Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 60


__ADS_3

Rayhan dikejutkan dengan suara yang tiba-tiba melengking di telinganya. bukan hanya Rayhan yang terkejut, Nara pun tak kalah terkejutnya. apalagi Rayhan mendorong tubuhnya hingga terbentur meja dapur.


"aw.. ". ringis Nara memegangi pinggangnya yang kesakitan.


" ya ampun Nara, maafkan aku ". Rayhan hendak mendekat ke arah Nara untuk menolongnya. namun belum sempat ray mendekat,Anin sudah mencegatnya dengan suaranya yang kesal.


" sudah ku duga kamu disini! Rayhan bukankah kamu mencintaiku. lalu apa yang kamu lakukan disini?! ". marah Anin mendekat


" a-anin".


"kemarin kamu bilang ada urusan. aku sudah menunggumu, tapi kamu tak kunjung datang. aku datang ke kantor tapi kamu mengabaikanku. dan ternyata kamu malah disini dengan dia tanpa aku?!! ".geram Anin marah dengan air mata yang sudah membasahi pipi.


melihat Anin yang berderai air mata membuat Rayhan menjadi tidak tega melihatnya. dipeluk nya tubuh Anin yang bergetar karena menangis.


" Anin, jangan menangis. maafkan aku. aku tidak bermaksud mengabaikanmu ".kata Rayhan memeluk dan mengecup puncak rambut Anin.


melihat pemandangan didepannya, hati Nara berdesir sakit tak karuan. sepertinya Nara tidak sanggup lagi untuk melihat adegan itu. bahkan air matanya kini meluncur begitu saja tanpa permisi. lebih baik Nara pergi dari pada harus sakit hati.


Nara memajukan langkahnya berniat meninggalkan dua orang didepannya yang tengah berpelukan. namun langkahnya terhenti saat tangan besar Rayhan mencekal tangannya. menghentikan langkah Nara.


posisi Rayhan kini memeluk Anin erat dengan tangan yang satunya menggenggam tangan Nara tak kalah eratnya.


Rayhan bingung harus bersikap bagaimana. bisakah Rayhan memeluk kedua wanitanya sekarang. adakah jalan keluar untuk Rayhan tanpa menyakiti kedua istrinya.?


tak mau berlama-lama diposisi ini, Nara menyentak tangan kekar Rayhan untuk melepaskannya. walaupun agak kesusahan akhirnya Nara bisa melepasnya. tanpa menengok arah belakang lagi Nara melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya, meninggalkan Anin dan Rayhan.


" ya Tuhan apa yang harus kulakukan ".gumam ray dalam hati.

__ADS_1


didalam kamar, Nara tak bisa menghentikan laju air matanya. sepertinya kalau Nara membiarkannya terus menerus menangis rumah Rayhan akan kebanjiran dibuatnya.


" haish. kenapa aku cengeng sekali."


"aku benar-benar bersalah telah hadir diantara mereka. harusnya aku juga tidak boleh menyukainya. haruskah aku mundur sekarang. diteruskan pun akan sia-sia. jantung Rayhan tidak pernah sedikitpun berdetak untukku".gumam Nara yang lagi lagi air matanya tak bisa dibendung nya.


tak mau pikir panjang Nara langsung mengambil koper yang ada dilemarinya dan memasukkan barang barang miliknya. Nara sudah menata hatinya untuk pergi dari rumah si lapuk kampret ini. tidak ada alasan lagi untuknya tetap tinggal.


***


Rayhan merenggangkan pelukannya ditubuh anin. ditatap nya mata anin yang sembab karena menangis. mata anin benar-benar membuat Rayhan tidak tega dibuatnya. mata indah yang dulu sangat dipuja nya kini menangis karena dirinya.


"anin.istirahatlah.aku antar kamu kekamar". ucap ray menghapus jejak air mata anin.


" tidak ray, sebelum kamu menjelaskan padaku apa yang terjadi padamu. apa yang kamu lakukan tadi?. dan.. ray apa kamu sudah melanggar janjimu padaku?.. dan kontrak pernikahanmu..? ".rentengan pertanyaan anin yang sudah mulai menangis lagi.


" sttt.. anin.. apa kamu cemburu? ".kekeh Rayhan


" Rayhan aku bertanya serius, kamu jangan bercanda ". marah anin.


" aku sedang tidak ber.. ".kata Rayhan tidak dilanjutkan setelah melihat seseorang turun dari tangga dengan membawa koper ditangannya.


" Nara!! ".teriak Rayhan memanggil Nara dan seketika Nara yang dipanggilnya berhenti ditempat. Rayhan mendekati Nara yang membawa koper serta tas di punggungnya. membuat Rayhan mengernyitkan dahinya heran.


" mau kemana kamu?! ". kata Rayhan dengan suara beratnya.


" a-aku mau pergi ".jawab Nara ketakutan.

__ADS_1


" pergi? ". Rayhan mengulang kata Nara, di liriknya koper yang tengah Nara bawa. Rayhan lantas merebut koper itu dan menyeret Nara bermaksud untuk membawa Nara ke kamarnya kembali.


" p-pak.. lepaskan aku.. aw sakit ".nara kesakitan karena Rayhan mencekal tangannya terlalu kencang, namun sepertinya ray tidak peduli.


"mas, hentikan!! ". teriak Nara yang sukses membuat Rayhan menghentikan langkahnya.


" ijinkan aku pergi. kumohon biarkan aku pulang".kata Nara sendu.


"aku tak mengijinkanmu pergi!!. lagian kamu mau pulang kemana, ini rumahmu".


" mas! aku gak mau ada ditengah tengah kalian. kamu mencintai anin, dan anin mencintaimu.. lalu aku.. ".


" apa kamu tidak mencintaiku? ".potong Rayhan yang membuat Nara menjadi gugup. sedangkan anin yang mendengarnya seketika melebarkan matanya tak percaya dengan pertanyaan ray.


Anin yang tadinya hanya diam menyaksikan Nara dan Rayhan kini melangkah cepat mendekati mereka.


" ray... ".


" diam! anin, kumohon kamu diam dulu! ".bentak ray pada Anin. lalu Rayhan beralih menatap mata Nara intens.


" Nara, tidak pernahkan kamu merasa menyukaiku? ".tanya Rayhan menyelisik.


" sejujurnya aku menyukaimu mas. sangat menyukaimu ".gumam Nara dalam hati.


" ti-tidak! ". jawab Nara terbata karena gugup.


" Nara! kamu lupa dengan kontrak pernikahan kita?! ". ancam Rayhan.

__ADS_1


" Rayhan aku muak dengan pernikahan ini. aku tidak pernah sedikitpun menyukaimu?! ". bohong Nara merebut kembali koper ditangan Rayhan lalu beranjak pergi. pernyataan Nara membuat Rayhan tidak bergeming dari tempatnya berdiri. hanya bisa menatap nanar kepergian Nara dengan mengepalkan kedua tangannya.


__ADS_2