran ".kata Nara menggetok getokan kepalanya di pintu. lalu Nara menuju lemari pakaiannya dan menggantikan dress nya dengan baju tidur yang lebih santai dan lekas tidur.


dikamar lain, tepatnya di kamar ray.Rayhan terlihat tak henti hentinya mengumpat. karena kecerobohan dirinya, yang niat awal hanya mau membuat Nara takut malah dirinya pula yang terhanyut. dan disinilah akhirnya dia berada. di bak mandi merendam tubuhnya dengan air dingin di tengah malam karena kesalahannya sendiri.


" shiit, kenapa aku ceroboh sekali, kenapa aku tak terkendali ". ray memejamkan matanya berharap dia melupakan kejadian tadi, tapi entah mengapa malah bayangan dirinya yang tengah berciuman dengan Nara menari nari di kepalanya.


" shitt,,, argghhh".umpat ray lagi lagi.


setelah merasa lebih enakan barulah ray keluar dari bathroom dan memakai pakaiannya lalu lekas tidur tanpa mau mengingat ingat Nara yang nantinya akan membuat nya bergairah lagi.


***


"cie cie yang tadi malam ketahuan".ledek narsih disela sela masaknya yang seketika membuat pipi Nara merona merah.


" ihh, bibik apaan sih ".senyum Nara malu malu.


"hehe, bibik minta maaf ya non. udah ganggu yang lagi hot hot nya".


" issh,, engg.. "


"eghm".belum selesai Nara bicara tiba-tiba suara deheman rayhan mengglegar diruangan dapur. membuat jantung Nara seperti melompat.

__ADS_1


"mana sarapanku? ".tanya ray cuek dan dingin seperti biasanya. dengan cepat Nara menyiapkan sarapannya di meja makan.


mereka pun sarapan dengan diam. sama-sama tidak ada yang membuka suaranya. apalagi Nara yang kini sangat merasa canggung, terlebih jika mengingat kejadian semalam.


disela sela makan Nara melirik ke arah rayhan mencuri curi pandang. dan tanpa Nara sadari ternyata rayhan tau apa yang tengah Nara lakukan disela sarapannya.


"aku memang tamvan, iya kan? ".kata ray yang seketika membuat Nara tersedak.


ray menjulurkan air minum pada Nara lalu bangkit dari meja makannya tanpa menghabiskan sarapannya. Nara pun ikut bangkit dari kursinya.


rayhan mendekati Nara yang tengah menatapnya dan tiba tiba ray mencium keningnya.


"aku berangkat ke kantor. bawakan bekal makan siangku nanti setelah dari kampus. ada supir yang akan menjemputmu".ray melangkah pergi setelah mengatakan itu, meninggalkan Nara yang masih terpaku ditempat nya. tak percaya apa yang di lakukan seorang Rayhan pagi ini.


"a-apa aku sedang bermimpi? awww".rintih Nara mencubit pipinya sendiri karena pagi ini Nara serasa sedang bermimpi.


" ternyata aku tidak mimpi".tanpa terasa senyum Nara mengembang dibibirnya.


lalu Nara menghampiri bik narsih di belakang "bik, Nara berangkat ke kampus dulu ya. oh ya bik, nanti tolong bantu Nara membuat makan siang buat pak ray, Nara akan mengantarkannya ke kantor".


" baik non".jawab narsih senyum senyum, merasa senang dengan perubahan majikannya saat ini.karna narsih melihat kejadian tadi yang tiba-tiba ray mencium Nara lagi dan itu sukses membuat narsih ikut bahagia.


Nara pun meninggalkan narsih dan berangkat ke kampusnya.

__ADS_1


__ADS_2