Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 20


__ADS_3

Nara sampai dirumah sudah malam. saking asiknya bermain di taman Nara sampai melupakan waktu pulang. padahal rayhan sudah memperingati nya sebelum berangkat untuk tidak pulang larut. Nara juga lupa meminta ijin ray bahwa dirinya pulang larut. jangankan meminta ijin menghubungi nya saja Nara lupa.


sebenarnya Rayhan juga bisa menghubungi Nara dan bertanya tapi ray terlalu naif.


entah beberapa kali rayhan menengok arah luar rumah dari balkon kamarnya. mondar mandir di kamarnya. untuk kesekian kali rayhan duduk berdiri, jangan tanyakan raut mukanya ya gaes.. mukanya serem antara marah dan khawatir menjadi satu.marah karena Nara tidak menepati apa yang diperintahkan ray. dan khawatir tentunya jam menjelang larut Nara masih ada di luar.


sampai akhirnya rayhan melihat ada taksi yang berhenti di depan rumahnya.


"itu pasti si bocah. cih dasar bocah ingusan". rayhan berdecak lalu keluar kamar menuruni anak tangga dan berdiri di samping pintu yang gelap. karena semua lampu telah dipadamkannya. bik narsis juga sudah ada dikamarnya mungkin saja sudah tertidur.


Nara berjalan mengendap endap masuk kerumah. Nara sangat bersyukur karena pintu rumah tidak terkunci. namun rumahnya terlihat sepi dan gelap, tidak biasanya semua lampu dipadamkan. dengan perasaan takut Nara berjalan melewati rayhan yang sebenarnya tak jauh dari Nara. karena gelap jadi Nara tidak melihat rayhan berdiri didekat pintu dan sedang menunggunya.


tiba-tiba Nara terdiam bergerak ketika ada yang menyentuh pundaknya. seperti sebuah tangan yang besar, Nara tersentak, memejamkan matanya sebentar sebelum akhirnya tanpa aba aba Nara berbalik badan dan menonjoknya.


Bbughgt.


"aww".rayhan jatuh tersungkur ke lantai karena kaget yang tiba-tiba di tonjok oleh Nara.


"siapa itu?! ". seru Nara lalu menyalakan lampu di rumahnya.


"astaga bapak, apa bapak tidak apa apa, ahh maksudku apa mas tidak apa apa?".tanya Nara dengan panik.berjongkok didepan rayhan yang tengah terkulai di lantai. bibir ray yang kena sasaran pun kini tak luput mengeluarkan darah segar karena robek.


"apa yang tidak apa apa, kau menonjokku ini jelas apa apa!!!! ". seru rayhan marah.


" lagian kenapa bapak mas menyentuhku tiba-tiba? kan akunya jadi kaget?! ".

__ADS_1


rayhan mengerutkan dahinya merasa aneh dengan panggilan yang Nara sebutkan.


Nara membantu ray berdiri dan mendudukkannya di sofa depan TV, Nara mengambil kotak p3k lalu mengobatinya.


Nara dengan perlahan mengelap darah yang yang ada di bibir rayhan karena sobek akibat dipukulnya. hingga mereka saling berhadapan dengan sangat dekat.


Deg. deg. deg..


entah mengapa jantung rayhan merasa berdetak kencang, terasa bisa didengar nyaring. takut Nara mendengarnya rayhan langsung mendorong Nara kebelakang.


" kenapa? apa terlalu sakit? ". tanya Nara polos..


" kalau udah tau kenapa tanya, dasar bocah ingusan ". grutu rayhan.


" aku kan hanya nanya, kenapa bapak mas marah marah..? "


"aku kan tidak sengaja, lagian bapak mas juga yang salah ngagetin aku,jadi aku reflek... maafkan aku".nara menundukan kepalanya merasa bersalah, entah mengapa juga dirinya ingin menangis.


" seharusnya kamu ijin dulu, kamu tahu nomor ponselku. sekarang kamu istriku, tanggungjawab mu ada ditanganku. dan kamu juga harus tau tanggung jawab seorang istri dan kewajiban seorang istri.


"tapi bapak mas, aku kan.... ". belum selesai ngomong rayhan memotong pembicaraan Nara.


"siapa yang kamu sebut bapak mas?! apa itu aku? ".


Nara mendongakkan kepalanya yang tadi menunduk.

__ADS_1


"tentu kamu lah siapa lagi... emang disini ada orang lain apa!".grutu Nara dalm hati.


Nara hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"cih, kamu bener bener yah.hahgh..panggil aku mas dan nggak perlu ada embel apapun!


mulai sekarang kamu harus tau tanggung jawab seorang istri, kamu harus selalu mengabariku, tidak pulang larut, dan Siapkan segala sesuatu keperluan ku".


rayhan berlalu meninggalkan Nara disofa depan TV. tanpa mau mendengarkan jawaban Nara atau melihat Nara.


" hah, begini salah begitu juga salah! ".kata Nara kesal.gadis itu langsung menuju kamar membersihkan tubuhnya lalu beranjak ke kasur untuk tidur.


ponselnya berbunyi tanda notifikasi whatsapp masuk yang ternyata adalah ray.


(sediakan pakaian kerjaku besok pagi. kamar tidak ku kunci. besok masuk saja. jangan sampai kesiangan... harus tepat waktu..).


Nara hanya membacanya tanpa berniat membalasnya. di rebahkan nya lagi tubuhnya yang terasa lelah..


ditempat lain tepatnya kamar Rayhan. ray tengah mengamati ponselnya. menunggu jawaban pesan Nara. namun sampai 5 menit 10 menit dan kini sudah setengah jam ray menunggunya tak kunjung adanya ciri-ciri balasan dari nara. hanya ada tanda centang dua berwarna biru yang menandakan pesan telah dibaca.


entah mengapa Rayhan sangat menunggu balasan dari Nara..


"dasar bocah... pesanku diabaikan? apa dia sudah tidur? ".


Rayhan berfikir sejenak menyandarkan punggungnya diranjang

__ADS_1


"kenapa aku memikirkannya, apa aku sudah gila! ".


pikiran ray benar benar kacau.


__ADS_2