
Nara memlirikan matanya ke arah Rayhan takut takut, namun ternyata Rayhan juga tengah menatapnya tajam seolah mengisyaratkan ia untuk tidak mengatakan hal apa apa. apalagi tentang hubungan dan status mereka yang sebenarnya.
jujur saja Nara sangat takut dan bingung. apa yang harus dilakukannya?apa yang harus dikatakannya?. sedangkan disisi lain Nara benar-benar sangat teringin mengadu kelakuan bejad dari seorang Rayhan Wijaya. tapi entahlah tetap saja ada yang mengganjal dihatinya serasa seperti mencegah untuk tidak mengatakan hal itu kepada papa Bagas.
"aduh bagaimana ini? aku harus apa? bolehkah aku mengatakan hal yang sebenarnya? tapii... ". gumam Nara dalam hati, matanya melirik kearah bagas dan Rayhan bergantian.
hahh.. ya Tuhan. mengapa pertanyaan sederhana saja sangat sulit untuk dijawab.
" nak? kamu baik baik saja? ". tanya Bagas lagi. lalu menatap tajam pada putranya setelah melihat Nara yang tengah melirik takut pada Rayhan didepannya. " heys, dasar anak nakal! jangan menakuti istrimu dengan tatapanmu itu! ". tegasnya yang hanya direspon dengan tatapan jengah dari Rayhan.
" papah, sebenarnya aku... aku.. ".
" Nara!"."Nara lagi kurang enak badan pah. iya kan sayang? ". potong Rayhan cepat. dia khawatir kalau kalau Nara akan membongkar rahasianya.
Rayhan mendekat kearah Nara mensejajarkan tubuhnya disebelah Nara, lalu dengan seenak jidat menarik pinggang ramping Nara untuk lebih dekat dengannya.
pemandangan itu tak khayal membuat wanita satunya lagi yang masih setia berdiri di ambang pintu menggeram kesal. bagaimana bisa ia diabaikan seperti ini..ia bahkan tidak dianggap sebagai seorang menantu dikeluarga Wijaya.
Rayhan melirik Anin sekilas. ia takut Anin akan marah padanya. marah? tentu saja dia marah. lihatlah raut wajahnya yang sudah tidak ada senyumanya sedikitpun.
memang siapa wanita yang akan tersenyum senang jikalau pasangannya bersama wanita lain, terlebih itu istri sahnya.. hahh mengapa cinta serumit ini..
Anin hendak melangkah meninggalkan mereka yang masih didalam kamar. nama suara Bagas menghentikan langkahnya
__ADS_1
" nak Anin saya mau bicara denganmu.. " Bagas beralih menghadap Rayhan dan Nara "dan kalian juga". lalu Bagas melangkah keluar menuruni anak tangga menuju sofa ruang TV, yang diikuti oleh Anin dibelakangnya.
Nara juga berniat melangkahkan kakinya untuk keluar kamar mengikuti Bagas, namun sebelumnya Rayhan mencekal tangannya menghentikan langkah Nara.
" Nara, ingat kau tidak boleh membocorkan status kita pada papa. jika sampai kau mengadunya kau tanggung konsekuensinya. kau mengerti!! ".tanpa menunggu jawaban Nara, Rayhan melenggang pergi terlebih dahulu.
"ishh yang benar saja. sekarang orang tua itu mengancamku? ". geram Nara kesal.
mereka diduk diruang TV dengan tegangnya. bagaimana tidak tegang. aura Bagas saat ini sangat dingin. hingga membuat ruangan itu terasa mencekam. sebenarnya Bagas datang kerumah Rayhan karena mau menanyakan masalah kantor yang akhir akhir ini bermasalah karena kelalaian Rayhan. digantinya posisi Bagas oleh Rayhan bukan berarti Bagas lepas tangan semuanya. ia tetap mengawasi perkembangan usahanya yang sudah dirintis dari keturunan Wijaya. namun saat datang kerumah Rayhan ia mendapatkan suprise. bagai dejavu yang tiba-tiba melihat wanita yang selama ini ia tidak restui untuk berhubungan dengan putranya malah ada dirumahnya.
" nak Anin, kenapa kamu ada disini? ".tanya Bagas membuka suaranya. sedangkan Anin yang ditanya terlonjat kaget karena bingung juga harus menjawab apa. ia tahu papanya Rayhan tidak pernah menyukainya sedari dulu. papanya Rayhan lah yang menjadi penghalang cinta mereka.
" aku ,aku tinggal disini ". jawab jujur Anin, membuat Rayhan membulatkan matanya. Rayhan kira Anin tidak akan se ceroboh itu untuk mengatakan hal yang sebenarnya. makannya Rayhan hanya menyetel Nara untuk tetap bungkam. lalu kenapa malah Anin??
" p-papa.. aku,,aku hanya membantunya karena orang tuanya tidak tinggal disini makannya aku tidak tega. yah itu ". kilah Rayhan berbohong. mendengar itu Nara sudah tidak tahan lagi. seberapa lama lagi Rayhan akan menutupi kesalahannya? seberapa lama lagi Rayhan menyakiti nya? dan seberapa lama lagi Nara harus bersabar untuk menantinya.. kali ini Nara tidak sanggup lagi untuk menutupi segala kebohongan yang sudah menyakitinya selama pernikahan ini. sudah cukup puas ia merasa tidak bahagia. Nara ingin bebas.
" tidak pah, dia bohong. dia sudah dinikahi pak Rayhan ". tegas Nara dengan air mata yang sudah tak lagi bisa dibendungnya. dan itu sukses membuat Bagas terperanjat dari duduknya. ia tidak menyangka ternyata firasat buruk terhadap putranya itu benar.
Plakk... tamparan keras dari Bagas mendarat cepat di pipi Rayhan.
"RAYHAN..! apa yang sudah kamu lakukan??! kamu menikahi dua wanita sekaligus?! ". marah Bagas.
kini Rayhan sudah tidak bisa berkilah lagi. rahasianya sudah terbongkar. dan itu gara-gara Nara si istrinya itu.
__ADS_1
" iya pah! ". jawab Rayhan dengan tatapan menghunus kearah Nara. tangannya sudah mengepal karena menahan marah. awas saja nanti kalau Bagas sudah pulang. ia pasti akan menghukumnya.
" astaga Rayhan. papa tidak menyangka kalau kamu akan melakukan ini ". ucap Bagas terduduk lemas
"nak Nara kenapa kamu tidak memberitahu kami? harusnya kamu mengatakannya sedari awal".
Nara hanya diam saja tak menjawab,ia tidak tahu harus bagaimana.
"Rayhan? apa kamu benar-benar mencintai Anin? ". tanya Bagas datar. ia tahu semua kesalahan putranya berawal dari dirinya sendiri yang telah memaksa untuk menjodohkannya dengan Nara. dan ia menyesal telah melakukan itu. karena di sini ia telah menghalang kebahagiaan putranya sendiri dan juga menyakiti gadis yang tidak bersalah seperti Nara.
" iya pah".
"ceraikan Nara".
sepontan semua mata menatap Bagas tak percaya. apalagi Rayhan. ia pikir papanya itu akan menyuruhnya untuk meninggalkan Anin.. tapi nyatanya tidak.. jikapun iya, Rayhan tidak mau meninggalkan Anin. tapi ray juga tidak mau menceraikan Nara.
bersambung...
***
jangan lupa like, vote, comment juga boleh 😁
thankyou 😘
__ADS_1