Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 96


__ADS_3

paginya. seperti apa yang dikatakan Rayhan kemarin. Rayhan menepati perkataannya, bahwa dia akan datang untuk menjemput Nara dan calon beby nya yang masih didalam perut Nara untuk dibawa pulang kerumahnya.


dan satu hal yang tidak di bayangkan Nara sebelumnya. Rayhan benar-benar datang dan tidak hanya sendirian. rupanya Rayhan mengikut sertakan kedua orang tuanya.


ya. Bagas dan Clara memaksa Rayhan untuk ikut serta saat tau putranya itu mau menjemput Nara. Bagas dan Clara kini tidak akan membiarkan putranya membawa menantu nya sendirian.sudah dipastikan Burhan dan Mariska tidak akan membiarkan putranya membawa Nara. maka dari itu, disinilah Bagas dan Clara akan meminta baik-baik putri dari sahabatnya itu. entah apa reaksi dan hasilnya nanti. kita lihat saja.


dan tentang Anin. tentu saja Anin tidak tahu rencana Rayhan. Rayhan masih belum bisa menjelaskan niatnya pada Anin..


"ada apa kalian kemari? ". tanya Burhan dingin dengan sorotan mata tajam menukik ke arah Rayhan saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.


tanpa rasa takut sedikitpun, Rayhan menjawab pertanyaan yang Burhan lontarkan dengan terus menatap Nara yang ada didepannya.


"saya mau menjemput istriku ". satu kalimat keluar dari mulut Rayhan yang langsung mendapat cubitan keras dari Clara. bagaimana tidak! dengan semua apa yang sudah terjadi kini Rayhan meminta anak orang begitu saja tanpa menyapanya dulu basa basi atau bagaimana yang kiranya terlihat sopan.


" aw mah... ".. ringis Rayhan kesakitan.

__ADS_1


" dasar bodoh! kenapa kau memintanya seperti itu?! ". bisik Clara tak habis pikir dengan kelakuan putra satu satunya itu.


" ah, begini Burhan. kedatangan kami kesini karena. pertama, kami mau meminta maaf ". Bagas berdiri dengan menyuruh Clara beserta Rayhan untuk ikut berdiri dengan membungkukkan badannya sebagai tanda permintaan maafnya. "maafkan putraku.. putraku memang bersalah dilihat dari segala hal. tapi dia tetaplah masih menjadi suami sah dari putrimu". Bagas menghela nafasnya sejenak. "dan yang kedua, kami mau menjemput Nara pulang. bisa diingat kembali putraku memang bersalah Burhan, tapi dia tetaplah suami sah dari putrimu, ayah dari anak yang dikandung putrimu".


" kenapa putriku harus pulang! ini adalah rumahnya. rumah yang sebenarnya untuk putriku ya disini! ".sela Mariska yang sudah geram. Mariska tidak mau putrinya dibawa Rayhan dan disakiti lagi.


" Nara. ikutlah denganku. aku akan memperbaiki semuanya. maafkan aku, dan beri aku kesempatan lagi ".ucap Rayhan memohon.


sedangkan Nara yang ditanya masih kebingungan dengan jawaban yang harus dipilihnya. satu sisi Rayhan adalah suami sahnya. Rayhan memanglah ayah dari anak yang di kandungnya. tapi mengingat sisi yang lainnya. Nara tidak mau disakiti lagi mengingat dirinya bukanlah wanita satu-satunya bagi suaminya. Nara benar-benar tidak mau berbagi atap dalam rumah tangganya.


ya. semalam Richo yang terus saja bersin bersin tiba-tiba teringat dengan Nara. rasa khawatir, cemas, dan terus terbayang-bayang wajah Nara itu membuat Richo langsung menghubungi Nara via telepon.


dan benar saja. rasa khawatir yang tiba-tiba muncul itu ada hubungannya dengan Nara. terbukti dari Nara yang dihubunginya terdengar seperti sehabis menangis. suara gemetar dan suara ingus yang keluar menjadi bukti menandakan memang Nara sedang menangis.


meskipun Nara menyangkalnya dan tidak menceritakan apapun yang terjadi, tapi Richo tahu bahwa Nara sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. dan sudah dipastikan itu adalah gara-gara Rayhan. siapa lagi.

__ADS_1


" jangan menangis. jangan terus menangis, hem". ucap Richo menyarankan. "jangan terlalu lama menyalahkan diri dan bersedih. jangan memejamkan mata dan hanya mengeluarkan air mata jika melewati saat saat ini". Richo menarik nafasnya sejenak. "jangan berpura-pura baik-baik saja, lihatlah dan jangan menghindarinya. hadapilah dengan iklas, mengerti". jelas Richo panjang lebar yang sudah seperti petuah.


" tapi Nara! kau tidak akan melupakan apa yang telah terjadi, bukan?! meskipun aku bahkan tidak bisa membayangkan kesedihanmu. tapi kamu jangan melupakan apa yang sudah terjadi, oke! ". sambung Richo yang terdengar cemas. ya Richo tidak mau Nara melupakan apa yang sudah Rayhan lakukan dan memaafkannya. terlebih ada anak Rayhan yang dikandungnya. Richo tidak mau Nara menerima Rayhan dan memberinya kesempatan lagi. tak peduli jika orang lain menyebutkan dirinya egois.. walaupun juga sebenarnya Richo juga pernah menyakiti Nara.


Nara yang sedari tadi diam saja dan hanya mendengarkan Richo sangat memaklumi apa yang dikatakannya..


mengingat kejadian semalam membuat Nara tak terasa menampakan senyum di bibirnya. membuat Rayhan beserta Clara dan Bagas ikut tersenyum lega dibuatnya. terlebih Rayhan. perkataannya yang dijawab senyuman itu bukankah menandakan bahwa Nara memaafkannya dan mau menerimanya lagi? serta mau ikut dengannya, bukan?! haish,,, syukurlah..


" aku.... "


"Bagas, nak Rayhan! sudah cukup. kalian tidak perlu memaksanya! ". kata Burhan memotong perkataan Nara.


Nara yang tahu Burhan khawatir langsung menggenggam tangannya.


" ayah, aku baik-baik saja.. ".ucap Nara tersenyum lembut. seketika Nara mengalihkan wajahnya menghadap Rayhan. " aku akan berbicara satu kali, maka dari itu dengarkan aku baik-baik. pertama, 'aku tidak akan pulang kerumah siapapun karna rumahku disini. kedua, pak Rayhan. bagaimana mungkin aku memberimu kesempatan lagi jika sampai saat inipun kamu belum bisa memilih antara aku dan wanitamu. ketiga, memaafkanmu? aku tidak akan memaafkanmu! keempat, ayo bercerai".

__ADS_1


__ADS_2