
“Itu sudah kewajibanku sebagai sahabat yang bertanggung jawab tidak sepertimu sudah mendapatkan cintanya tapi kamu malah mencampakannya hebat yah. Udah yah males aku ngobrol dengan teman semacam kamu” Tian memutuskan sambungan telepon dan langsung memblokir nomor Toga.
Marah dan marah bagaimana dia seenaknya sendiri meninggalkan Rena yang begitu mencintainya. Sebagai teman sejujurnya Tian juga memiliki perasaan terhadap Rena namun dia tahan karena statusnya sebagai teman tidak mau berakhir begitu saja.
Tian langsung menghubungi Rena dengan pesan singkat
Rena ada waktu atau tidak?? Aku ingin bertemu denganmu
Rena membuuka pesan singkat dari Tian
Baiklah aku ada waktu besok jam 4 sore kebetulan orang rumah semua pergi keluar kota. Dimana ketemuannya?
Tian Di danau biasa kita berkumpul
Oke
Keesok harinya Rena menyiapkan barang-barang yang akan dibawa mas Dika dan Ibu ke luar kota untuk berlibur. Rena menyiapkan dari baju sepatu hingga makanan ringan sebagai cemilan. Setelah rapi Rena membawa koper ke ruang tamu begitu juga dengan ibu.
“Rena jaga rumah ya jangan kebanyakan keluar malam saya tidak suka”
“Baik bu, tapi bu saya boleh keluar jika ibu dan mas Dika sudah berangkat? Saya ada perlu bu”
“Ouh ya udah terserah yang penting pekerjaan rumah beres, sebentar lagi taksinya akan datang panggilkan Dika suruh cepat siap-siapnya”
“Baik bu terimakasih”
Setelah Rena memanggil Dika, mereka berangkat menggunakan taksi ke bandara. Rena menyelesaikan pekerjaan rumah yang tertinggal karena sibuk menyiapkan keperluan ibu dan Dika sebelum berangkat ke Bandara. Mereka pergi mungkin hanya seminggu atau beberapa hari.
Sore hari Rena siap-siap untuk bertemu dengan Tian didanau biasa mereka berkumpul. Rena mengirim pesan singkat kepada Tian
Tian aku sudah siap-siap ke danau apa kita kesana bersama atau sendiri-sendiri?
Rena menunggu jawaban tian namun lama dan memutuskan untuk berangkat sendiri dengan berjalan kaki ke danau. Sesampainya Rena didanau ternyata tian sudah menunggunya
“Hey Tian sudah lama ya menunggu?”
“Belum, aku baru saja sampai, o iya ini aku belikan minum, minumlah dulu pasti capek kamu kesini jalan kaki”
__ADS_1
Mereka duduk ditepi danau dikursi bawah pohon cermai kesejukan tempat tersebut begitu terasa. Banyak sekali yang berkunjung di danau ini bukan hanya untuk bersantai namun ada juga yang memancing dan berolahraga setiap pagi dan sore.
“Terimakasih Tian” menerima air mineral yang diberikan oleh Tian dan langsung meminumnya.
“O ya Tian ada apa tumben sekali mengajakku bertemu?”
“Iya kemarin kamu menanyakan Toga bukan?”
Rena terdiam hanya menganggu “I iya kamu benar. Bagaimana apakah dia menerima teleponmu? Aku saja sampai sekarang belum bisa menghubunginya”
“Iya kemarin Toga menerima teleponku dan bercerita banyak yah termasuk masalah kalian berdua”
“Kenapa aku tidak bisa menghubunginya sedangkan kamu bisa?”
“Aku tau Toga memiliki dua nomornya mungkin yang dia berikan ke kamu hanya satu apa kamu tidak pernah menanyakannya berapa nomor yang dia miliki?”
“Aku mana tau? Hanya tau satu nomor saja. Hmmm coba katakan kenapa dia menghindariku selama ini apakah aku ada kesalahan atau apa?”
“Hmmm dari mana ya aku akan memulai ceritanya? O ya sebelum itu aku ingin bertanya sejak kapan kalian menjadi sepasang kekasih?”
Rena terdiam dan mencoba menjawab dengan apa adanya Rena berfikir bahwa Toga telah memberi tau keda Tian ternyata Tian sampai sekarang belum mengetahuinya
“Itu sudah beberapa bulan yang lalu, apakah Toga tidak menceritakannya padamu Ti?”
“Jika dia menceritakannya dari dulu aku mungkin tidak akan bertanya kepadamu. Hehe ya sudahlah tidak masalah, lalu bagaimana sekarang hubuganmu dengannya?” Berpura-pura tidak mengetahuinya
Mata Rena mulai berkaca-kaca “Dia mengakhirinya sepihak, berbicara lewat telepon ingin mengakhiri hubungan yang selama ini kami jalani. Tanpa alasan tanpa memberitau kenapa harus berpisah dia hanya berbicara Rena kita putus yah, maafkan aku terus mengakhiri teleponnya dan sampai sekarang aku tidak bisa menghubunginya. Betapa bingungnya aku, frustasi, pusing padahal sebelum dia pulang kampung hubungan kami baik-baik saja tidak ada masalah sedikitpun”
Tian yang melihat Rena menangis tidak tega untuk mengatakan bahwa Toga akan menikah dalam waktu dekat ini “Rena sudah tidak usah menangis disini ada aku"
“Tian apakah kamu tau kenapa dia seperti itu?”
Tian hanya terdiam
“Tian tolong jawab aku”
“Iya Ren aku mengetahuinya”
__ADS_1
“Apa alasannya?”
“Rena kamu lebih baik melupakan Toga”
“Apa maksudmu?”
“Sebelumnya aku mau beryanta apakah kemarin saat kamu mengantar Toga dia bilang akan memberikan hadiah atau kejutan untukmu?” Tian mencoba mengatakan dengan memulai bertanya dengan Rena.
“Iya saat aku mengantarnya dia sempat memberitau jika dia akan memberikan kejutan tapi aku tidak tau kejutan apa yang akan dia berikan kepadaku” Rena menghelai nafas dan mencoba untuk tenang.
“Lalu yang kamu terima apa?”
“Dia mengakhiri hubungan”
“Itulah kejutan yang dia berikan padamu makanya setelah ini lebih baik kamu melupakannya”
“Tunggu apa maksudmu ini, aku tidak percaya, apa alasannya?”
“Kemarin aku sudah menyuruhnya untuk mengatakan semuanya sendiri tapi Toga tidak tega makanya dia meminta tolong aku menyampaikan pesan padamu”
“Pesan apa?”
“Tadi Lupakan Toga”
“Haaah kamu bercanda ya?”
“Aku tidak bercanda”
“Lalu?”
Tian menghelai nafas “Begini Ren saat kamu mengantarnya Toga berencana untuk melamarmu setelah pulang menjenguk ibunya yang katanya sakit dan akan meminta restu orang tuanya untuk melamarmu, namun setelah sampai dikampung Toga ternyata dibohongi oleh bapaknya sendiri untuk memancing Toga pulang makanya bapaknya memberikan kabar jika ibunya sedang sakit. Dibalik semua itu ternyata Toga telah disiapkan untuk dijodohkan dengan anak daru teman bapaknya tersebut namanya Luna. Aku sudah mengatakan kenapa harus mengikuti perintah orang tua sedangkan dia mencintaimu Ren, tapi dia hanya seorang laki-laki pengecut memilih meninggalkanmu dan menuruti perjodoan itu”
Rena seketia langsung menangis “Oh jadi seperti itu kenapa orang tuanya tega sekali tidak mau merestuiku apakah aku tidak layak sebagai calon menantunya?”
“Sudahlah lebih baik kamu melupakannya saja. Aku saja tidak habis pikir Toga menuruti kemauan irang tuanya karena selama ini keluarga Luna yang selalu membantu dari segi ekonomi dalam keluarga Toga, yaah istilahnya seperti balas budi Ren”
“Ouh pantas saja aku tidak direstui, kenal juga belum dan aku hanya orang miskin yang tidak punya apa-apa makanya aku merantau”
__ADS_1