
"pak Rayhan dengarkan aku!. aku... "
"pak? ".potong Rayhan cepat. "kamu menyebutku dengan panggilan itu lagi. haish.. kamu mau aku... ".
" stop..!! oke oke,, begini. dengarkan aku ayahnya beby Gray.. aku sedang tidak menginginkanmu, okay. dan tolong jangan bersikap seenaknya sendiri terlebih melewati batasku, hem. so, jangan seperti ini! ". marah Nara yang sudah tidak terbendung.
" beby Gray? ". tanya Rayhan dengan dahi berkerut. tidak maksud dengan apa yang dikatakan istrinya. kenapa beby nya disebut beby Gray.
Nara lantas menganggukan kepalanya. "aku belum tahu dia beby boys or beby girls".
" kamu belum memeriksanya lagi?! ". sungut Rayhan dengan nada tak percaya.
" belum. sudahlah kamu jangan banyak bertanya. dan menyingkirlah dari hadapanku dan juga hidupku kalo perlu! ".
Nara mendorong tubuh Rayhan. turun dari duduknya diatas meja wastafel. lantas berniat untuk segera pergi dari sana.
tapi dengan cepat tangan Rayhan mencekal lengannya.
" tunggu".
"Nara mari kita mulai dari awal. aku akan berusaha menjadi yang lebih baik untukmu, untuk beby kita ".
" beri aku kesempatan untuk memperbaiki ini. ini memang salahku tapi setidaknya beri aku kesempatan ".Rayhan berusaha meyakinkan Nara.
disaat ini Nara bingung harus bagaimana. ia hanya bisa menatap intens mata seseorang yang masih menjadi suaminya. menyelisik lewat bola matanya, apakah yang dikatakannya adalah benar-benar dari lubuk hatinya atau hanya sekedar rayuan untuk menjebaknya masuk ke lubang yang sama.
" pulanglah denganku ".sambung Rayhan lagi.
" lalu wanitamu? ".. tanya Nara dengan menahan rasa sesak didadanya.
" Anin akan baik baik saja.. aku akan membicarakannya.. akanku pastikan aku adil untuk kalian berdua".
cih... terdengar decakan Nara dengan senyum miring nya.
"ceraikan dia atau ceraikan aku! ".
" Nara! ".. Rayhan menghela nafasnya kasar dengan menyugar rambutnya kebelakang.. membujuk istri yang satu ini benar-benar membutuhkan kesabaran extra.Rayhan bahkan hampir gila dibuatnya.
" aku tidak bisa terima wanitamu ada di rumah tangga ku. kamu tahu aku tidak bisa lagi melihat bahkan hidup disisimu jika kamu masih dengan wanita lain. katakan saja aku egois. tapi nyatanya aku memang tidak bisa dimadu.aku tidak mau terluka lagi".
__ADS_1
"sudah cukup aku menerima perlakuan kalian diwaktu yang lalu. tapi tidak untuk sampai saat ini.. kamu harus memilih".. kata Nara menggebu.
" Nara! kamu merasa tidak mau dimadu. tapi apa kamu pernah merasa ada di posisiku dan juga Anin?. aku mencintai Anin bahkan sebelum mencintaimu. Anin adalah cinta pertamaku. kami saling mencintai hingga perjodohan konyol ini terjadi memisahkan kami. kamu tidak tahu rasanya kita juga sama terlukanya denganmu ".
deg...
perkataan Rayhan barusan benar-benar menohok hatinya.. Nara tidak pernah berpikiran sampai hal itu..
ya benar. disini yang orang ketiga nya sebenarnya adalah dirinya sendiri.. tapi ia seolah lupa bahwa yang tersakiti hanyalah dirinya.
" beri aku waktu. beri aku kesempatan, Nara.. berdamailah dengan keadaan.. disini aku tidak hanya mencintai Anin. tapi aku juga mencintaimu. tidak ada pilihan untukku ". ucap Rayhan sungguh-sungguh.
*
*
*
Dinda yang sedari tadi melepas kepergian Nara ke toilet mulai merasa khawatir. pasalnya sahabatnya itu tidak kunjung muncul juga dari bilik toilet sana.
Nara nya itu belum menemukan toiletnya atau tidak tahu cara kembalinya lagi ke kursi yang mereka duduki.
" astaga! "
"aw".
pekik mereka berdua saat bertabrakan.
" hey! kalau berjalan buka matamu jangan kau pejamkan! nabrak kan! ".marah Doni.. ya, seseorang itu adalah Doni.
" maafkan aku. maaf". Dinda menundukan kepalanya meminta maaf. "aku sedang terburu-buru tadi., jadi tidak mel... ". Dinda menghentikan ucapannya setelah mendongakan kepalanya. dan seketika Dinda melebarkan bola matanya terkejut. Dinda jelas tidak asing dengan orang yang ada didepannya ini.. orang yang selalu nempel pada atasan dia yang tak lain adalah Rayhan. bahkan mungkin dia adalah kaki tangannya Rayhan. suami laknat sahabatnya.
tunggu!.. dia selalu menempel Rayhan. bukankah berarti Rayhan juga ada disini?..
" kenapa kamu ada disini?! ". tanya Dinda dengan cepat.
Doni jelas kebingungan dengan pertanyaan yang dilontarkan Dinda.. Doni menengok kepalanya kekanan dan ke kiri. " aku? ". tunjuk Doni pada dirinya sendiri.
" dimana tuanmu?! ".
__ADS_1
" tuanku? ya..! kenapa kamu mencari tuanku?. dan nona ini siapa? apa kita saling mengenal? ".tanya Doni bertambah level tingkat kebingungan nya.
"ish.. yang benar saja". Dinda tidak menghiraukan pertanyaan Doni dan justru melangkah tergesa-gesa meninggalkan Doni dengan seribu pertanyaan.
sesampainya didepan toilet Dinda langsung saja membuka pintunya. tapi sayangnya pintu itu tidak terbuka sedikitpun.
" ya Nara! kamu didalam?". teriak Dinda dari luar. "ikh, kenapa pintunya tidak bisa dibuka? ".gumamnya lagi dengan terus berusaha membuka pintunya. tapi sayangnya pintunya tidak bergeming sedikitpun meski sudah didobrak nya dengan keras.
Nara yang mendengar teriakan Dinda langsung berusaha keluar dari hadapan Rayhan. tapi sayangnya lagi lagi Rayhan mencekal tangan Nara yang hendak pergi.
" lepas! Dinda menungguku ".ucap Nara berusaha menyentak tangan Rayhan.
" oke! kamu bisa saja menghindariku, Nara. tapi tidak untuk beby ku. dia anakku. aku harus tahu perkembangannya".
"dan aku tidak mau tahu.. kau harus persiapkan dirimu untuk kembali bersamaku. besok...! waktumu sampai besok untuk aku jemput". ucap Rayhan tegas langsung meninggalkan Nara terlebih dahulu dan tanpa persetujuan Nara tentunya...
Rayhan melangkah kedepan pintu yang sedang digedor Dinda dari arah luar dan membuka kuncinya.. naasnya saat Rayhan membuka pintunya Dinda masih begitu asik menggedor pintu hingga tanpa sadar sudah ada orang didepannya.. alhasil perut Rayhan lah yang menjadi sasaran gedoran Dinda.
"tuan! ". pekik Doni khawatir yang melihat tuannya sedang dipukuli gadis gila yang tadi bertemu dengannya.
Dinda yang tersadar langsung mendongak dan menutup mulutnya seketika..
" hey gadis gila.. kenapa kau memukulnya?".. marah Doni setelah sampai dihadapan mereka.
"gadis gila?! aku? ".tunjuk Dinda terkejut. bagaimana bisa dia disebut gadis gila. "bukan aku yang gila! tapi tuanmu! ". tunjuk Dinda pada Rayhan..
" what? ". sentak Rayhan heran.kenapa pula dia dibawa bawa.
melihat tatapan tajam dari Rayhan membuat nyali Dinda menciut seketika. mulutnya benar-benar lupa caranya mengerem perkataan..
" ups sorry.. maafkan aku". Dinda menarik Rayhan dari depan pintu dan masuk ke toilet dengan terburu-buru.. hingga menimbulkan bunyi 'brak'..
dan tak lupa pula ia menguncinya dari dalam.. sungguh dia memang benar-benar gadis gila saat ini.benar apa yang dikatakan Doni. bagaimana mungkin ia bisa mengatai Rayhan gila didepannya langsung..
"itu sungguh mengerikan".. gumamnya memegangi dadanya yang naik turun karena ketakutan..
" apanya? "..
" astaga!! "
__ADS_1