
Mengandung konten 21+.bagi yang masih dibawah umur mohon skip ya gaes..
happy Reading 😘
***
Kini menjelang malam. setelah selesai makan malam bersama dengan keributan yang menggema, Nara memasuki kamarnya begitu juga dengan Anin. Anin menempati kamar Rayhan sebagai kamar barunya kini.
dilain halnya dengan Nara dan Anin, kini Rayhan tengah bingung. Rayhan mau masuk ke kamarnya tapi entah mengapa membayangkan wajah Nara dirinya tak sanggup jika bermalam dengan Anin. tapi jika tidur dengan Nara, apa alasan yang akan diajukan nya pada Nara dan juga Anin nanti.
padahal tak ada salahnya juga jika Rayhan tidur dengan Nara. karena Nara kan istrinya apalagi mengingat perjanjian mereka bahwa ray boleh meminta haknya sebagai suami dan Nara wajib memenuhinya. tapi bila Anin tau apa nggak bakalan runyam jadinya.
Rayhan masih terpaku di depan pintu kamarnya, namun pandangan matanya fokus menatap pintu kamar Nara. entah ada apa perasaannya saat ini. apakah kini hatinya telah terbagi dengan Nara juga?.
tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, menampakan wanita cantik nan sexy didepannya. Rayhan yang tadi sempat melamun menatap kamar Nara kini berbalik menatap sosok indah didepannya.
"sayang".panggil Anin dengan suara sensualnya.
awalnya Rayhan merasa canggung.susah payah ray menahan sesuatu yang bergejolak dalam tubuhnya.namun tembok pertahanannya sepertinya tak kuasa menahannya.
__ADS_1
Rayhan pria normal, bagaimana mungkin napsunya tidak terjangkit jika disuguhi wanita yang menggodanya. bagaikan kucing saja jika di kasih kepala ikan pasti tak akan menolaknya biarpun sudah kenyang bukan?.
tapi kan Rayhan bukan kucing ya gaes..
" sayang, kenapa kamu bengong? ".
Rayhan menatap Anin namun bayangan Nara memenuhi wajah Anin.
dengan cepat ray masuk ke kamar tanpa menutup pintunya terlebih dahulu dengan napsu yang telah memuncak. ditariknya tengkuk Anin dan menciumnya dengan rakus.menggigit, meng*cup,mel*mat leher jenjang Anin.tangannya tak tinggal diam, menjelajahi lekuk tubuh Anin gemas. lalu di rebahkan nya tubuh Anin diranjang dengan bibir yang masih mel*matnya. tangan ray kini menarik ikatan pita lingerie tipis yang dikenakan Anin, dengan sekali tarikan pitanya terlepas dan menampakkan dua gundukan Anin yang masih tertutup bra yang menyembul keluar. menambah sesuatu di tubuh ray tambah menegang seketika.
dengan gerakan buru buru ray melepas bra Anin dan mel*mat gundukan kenyal itu dengan gemas. mengecupnya rakus bagaikan bayi yang kehausan.
berbeda dengan suasana kamar Rayhan yang tampak panas dan menggairahkan kini Nara tampak melamun entah memikirkan apa. hatinya tak tenang, Nara merasa cemas entah apa yang dia cemaskan.
" hahgh.. kenapa hatiku sakit sekali ".Nara yang haus berniat mengambil botol minum yang ada di atas nakas namun ternyata kosong, Nara lalu keluar kamar.
diluar kamar, ternyata Nara melihat aksi mereka karena pintunya terbuka lebar dan menampakkan adegan panas mereka dengan jelas yang tak seharusnya Nara lihat.
tadinya Nara mau kedapur mengisi wadah air minum yang kosong karena Nara kehausan tadi. tapi tidak di sangka saat menuju dapur Nara melihat pemandangan didepannya yang membuat hatinya sakit hingga ia tak sanggup menahan laju air matanya yang keluar begitu saja.
__ADS_1
Nara berlari masuk ke kamarnya tanpa melanjutkan niat awalnya untuk ke dapur. menangis sepuasnya di balkon kamar dengan sesak di dada yang ia rasakan. tidak bisa di pungkiri bahwa Nara sakit hati melihatnya. meskipun Nara belum mengakuinya bahwa dia mencintainya, tapi Nara cemburu melihatnya bagaimanapun dia adalah istrinya juga.
dikamar Rayhan, desahan Anin masih terdengar begitu indahnya, semakin membuat ray bernafsu bertambah gairahnya.
tangannya kini meng*lus paha Anin dan semakin ke atas hingga ray menemukan sesuatu yang ditujunya yang masih terbalut kain pembatas. mulutnya masih setia meng*lum di gundukan kenyal Anin.
" Aaahhhh... "jerit Anin ketika jari ray berhasil masuk ke area inti Anin.
" Nara, apa kau sudah siap? ".bisik ray dengan deru napas yang tersengal.
Anin menautkan alisnya, dan seketika mendorong tubuh rayhan menjauh.
" Nara??? kau pikir aku NARA???!! kesal Anin tak terima.
"a-anin".gagap Rayhan gugup.
" kenapa kamu sebut dia!! "
...astaga, bodohnya aku. kenapa Anin terlihat Nara. ada apa denganku. gumam ray dalam hati, napasnya masih terbata....
__ADS_1
"Anin, maafkan aku".ray langsung pergi keluar kamar meninggalkan Anin yang memanggilnya sambil menangis..