
pagi pagi Nara tampak sudah rapi menggunakan setelan rumahan yang sederhana. hanya kaos oblong dan celana pendek sepaha yang Nara kenakan. menampakan pahanya yang nampak putih mulus tak berurat, gak seperti bakso uratnya mang udin yang uratnya kemane mane.
Nara nampak santai dikarenakan dirinya tidak ada jadwal ngampus pagi ini.
ia hendak menuruni tangga untuk menemui dapur. tapi diujung tangga, Nara menabrak ember pelpelan yang bertengger dibawah sana. mungkin bik narsih sedang mengepel tapi kelupaan.
"ish, ember kenapa kamu ada disini? harusnya kamu ada di kamar, eeh kok kamar sih. haha,, maksudku ada di belakang".gumam Nara cengengesan.
Nara hendak membawa ember pel itu ke belakang. tapi ia berhenti memperhatikan lantai yang di injaknya.
" eh, tapi lantainya kayak belum mandi ".
karena Nara tidak ada aktivitas, Nara pun berinisiatif membersihkan lantai rumahnya yang katanya belum mandi itu.
tanpa pikir panjang Nara memegang rambutnya yang tergerai itu dan mencepolnya asal.
di gerakannya alat panjang itu maju mundur syantik kayak lagunya syahrini.
saking asiknya maju mundur syantik ia tak menyadari ada Rayhan di belakang.
Nara menabrak Rayhan yang tengah berdiri dengan memandangnya heran.
duk..
" ahh, apa ini. apa di rumah ini ada badak bercula".kata Nara kaget tanpa melihat arah belakang.
Rayhan menjitakkan jarinya gemas di telinga Nara.
__ADS_1
"ngapain kamu? ".
"aww, !astoge, ngapain bapak ada disini?. kaget Nara setelah membalik badan meringis kesakitan memegangi kupingnya.
" issh, dasar anak tengil, ditanya bukannya jawab malah balik nanya!ngapain kamu? Jawab dulu pertanyaanku".
"aku lagi sepedaan! gak liat apa lagi pegang alat pel berarti aku lagi ngepel lah".
" haishh,, mulutmu. sopan sekali sama suamimu.gua cip*k lu lama lama?! ".
ancam Rayhan berniat menakuti Nara. namun detik berikutnya terdengar gelak tawa Nara tertawa lebar menganga kayak goa yang belum dikasih makan.
Nara menertawakan perkataan ray yang menurutnya lucu. karena jarang sekali rayhan berbicara gaya gaul seperti tadi. jadi Nara menganggapnya lucu.
"cih, dasar,dia malah tertawa.. ".gumam ray dalam hati.
"ya ampun bapak lucu sekali".
gimana tidak dikira badak bercula. tadi saat Rayhan melihat Nara yang sedang mengepel dengan celana minimnya, sesuatu punya ray dibawah sana menegang tegak sempurna hanya melihat Nara seperti itu, apalagi saat melihat leher Nara yang Terexpos sempurna. hingga saat Nara menabraknya Nara bisa merasakan sesuatu gimana gitu.
"kamu menghinaku? ganteng ganteng gini dikatain badak".kata ray kesal.
" yakin deh pak, tadi ada yang menyondolku ".jawab Nara melirik tubuh bawah Rayhan, yang seketika membuat ray merasa malu.
Rayhan benar-benar dibuat gemas dan sekaligus kesal oleh Nara.
Rayhan mengambil ancang-ancang untuk menghukum Nara yang sudah membuatnya kesal.
__ADS_1
merasa terancam siaga satu, Nara melangkah mundur mencoba menjauhi Rayhan yang sudah nampak bersiap menerkamnya.
namun sialnya Nara terpleset lantai yang masih basah dan licin karena baru dipelnya.
untuk saja Rayhan menangkapnya dengan sigap.
"kamu ini ceroboh sakali!! ".
" bapak si gegaranya".
"kok aku sih. emang salahku apa coba". kata ray tidak Terima.
" muka bapak nyeremin ,kan akunya jadi mundur mundur".
"haish dasar kamu, nyebelin banget sih. untung sayang".
" apa? ". kaget Nara mengerjapkan matanya tidak percaya. Rayhan baru saja mengatakan sayang?.
" tadi Bapak mengatakan apa? ".tanya Nara lagi yang masih menempel di dada bidang Rayhan.
" ah, aku anu, aku akan menjemput anin, yah itu ".jawab Rayhan gagap menegakan tubuh Nara dan langsung pergi.
dalam langkahnya Rayhan mengrutugi kebodohannya tadi. bisa bisanya mulutnya keceplosan bilang sayang didepan Nara. apa mungkin Rayhan memang benar-benar sudah sayang sama Nara dan malah mendekati cinta?
Nara masih menatap Rayhan yang pergi menjauh.
" apa aku salah dengar? kukira tadi dia mengatakan sesuatu, ishh sepertinya kupingku sedang berhalusinasi ".gumam Nara.
__ADS_1
sedang asik dalam pikirannya, bik narsih menghampiri Nara dengan berlari.
" aduh non, ngapain pegang gituan. sini alat pelnya. tadi bibik ada panggilan alam jadi bibik tinggal deh". kata narsih menyerocos. akhirnya bik narsih yang meneruskan pekerjaannya, sedangkan Nara melanjutkan niat awalnya kedapur.