Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 54


__ADS_3

karena Nara bersikukuh meminta pulang, Rayhan pun terpaksa menurutinya. memaksa dokter untuk mengijinkannya pulang. meskipun, sebenarnya Nara belum diperbolehkan pulang. namun Nara lebih memilih rawat jalan saja. dirumah sakit sangat membosankan baginya.


Nara pulang kerumah Rayhan dengan disambut oleh orang tuanya dan mertuanya didepan rumah, ada bik narsih juga yang menyambut.


Rayhan dan Nara keluar dari dalam mobil.


"apa kamu benar-benar sudah sembuh nak? ".tanya Burhan setelah mereka menghampiri anaknya.


" kalo masih sakit kita kembali lagi aja ke rumah sakit ".timpal bagas.


" Nara baik baik aja kok".kata Nara tersenyum.


"apa kamu yakin? ".tanya Mariska khawatir dan hanya di angguki kepala oleh Nara dengan tersenyum meyakinkan bahwa dirinya baik baik saja.


Rayhan membantu memapah Nara berjalan. Nara berjalan lamban karena kakinya masih terasa nyeri. karena tidak tahan, Rayhan langsung mengangkat tubuh mungil Nara ke gendongannya.


" astaga! ".pekik Nara kaget.


" hati hati ray. kamu ini ah, selalu bikin jantung orang kaget mulu ".kata Clara mengomel.


" dianya lamban kek siput, aku gak tahan ma". Rayhan berlalu masuk ke rumah menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"stt. kenapa kamu membawaku ke kamar kalian! ".bisik Nara biar tidak kedengaran orang tuanya.


" lalu aku harus membawamu kemana? ke kamarmu? kamu mau mereka curiga?! ".jawab ray berbisik pula.


" ck. gak ada alasan lain apa".


"menurutmu! ".


" hayo kok kalian bisik bisik sih". Clara memergoki ray dan Nara yang sedang asik berbisik. tidak ada jawaban dari mulut Nara maupun Rayhan.


Rayhan meletakkan tubuh istrinya diranjangnya. lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"istirahat ya" cup.. Rayhan mengecup kening Nara kilas. membuat yang punya kening melongo tak percaya. lihatlah ektingnya benar-benar membuatnya jantungan. selalu mencari keuntungan dalam kesempatan.whoah ray mirip aktor profesional kan. hayok pemirsah beri Rayhan ajang penghargaan.


enak banget kan ya jadi Rayhan, cium sana cium sini, peluk sana peluk sini, ngatur sana ngatur sini. nggak mikirin apa perasaan Nara saat membayangkan Rayhan saat melakukan hal yang sama pada si Anin bahkan lebih darinya.

__ADS_1


eh, ngomongin Anin, Nara jadi teringat akan selir suaminya yang satu ini. dia tak melihatnya.


"oh yah, aku tak melihat Anin. gimana keadaannya".batin Nara memikirkan Anin.


nah loh kurang ngalah gimana lagi Nara pada Anin. dia masih memikirkan istri suaminya dalam keadaan sakit lahir dan batin.


Rayhan menggiring para orang tua mereka untuk keluar dari kamarnya. menyuruh mereka untuk membiarkan Nara beristirahat.


" eghm.. h-hey su suami. tolong ambilkan ponselku".perintah Nara terbata karena gerogi sendiri dengan panggilan yang keluar dari mulutnya. Nara memerintah pada ray setelah orang tuanya meninggalkan kamar.


"dimana?.


" di kamarku mungkin, aku lupa. kalau nggak coba cari di sofa depan tv".


Nara teringin sekali menghubungi sahabatnya si Dinda. beberapa hari ini Nara tidak menghubunginya dan tidak bertemu dengannya.


"ish, merepotkan saja".grutu Rayhan namun tetap pergi menuruti perintah Nara.


setelah beberapa saat Rayhan kembali dengan membawa ponsel beserta charger Nara di tangannya.


" nih".


" emh, bapak. gimana keadaan Anin ".tanya Nara takut takut.


nah kan, Nara memanggilnya Bapak lagi. baru saja Rayhan merasa malu malu meong dipanggilnya suami.


" gak gimana gimana. bye! ".jawab ray keluar kamar dengan sewot. tadinya Rayhan hendak duduk di sofa kamar, tapi nggak jadi.


" idiih ".. gumam Nara terbengong bingung.


sebenarnya Anin selalu menghubungi Rayhan berulang kali beberapa hari ini. Rayhan selalu mendapat panggilan dan pesan dari istri sirinya itu. berulang kali juga Rayhan merijek dan mengabaikan pesannya itu. Rayhan hanya mengirimkan pesan singkat nya pada Anin untuk tetap di apartemennya, dan untuk bersabar menunggunya. Rayhan berjanji pada Anin untuk diusahakan segera menjemputnya pulang.


Rayhan menuruni anak tangga menuju lantai bawah dengan perasaan dongkol.


" loh ray, apa Nara sudah tertidur? ".tanya Clara saat putranya itu ikut duduk di sofa bersama mereka.


" kok kamu kesini sih? ".tanya Bagas.

__ADS_1


" tidak sopan jika aku tinggal kalian disini. lagi pula Nara sedang istirahat ".


Burhan dan Mariska tersenyum mendengar jawaban Rayhan. dia sangat bersyukur bisa mendapatkan menantu seperti ray yang menghormatinya dan juga menyayangi Nara.


tidak tahu aja kejadian yang sebenarnya.


" kamu temenin Nara aja yah. ayah ibu pamit pulang. salam buat Nara yak nak ray".pamit Burhan.


"kita juga ikutan pulang ya".sambung Bagas.


" lhoh kok pulang sih? ".tanya ray basa basi.


" udah kamu temenin aja istri kamu ".clara


para orang tua pun pamit pulang dari kediaman Rayhan.


**


Rayhan kembali ke kamar setelah orang tuanya pergi. merebahkan tubuhnya disamping tubuh Nara.


" kenapa disini? ".


" menemanimu. apalagi! ".kata Rayhan dingin. dia sedang memikirkan istrinya yang satunya lagi. ada rasa bersalah yang bersemayam dihatinya.


Nara yang sedang berbalas chat dengan Dinda melirik arah Rayhan yang nampak uring uringan.


Rayhan nampak tidak bersemangat dan terlihat galau. Nara sangat tau apa dan siapa yang bisa membuatnya seperti itu.


ada rasa sakit dan kecewa yang menghampiri Nara, tapi semua itu tertutupi dengan rasa bersalahnya. ia salah telah masuk di tengah tengah orang yang saling mencintai. dan lebih salahnya lagi dia sudah berani beraninya jatuh cinta.


Rayhan bangkit dari rebahannya tatkala ponselnya berbunyi menandakan adanya panggilan masuk. mungkin itu adalah Anin.


Rayhan melangkah menuju balkon


" halo Anin ".


tuh kan Nara sudah menduganya, orang yang menelfon nya pasti adalah Anin.

__ADS_1


tak ada suara yang terdengar lagi dari arah balkon. padahal Nara sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.


bersambung....


__ADS_2