
Seharian Nara menunggu Bagas dan Clara sang mertua yang konon katanya akan datang. namun hingga sore mereka belum juga menampakkan batang hidungnya. Nara sudah mencoba menghubungi mereka., namun mertuanya tak menyaut panggilannya. yang datang malah panggilan alam yang tak di undang, alias mules.
saking geroginya kedatangan mertuanya, perut Nara menjadi mules dan sering buang air kecil sampai bolak-balik kamar mandi. karena biasanya Nara dan Rayhan lah yang berkunjung ke rumah mertuanya. tapi kali ini rumah Nara yang akan dikunjungi mertuanya, sehingga Nara agak merasa campur aduk dan bingung harus berbuat apa.
karena Nara menelfon Bagas dan Clara tidak ada jawaban, Nara menelfon Rayhan.
"halo".jawab ray disebrang sana.
" *Papa mama belum sampai, aku hubungin juga gak diangkat. apa mereka tidak jadi ke sini, apa Bapak sudah menghubungi mereka?? ".
" kamu sopan sekali, langsung nyerocos kayak burung belum dikasih makan. harusnya aku yang nyerocos, selama ini burungku lah yang belum kamu kasih makan* ".protes Rayhan.
" *hah? Bapak ini ngomong apa, aku gak ngerti "
"hmm dasar bocah mana ngerti".
" siapa yang bocah, bapak aja yang ketuaan! ".
" kamu it*,, "
Nara memotong kalimatnya sebelum ray menyelesaikannya.
"*stttt, diem deh gak usah di bikin ribut. bapak sudah menghubungi papa mama apa belum? "
"ya tadi mereka baru saja menuju rumah, tapi katanya mau mampir ke suatu tempat dulu. aku juga sudah di jalan* ".
__ADS_1
tut... tut...
Nara mematikan teleponnya tanpa menanggapi omongan Rayhan.
" haishhh, wanita itu".geram ray.
selang berapa menit mobil Rayhan tlah sampai di parkiran rumahnya. Nara yang dari tadi menunggunya langsung keluar menyambut suaminya itu.
"loh mama mana? ".
cetak...
" awww "
Rayhan menyentil jidat Nara yang ditanggapi dengan ringisan kecil dari bibir Nara.
" ah, iya ya. kenapa aku lupa "
Rayhan memutar bola matanya malas. butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi istri kecilnya yang satu ini. Rayhan lekas masuk tanpa menghiraukan Nara dan langsung menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya yang lelah itu. setelah bebersih Rayhan menemui Nara yang sedang menonton televisi acara drakor kesukaannya.
Rayhan duduk di sebelah Nara yang tampak serius menonton. karena Rayhan yang kurang suka dengan acara televisi yang Nara lihat ray hendak mengganti acara televisi tersebut. namun sebelum itu terjadi dengan cepat Nara menyambar remot yang sudah di pegang ray.
"eehh,, bapak mau apa? gak ada acara ganti ganti cenel yah".nara melotot menghadap Rayhan.
" cih, film begituan ju,,,, "pas ray hendak berkata, film yang Nara tonton pas sedang ada adegan ciumannya. membuat Rayhan terdiam. entah mengapa jantung Rayhan berdetak lebih kencang saat ini. padahal ciuman bukan hal yang baru dilihatnya. dia sudah pernah merasakannya bahkan lebih.
__ADS_1
" bapak kenapa?. tanya Nara belum menyadari gambar film yang ditayangkan di televisi. Nara heran mengapa tiba tiba Rayhan terdiam sampai membulatkan mulutnya lebar. karena penasaran Nara berbalik menghadap televisi yang ada didepannya.
otak Nara serasa bleng saat ini. matanya tidak bisa digerakan walaupun hanya sekedar berkedip. tak sadar tangannya meremas tangan Rayhan yang berada di sampingnya.
seketika itu Rayhan tersadar dari kegilaan sesaat karena film itu.
"Nara,apa kamu mau mencobanya? ".tanya ray hati hati.
" ya".jawab Nara tampa sadar yang masih nampak serius menyaksikan adegan panas didepannya.
"kamu yakin?".tanya ray memastikan, dan diangguki oleh Nara.
Rayhan tersenyum simpul menanggapinya. kesempatan emas bagi Rayhan bukan?. ray mulai mendekati Nara dan memegang tengkuk Nara agar menghadapnya.
" a-apa yang bapak lakukan? ".
" apalagi kalau bukan melakukan yang seperti di dalam televisi itu ".
" a-apa!? ".
" tadi kamu yang memintanya ".
Rayhan mendorong tubuh Nara ke senderan sofa untuk menciumnya.
" Nara, aku sudah berusaha menahannya, kau tau".ray mendekatkan bibirnya di bibir Nara hendak menciumnya.
__ADS_1
Nara tidak berdaya diperlakukan seperti itu, tubuh dan mulutnya serasa kaku.