Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 37


__ADS_3

Didalam kamar, Ray tengah memegangi dadanya yang serasa bergetar. tak tahu apa penyebab jantungnya bergetar seperti ini. apa semua ini karena Nara?. padahal pada cinta pertamanya saja jantung Rayhan tak berdetak seperti ini. apa cintanya terhadap anin hanyalah sebatas obsesi saja??


mengapa ia mendadak gerogi dan menjadi salah tingkah tak karuan seperti ini. kini ray bersikap seperti bukan dirinya yang seperti biasanya.


...FLASHBACK...


ray mengambil selimut didalam kamar yang ditempatinya dan menyelimuti tubuh Nara yang tertidur disofa, lalu berjongkok untuk mengamati wajah Nara yang terlihat lelah. entah karena bermimpi atau kedinginan Nara memeluk Rayhan yang ada di depannya.sontak membuat tubuh ray menegang ditempat.


Nara begitu erat memeluk leher ray sehingga wajahnya tepat berada di hadapan Nara yang tengah terpejam pulas. pandangan ray terpusat pada bibir Nara yang terlihat menggoda baginya. tanpa terasa ray menempelkan bibirnya pada bibir Nara yang sedang tertidur


CUP..


satu kecupan mendarat dibibirnya. tapi satu kecupan rasanya tak cukup baginya. Rayhan sangat teringin mengulanginya lagi.


CUP CUP CUP...


Rayhan sangat senang bisa mencium Nara.Tidak ada reaksi apa apa dari Nara, mungkin karena saking pulasnya tertidur Nara tidak merasanya. itu semakin membuat Rayhan teringin memperdalam ciumannya.


ray pun menciumnya lagi dan kali ini ia me*umat bibir Nara yang begitu manis buatnya. tanpa terasa ciuman itu semakin menuntut, membuat yang punya bibir terbangun dari tidurnya karena terganggu dengan aksi Rayhan.


"emh... emh.. " jerit Nara tertahan karena bibirnya kini dilahap Rayhan dengan rakusnya. tangan Nara tak lagi memeluk Rayhan melainkan mendorong tubuh ray. tapi tak sedikitpun membuat tubuh ray bergeming.


bukannya menjauh, Rayhan malah memegang tangan Nara dan menguncinya, kini tubuh ray naik ke atas Nara di sofa.


Nara semakin takut dengan aksi Rayhan yang seperti ini. Nara menggigit bibir bawah Rayhan hingga ciuman itu terlepas.

__ADS_1


"YA!!apa yang Bapak lakukan???! ".marah Nara dengan napas yang terengah.


astaga, apa yang aku lakukan. batin ray bangkit dari tubuhnya.


" eghmm... tidak ada".ray berdeham untuk mengurangi kecanggungannya dan langsung melenggang pergi dengan cepat ke kamarnya. tidak ada kata kata lagi yang dijelaskan Rayhan yang membuat nara bingung.


huffh.. untung saja Anin tidak memergoki kelakuannya.


"dasar,, apa yang dia lakukan".gumam Nara memegangi bibirnya.


Flashback off.


***


mereka sarapan roti panggang dengan isi selay, ada berbagai selai dimeja makan.


" sayang, kamu mau pake selai apa? "tanya anin manja pada ray.


" apa saja yang penting tidak sama dengan si bocah tengil itu ".jawab ray melirik kearah Nara.


Nara yang sedang mengolesi roti dengan selai kacang menghentikan aktivitasnya " emangnya siapa yang suruh Bapak untuk sama denganku! ".nara menatap ray dengan kesalnya.


Nara heran dengan sikap Rayhan yang seperti kulit durian,gak ada mulusnya. kadang baik kadang ngeselin. baru saja tadi malam Nara dibuat dag dig dug der dengan ulah Rayhan yang menciumnya. dan kini paginya Nara dibuat kesal olehnya. dasar manusia aneh.


" udah deh, pagi pagi kok udah berdebat si".kata Anin menatap Nara.

__ADS_1


"ih kok q sih yang disalahin, harusnya noh yang disalahin".nara menunjuk arah ray.


" loh kok jadi aku! "jawab ray tak terima.


" kenapa kamu jadi nyalahin mas ray si".


awal pagi sarapan mereka dengan berdebat yang tidak akan ada selesainya. tidak ada yang mau mengalah berdebat di antara Mereka bertiga.


setelah selesai sarapan dengan dihiasi perdebatan mereka bersiap siap membereskan barang Anin. karena hari ini Rayhan akan membawa pulang anin kerumahnya.


"pak mas, aku akan pulang dulu. karena aku sudah mengemas barangku disini".pamit Nara.


" tidak. kau akan pulang bersamaku dan juga Anin, tunggu sebentar Anin segera selesai berkemas".


Nara pun pasrah dengan jawaban ray. tidak ada gunanya Nara membantah perkataan Rayhan karena itu akan percuma.


selesainya Anin berkemas akhirnya mereka siap meluncur kerumah Rayhan. Rayhan menyetir sendiri menggunakan mobil Anin. Anin tepat berada disamping ray, sedangkan Nara duduk di bangku belakang.


disepanjang jalan rayhan memegangi tangan anin dan sesekali menyentuh pipinya. membuat orang yang


duduk di belakang serasa hantu yang tidak kelihatan keberadaannya.


ya Tuhan apa salahku.. gumam Nara.


karena jenuh dengan perjalanan ini Nara memutuskan untuk memejamkan matanya, agar tidak melihat dua sejoli didepannya yang membuat dadanya terasa sesak.

__ADS_1


__ADS_2