
Rayhan memlencingkan mobilnya cepat menuju apartemen anin. bayangan Nara masih melekat dengan jelas di otaknya yang cerdas itu. bagaimana tidak terbayang bayang, jantungnya saja kini masih berdetak kencang kayak sehabis lari maraton.
Rayhan tidak habis pikir mengapa jantungnya berdetak begitu cepat, dan parahnya lagi mengapa terongnya bangun begitu saja tanpa disuruhnya.
"ya Tuhan. kenapa terong ku bisa anu sih melihat dia begitu,cup cup,sabar ya terong".gumam ray menenangkan dirinya sendiri.
"haishh, dasar wanita itu. shit". umpat Rayhan memukul stir kemudi yang tidak bersalah terus menerus di sepanjang jalan, karena dirinya tidak bisa berhenti membayangkan Nara.
~
sesampainya di apartemen anin, Rayhan memencet bel pintu yang langsung dibuka dan di sambut oleh seorang wanita cantik nan sexy. siapa lagi kalau bukan Anindita. si istri sirinya itu.
" sayang, kenapa kamu lama sekali! ".omel anin memeluk tubuh Rayhan yang kekar itu.
" cepat beresin barangmu. kita pulang sekarang ".
" tapi kamu baru sampai sayang ".
" tidak apa, ada yang mau aku omongin di rumah ".
" omongin saja di sini, kenapa harus menunggu dirumah? ".kata anin yang sudah nemplok kayak cicak cicak didinding diam diam merayap datang seekor nyamuk hap lalu ditangkap.
duuh, authornya malah nyanyi :)
__ADS_1
tangan anin kini bermain main di dada bidang ray membentuk benang kusut yang tak ada ujungnya.
karena merasa geli keenakan gitu Rayhan langsung memegang tangan anin yang bergerak lincah di dadanya, lalu mengecup bibir anin sekilas.
cup..
" kita bicarakan di rumah ".
Rayhan hendak melangkah pergi, namun anin menahannya dengan memegang ujung baju yang Rayhan kenakan. dibaliknya tubuh ray lalu meng*cup bibirnya itu yang menggoda.
kec*pan berubah menjadi lum*tan lum*tan yang menggairahkan. Rayhan menjadi semakin tergoda dengan kelakuan anin apalagi gairah yang dari tadi ditahannya belum tersalurkan. berakhirlah kini mereka diranjang, menyalurkan kehangatan dipagi hari yang erotis.
"anin, sudah lama aku menunggangimu, apa belum ada tanda-tanda kamu mengandung Rayhan junior? ".tanya Rayhan sesudah olahraga pagi diranjang yang masih memeluk tubuh polos anin.
"haha.. maafkan aku. bukan begitu maksudku".kata ray terkekeh menowel hidung anin gemas.
" aku belum merasakan tanda-tandanya ".jawab anin lemas.
" apa perlu kita konsultasi ke pak penghulu? ".
"sayang, kok pak penghulu sih!! yang benar saja".
"emh maksudku ke dokter. kenapa aku tiba-tiba keinget pak penghulu".kata Rayhan cengengesan menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
__ADS_1
" ihh, kamu gak lucu tau gak.. aku rasa kita tidak perlu ke dokter, lagipula aku sangat menikmati kita yang seperti ini ".
" kenapa? apa kamu tidak mau menjadi ibu dari anak-anak ku?! "
"ah, bukan begitu maksudku. mungkin kita belum dikasih kepercayaan untuk mempunyai anak sekarang".kata anin yang hanya ditanggapi dengan anggukan kepala ray.
Rayhan sangat memahami keadaannya yang belum dikasih momongan oleh Tuhan. mungkin sekarang belumlah waktunya Rayhan menjadi seorang daddy.
selesai berbincang, Rayhan dan anin lantas membersihkan tubuh mereka walaupun tadinya mereka sudah mandi.
setelah bersiap mereka meninggalkan apartemen anin dan menuju rumah Rayhan.
sedangkan Nara yang berada di rumah Rayhan kini nampak sedang asik mengotak atik handphone kesayangannya disofa depan TV. ia sedang berselancar ria di sosmednya.
bersambung..
***
Hai guys...
maafkan aku karena dari kemaren lama baru up hari ini..
sebenarnya hati ini menggebu gebu pengin up dari kemaren, tapi aku terlalu down dengan hasil statistik novelku. π. maka dari itu guys semangatin aku dengan cara like and vote mu. dan satu lagi. standby me.. eh bener gak si bhs Inggris ku. akunya sok buleπ.. intinya tetep bersamaku dengan dijadikannya ceritaku sebagai favorit kalian. thankyou ππ
__ADS_1