Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 75


__ADS_3

Burhan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. kekhawatiran Nara selama ini akhirnya terjadi juga malam ini. keberaniannya mengatakan ingin bercerai dari Rayhan membuat ayahnya drop dan sekarang harus dirawat inap.


sekarang mereka berada di ruangan dimana ayah Burhan dirawat. tidak ada kata yang terucap dari ibu Mariska. sama halnya dengan Burhan, Mariska juga pasti syok mendengarnya.


sebenarnya banyak pertanyaan yang melintas di pikirannya. ada masalah apa diantara Nara dan menantunya sehingga Nara mengucapkan hal yang membuat ayahnya syok. tapi Mariska enggan untuk mempertanyakan meskipun Mariska yakin pasti ada sesuatu diantara mereka.


"aku mau bicara! ". kata Nara menatap tajam Rayhan. Nara langsung meninggalkan ruangan dengan diikuti Rayhan dibelakangnya. Nara mencari tempat yang aman dan nyaman untuk berbicara empat mata dengan suaminya itu. dan berhenti di tangga lift.


" ini semua gara-gara anda pak Rayhan! aku tidak akan memaafkan pak Rayhan kalau terjadi sesuatu pada ayahku! ". marah Nara memulai pembicaraan.


"kenapa kamu malah menyalahkanku?!sadarkah kamu jika saja kamu tidak mengatakan hal seperti tadi ayahmu tidak akan berada disini. lihatlah kekacauanmu sendiri. kau malah menyalahkanku?cih,,yang benar saja!". kata Rayhan tak Terima. "nara?menurut lah. pulang padaku dan jangan katakan apapun lagi, maka ayahmu akan baik baik saja. kamu tinggal menutup rapat rapat bibirmu ini". sambung Rayhan mengusap bibir Nara lalu pergi begitu saja meninggalkan Nara.


" hah! dasar orang tua kurang ajar! berani beraninya dia!. geram Nara kesal. Nara tidak menyangka Rayhan akan selicik itu. menurut Nara Rayhan adalah manusia teraneh di dunia. Nara jadi tidak bisa membedakan antara benci dan cinta..


Rayhan yang sudah kembali terlebih dahulu keruangan ayah Nara langsung menyadarkan Mariska yang nampak sedang melamun.


"ibu istirahatlah. biar Rayhan yang akan menjaga ayah".


" nak Rayhan apa yang terjadi pada kalian? apa kalian ada masalah? ". tanya Mariska penasaran..


" tidak terjadi masalah apapun diantara kami. hanya saja Nara agak sedikit ngambek sama Rayhan. ibu tenang saja ". kilah Rayhan berbohong..


pertanyaan yang sedari tadi sudah menumpuk dikepala Mariska terjawab sudah oleh kebohongan Rayhan. ekspresi Rayhan membuat Mariska percaya begitu saja.


ceklek... pintu terbuka menampakkan sosok Nara masuk kedalam ruangan dengan bibir yang dimanyunkan.


rasanya Nara sangat muak melihat wajah tampan Rayhan. haruskah Nara melanjutkan sandiwara ini? haahh,,, tapi mau bagaimana lagi Nara tidak mungkin kan membiarkan ayahnya sakit seperti ini gegara masalahnya.


mungkin kali ini Nara harus menuruti apa kata Rayhan. memang benar apa kata Rayhan, kalau saja Nara tidak memberitahukan keinginannya untuk bercerai pada ayah bagas pasti ayahnya tidak akan masuk rumah sakit, bukan?

__ADS_1


ahh,,, taulah... Nara pusing harus melakukan apa dan bagaimana. tindakan seperti apa yang mestinya Nara lakukan. disatu sisi Nara teramat ingin lepas dari Rayhan tapi disisi lain Nara tidak mau keluarganya khawatir dan menjadi beban keluarganya.


....


paginya keadaan Burhan sudah membaik dari sebelumnya. alat bantu oksigen yang kemarin terpasang kini sudah dilepaskan oleh dokter.


kini Nara berada didepan ruangan sambil melamun.


" sebaiknya nyonya jangan terlalu menekan mental pak Burhan dan membuat beliau syok. keadaan beliau benar-benar tidak baik. dan jaga terus kesehatannya ". kata dokter yang terus terngiang-ngiang ditelinga Nara. membuat Nara semakin tidak tega untuk memberitahukan masalah pernikahannya selama ini.


" ok Nara! apapun yang terjadi sesakit apapun nanti. aku harus mempertahankan pernikahan ini demi ayah. fighting!". gumam Nara menyemangati dirinya sendiri. Nara sudah memutuskan sepanjang jalanan dari ruangan dokter tadi bahwa sesakit apapun pernikahannya kini Nara harus terapi bertahan. mungkin inilah takdir hidupnya yang sudah digariskan Tuhan.


Nara kembali masuk keruangan Burhan untuk menggantikan ibunya. sejak kemarin ibunya selalu terjaga untuk menemani ayahnya. dan Nara ingin ibunya pulang untuk istirahat. Rayhan juga sudah pulang sejak pagi karena harus menghadiri rapat di kantornya..


"ibu pulang dulu ya. istirahat. biar Nara yang menjaga ayah".kata Nara. setelah membujuk ibunya pulang akhirnya Mariska mengalah untuk menuruti Nara. tak bisa dipungkiri tubuh Mariska memang terasa lelah.


" maaf ayah.. apa Nara yang membangunkan ayah? ".. tanya Nara yang dijawab gelengan kepala oleh Burhan dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.. melihat Nara didepannya membuat energi Burhan serasa penuh kembali.


" Nara? ayah masih tidak mengerti apa maksud ucapanmu kemarin?apa kamu benar-benar tidak bahagia nak?". tanya Burhan menyelisik dengan wajah lemahnya.


nara agak terlonjak mendengar pertanyaan ayahnya.


"sstt.. tidak ayah, ayah jangan bahas itu lagi. maafkan Nara karena asal ngomong saja. jangan dipikirkan. Nara bahagia asal ayah juga bahagia selalu sehat dan baik baik saja. itu sudah cukup".. ucap Nara tersenyum.


....


esoknya Burhan sudah diperbolehkan untuk pulang. karena keadaan Burhan sudah lebih baik. tapi Nara tidak langsung pulang kerumahnya melainkan ikut pulang kerumah orang tuanya.


" aku akan disini. pak Rayhan boleh pergi ". ketus Nara yang langsung mendapat cubitan dari Mariska.

__ADS_1


" kamu ini sopan sekali. maaf nak Rayhan. ayo silahkan masuk dulu ".mariska mempersilahkan menantunya.


" tidak usah bu, ray mau langsung berangkat ke kantor. nanti sepulang kantor aku akan menjemput Nara".


Nara yang mendengar Rayhan akan menjemputnya langsung mengayunkan tangannya bermaksud menolak pernyataan Rayhan.


"tidak perlu! aku akan menginap disini".


" baiklah, nanti sekalian aku juga menginap di sini ". Rayhan melengkungkan sedikit bibirnya tersenyum menatap Nara. membuat Nara langsung membulatkan matanya.


" kalau pak tua ini menginap di sini berarti aku harus tidur dengannya??!tidak tidak..aku tidak mau". gumam Nara dalam hati.


"a.haha... aku akan pulang saja". kata Nara tertawa kaku. tidak bisa membayangkan jika harus tidur bersama Rayhan. kalau dulu mungkin Rayhan tidak akan menyentuhnya. tapi Nara tak menjamin untuk sekarang. mengingat kelakuan Rayhan terhadapnya yang pernah menyentuhnya paksa. membayangkan saja membuat Nara bergidik ngeri.


Rayhan pun berpamitan untuk langsung berangkat ke kantor.


***


sorenya Rayhan menepati perkataannya untuk menjemput Nara. dengan berat hati akhirnya Nara mengikuti Rayhan walaupun entah apa yang akan terjadi nanti..


.


.


.


jangan lupa like kk... 😊


.. maaf jarang up.. karena kehidupan real ku yang sedang rumit juga kaya ceritaku 😄.. amsong banget kan.😔. minta doanya biar bisa tiap hari up.. thankyou 😘

__ADS_1


__ADS_2