
pagi ini Nara serasa energinya terisi kembali. direntakan tangannya untuk meregakan otot ototnya.menggliatkan tubuhnya kekanan dan kekiri dan disaat itu juga Nara dikagetkan dengan sosok tubuh manusia disampingnya, siapa lagi kalau bukan Rayhan. dan lebih mengejutkan Rayhan disampingnya tanpa mengenakan pakaian atasnya. entah mengapa dan entah sejak kapan suami kampretnya itu tidur disampingnya.
"astaga! apa yang dia lakukan? ".gumam Nara langsung mengecek tubuhnya sendiri. dan Nara merasa lega karena pakaiannya masih lengkap dan benar, berarti mungkin Rayhan tidak melakukan hal apapun bukan?. untung saja. tapi apa manusia seperti dirinya bisa dipercaya? haish...
satu hal yang terpikirkan oleh otaknya kini, yaitu menendang sekeras mungkin si Rayhan dari ranjang tidurnya.
" dasar pak tua tidak tahu malu. rasain ini, hiyaaa...! "
duk... "agh". lenguh Rayhan yang merasa kesakitan karena terjatuh dari ranjang. belum lagi pinggangnya yang ditendang keras oleh Nara.
" hey,, apa yang kamu lakukan?!! "
"hey hey hey...! harusnya aku yang bertanya! apa yang kamu lakukan?! ".
" memangnya apa yang kulakukan? "
"ke-kenapa kamu ada di ranjang ku? dan i-itu ke-kenapa roti so... ".. sshh. Nara mengrutugi mulutnya sendiri yang sudah tergagap itu. " maksudku kenapa kamu tidak mengenakan bajumu?! ".kesal Nara menutup mata serta seluruh mukanya dengan kedua tangan.
" aku tidur diranjangmu karena. karena aku pikir lebih baik kita tidur berdua. takutnya kamu tidak berani tidur sendirian".rayhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.tidak ada alasan tepat yang melintas dipikirannya selain kata kata itu.
"dan masalah aku yang tidak mengenakan baju, itupun aku tidak tahu. mungkin kebiasaanku kalau tidur selalu melepas bajuku ". sambung Rayhan dengan santainya.
"alasan macam apa itu! ".
" itu bukan alasan. aku berkata yang sebenarnya. itu real. mengerti? dan satu lagi. kamu tidak usah menutup matamu itu, kamu juga sudah terlanjur melihatnya jadi teruskan saja".goda Rayhan beserta senyumannya yang menjijikkan.
__ADS_1
merasa geram Nara lantas melempar bantal kearah Rayhan yang masih terduduk dilantai dan langsung melangkah pergi keluar kamar.
beberapa minggu kini telah berlalu.keributan semacam itu selalu tercipta diantara Nara dan Rayhan. bagi Rayhan menggoda istrinya adalah suatu rutinitas yang harus ia lakukan dan itu bisa menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Rayhan. hingga tanpa sadar ia sudah melupakan satu nama yang tak kalah penting dihidupnya. siapa lagi kalau bukan Anindita. satu wanita yang juga sama-sama istri dari seorang Rayhan Wijaya.
sudah beberapa minggu sejak kepindahan Nara di apartemen baru Rayhan belum juga pulang kerumahnya. ia hanya memberitahu Anin lewat ponselnya dan berbohong kalau dirinya masih berada di rumah orang tua Nara karena orang tua Nara masih sakit gegara masalah mereka.dan tentu saja Anin meradang mendengar itu. tapi mau bagimana lagi. Anin juga tidak bisa berbuat apa apa untuk melawan Rayhan. dirinya juga tidak mau kehilangan Ray.
dan beberapa minggu ini juga Nara sudah masuk kuliah lagi karena Rayhan sudah mengizinkan nya dan tidak akan melarangnya lagi dengan syarat agar Nara tidak dekat dekat dengan Richo maupun laki-laki lainnya. dan Nara hanya meng'iya'kan perkataan Rayhan. tapi Nara tidak melaksanakan perkataan Rayhan sepenuhnya, Nara masih tetap berteman dengan Richo dan yang lainnya juga tanpa sepengetahuan Rayhan tentunya. lagipula kuliahnya sebentar lagi kelar.
pekan depan adalah penyelenggaraan acara wisuda kampus Nara. Nara sangat senang dan antusias karena akhirnya ia bisa menyelesaikan kuliahnya. dan nilai plusnya adalah selama ini tidak ada yang tahu dirinya sudah menikah. terlebih itu dengan seorang Rayhan Wijaya.bagaimana jadinya kalau orang sekampus tahu pasti ini adalah berita besar. dan untungnya hanya Richo dan Dinda saja yang tahu.
***
hari ini Dinda mengajak Nara nongkrong di cafe biasa dekat kampus. sama halnya Nara, Dinda pun sangat senang dan antusias dengan kelulusan kampusnya.
"gue seneng banget ra, akhirnya gue kelar juga kuliahnya".ucap Dinda girang.
"ngapain repot repot, suami lo udah kaya. lagi pula nih yah, pak Rayhan punya perusahaan lo tinggal masuk aja, tanpa lo daftar lo udah diterima disisinya". kata Dinda tertawa garing. membuat Nara menjadi malas membahasnya. " au ah,, lo gak asik. males gue bahas tu o... oeekk.. ".entah kenapa perut Nara tiba-tiba bergejolak. serasa ingin memuntahkan semua isi yang ada di perutnya.
" ihh, lo kenapa si? jorok deh".
"sorry din, perut gue.. oeekk". Nara langsung berlari menuju toilet yang ada dicafe diikuti Dinda dibelakangnya dengan raut wajah khawatir. bagaimana tidak khawatir, sahabatnya itu tadi baik baik saja tapi tiba-tiba saja terlihat pucat dan mengalami gejala muntah.
Dinda membantu memijit tengkuk Nara yang sedang mengeluarkan isi perutnya.
" lo gak papa kan ra? ". tanya Dinda memastikan setelah Nara bisa berdiri tegak. dan Nara hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.
__ADS_1
" lo kenapa si ra? lo sakit? ".
" gue gak sakit kok. kayaknya gara-gara minum kopi itu deh".jawab Nara lemas..nara terus memikirkan apa yang membuatnya bisa tiba-tiba muntah seperti ini.
"tapi sejak kapan aku minum kopi jadi mual bahkan muntah? ".gumam Nara dalam hati.
"ya udah gue anter lo pulang yah. kayaknya lo lagi kurang fit".bujuk Dinda menyarankan. dan Nara pun hanya membenarkan kerkataan sahabatnya. mereka pun akhirnya meninggalkan cafe dan pulang.
disisi lain.
Rayhan yang masih berada di kantor tampak masih fokus dengan dokumen yang menumpuk. namun tiba-tiba bayangan Nara melintas di pikirannya. dan itu sukses membuat fokus Rayhan terpecahkan. tapi itu tak menjadi masalah baginya. karena memang dirinya sangat merindukan istri kecilnya itu.
" haish.. pasti aku sudah tergila-gila padanya". gumam Rayhan senyum senyum sendiri. Rayhan lantas meraih ponselnya untuk menghubungi Nara. pucuk dicinta ulam pun tiba, ponselnya berdering menandakan ada telepon yang masuk. tapi sayangnya itu bukanlah dari orang yang sedang dipikirkannya sedari tadi. melainkan Anin yang menelponnya.
"Anin? ".lirih Rayhan lalu mengangkat teleponnya.
" halo Anin?"
"sayang, kapan kamu pulang? aku sangat merindukanmu". ucap Anin dari sebrang sana.
" anin".
"aku sudah lama tidak tidur denganmu.apa kamu tidak merindukanku? kamu jangan banyak alasan. cepat pulang dan datang padaku atau biar aku yang datang padamu" . Anin diam sejenak."kamu menyebalkan. sekarang kamu berubah Rayhan ".isak Anin perlahan.
mendengar isakan Anin membuat Rayhan terperanjat dari duduknya. Rayhan merasa bersalah telah mengabaikan Anin. Rayhan menyadari kesalahannya. sekarang ia bukan hanya memiliki satu istri melainkan 'dua'. dan akhir akhir ini Rayhan hanya memikirkan satu diantara mereka. egois memang tapi kenyataannya memang begitu.
__ADS_1
" Anin. sayang, tenanglah. oke, yah aku akan pulang malam ini ".
akhirnya Rayhan memutuskan untuk pulang kerumahnya malam ini..