Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 65


__ADS_3

sepeninggalan Nara dari apartemen Richo. Richo tidak bisa berhenti memikirkan gadisnya yang dulu pernah mengisi hari harinya bersama. matanya enggan terpejam meskipun jam sudah menunjukkan larut malam.


otak dan hatinya masih berkelana memikirkan bagaimana keadaan mantan kekasihnya saat ini. akankah orang yang dipikirkannya baik baik saja.? apa orang yang dicintainya itu tidak apa apa dengan suaminya?


ahh.. terpotek sudah hati Richo tatkala mengingat kenyataan bahwa orang yang dicintainya sudah memiliki suami. dan itu karena gara-gara kesalahannya juga yang dulu pernah mengkhianatinya dengan berselingkuh bersama wanita lain. mungkin ini adalah karma untuknya karena sudah menyia-nyiakan gadis seperti Nara.


memikirkan semua itu membuat Richo mengereng frustasi.


"astaga Nara. bodohnya aku... aku akan merebutmu dan tidak akan mengampuni si orang tua itu kalau dia tidak menjagamu dengan baik".


geram Richo frustasi mengingat perlakuan Rayhan yang sepertinya terlihat janggal dimata Richo.apalagi Richo melihatnya sendiri Rayhan berperilaku kasar didepannya tadi.terlebih sikap Nara yang juga sampai kabur kuburan dari rumah segala..


Richo bertekad besok pagi ia pasti akan langsung menemui sang pujaan hati dikampus untuk menanyakan apakah dia baik baik saja.. sebenarnya Richo sudah sangat tidak tahan untuk menghubungi Nara. mudah saja untuk menghubunginya tinggal menekan tombol nomornya. tapi sayangnya ponsel Nara beserta tas dan kopernya ketinggalan di apartemennya. karena Rayhan menarik paksa tangan Nara buru buru hingga melupakan barang barang Nara.


mata Richo mulai terpejam setelah sekian lama memikirkan Nara hingga akhirnya dia terlelap tidur tanpa sadar.


paginya dirumah Rayhan. Rayhan tampak sudah terlihat tampan maksimal seperti biasa.


Rayhan melirik anin sebentar yang masih terlelap di ranjang tidurnya. menggerakkan bibirnya membentuk senyuman kecil sebelum ia keluar kamar menuju kamar Nara.


ia penasaran, apa istri kecilnya itu tidur dengan nyenyak setelah ditinggalkannya semalam. Rayhan tersenyum senang dengan melangkahkan kakinya semangat, ketika membayangkan Nara sedang tertidur pulas seperti bayi di kasur empuknya.


dengan cepat ia membuka kunci pintu kamar tak sabar.

__ADS_1


namun di detik berikutnya Rayhan dibuat kaget seketika. pasalnya dia membayangkan istrinya itu tidur nyenyak diranjang, terlelap seperti bayi. tapi kenyataannya istrinya malah tidur terlentang didepan pintu.


" astaga bocah ini. kenapa malah tidur dilantai sik".


Rayhan lantas mengangkat tubuh mungil istrinya. membopongnya menuju ranjang. tidak ada pergerakan sama sekali dari tubuh Nara. mungkin saking lelapnya Nara tertidur, atau bagaimana. hingga tidak menyadari bahwa ia tertidur dilantai dan sedang digendong oleh suaminya yang menyebalkan.


Rayhan membaringkan tubuh Nara dikasur. tangannya bergerak untuk menyentuh wajahnya yang halus dan mulus, menatapnya dengan binar kekaguman. bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman. istrinya benar-benar cantik. kenapa Rayhan baru menyadarinya baru baru ini.


haish dasar suami laknat. masa istrinya secantik bidadari dan sebaik malaikat Rayhan tidak menyadari.


Nara menggeliat tatkala merasa ada yang mengganggu mimpinya. membuka perlahan kelopak matanya..


tapi kenapa saat membuka matanya Nara malah melihat suaminya tersenyum hangat kepadanya. apa ini mimpi juga?.


hahh.. Nara sangat muak melihat wajah tampannya itu. bisakah Nara tidak melihatnya untuk saat ini?


"hey, kenapa kamu tidur lagi? ".tegur Rayhan yang melihat Nara memejamkan matanya lagi. padahal ini sudah siang. mataharinya saja sudah mulai bergerak ke atas.


" kau ini nyata atau bukan? kenapa kau mengikutiku bahkan sampai ke alam mimpi! kau sungguh mengganggu. menyebalkan! merusak saja!! ". grutu Nara marah, tangannya menunjuk dan menyentuh hidup Rayhan gemas hingga hidungnya membentuk seperti babi.


" apa yang kamu lakukan. cepat bangun dan mandilah. kutunggu dibawah". ucap Rayhan menepis tangan Nara yang ada di hidungnya..


mendengar suara itu membuat Nara terlonjat kaget. kenapa suara Rayhan terdengar nyata di telinganya. apa Nara berhalusinasi atau bagaimana..

__ADS_1


matanya membulat seketika setelah sadar bahwa Rayhan yang ada di depannya adalah real dan bukan sekedar mimpi buruk belaka.


"astaga! apa yang kulakukan. ini bukan mimpi?! ". batin Nara


" hey, malah melamun? apa mau ku mandikan? ". tanya Rayhan dengan senyum menggodanya. mendengar itu membuat Nara langsung berlari cepat menuju kamar mandi.


ogah banget dimandiin Rayhan. untung banyak dong kalau hal itu terjadi. Nara tidak mau Rayhan melihat tubuhnya lagi dan tidak mau kejadian seperti disofa terulang kembali. mengingatnya saja membuat Nara bergidik ngeri membayangkan ulernya Rayhan yang segede terong.


ahh kenapa pipi Nara jadi memerah mengingat kembali bentuk terong nya Rayhan. ish kenapa otak kotornya malah travelling kemana mana.. Nara menggelengkan kepalanya seraya menepuk pipinya untuk menghilangkan pikiran kotornya yang menjijikkan. bisa bisanya dia berfikiran begitu.


Nara lekas mandi sebelum suami kampret nya itu protes karena sudah menunggunya dibawah.


setelah berkumpul dimeja makan Nara mengerutkan dahinya bingung. katanya bik narsih sudah dipecat. lalu kenapa dimeja makan sudah ada banyak makanan untuk sarapan?. sedangkan Nara belum sempat memasak pagi ini. apa wanita cantik ini yang didepannya yang memasak? haruskah ia memakan makanannya?. ishh..


hening tidak ada seseorang pun yang membuka mulutnya. bahkan Anin saja hanya diam dengan tatapan tak suka mengarah ke wajah Nara. sedangkan Nara, ia hanya diam menunduk kepalanya heran dan bingung.. apa yang harus dilakukannya. haruskah ia memakan makanan didepannya..


"Nara, kenapa bengong?".tanya ray heran karena melihat Nara yang hanya menatap kosong pada piring didepannya..


" emh, kau bilang bik narsih sudah kau pecat. lalu siapa yang memasak semua ini?.. a-apa..? ". tanya Nara takut takut melirik Anin yang juga hanya diam sambil memakan sarapannya.


" bik narsih tidak seratus persen dipecat. dia hanya ku pindahkan kerumah mama lagi ".


" kenapa? ". tanya Nara lagi. karena jujur bik narsih adalah seseorang yang bisa menghibur Nara ketika hatinya sedang galau.. dia merasa kehilangan saja kalau tidak ada bik narsih

__ADS_1


" hanya ingin saja".


Nara mengerjapkan matanya berulang kali saking tidak percayanya dengan jawaban Rayhan yang menurutnya sangat konyol. ayolah Rayhan apa maksudmu dengan Jawaban 'hanya ingin saja'. dasar emang selalu maunya sendiri!!


__ADS_2