
kini anindita telah resmi menjadi suami istri secara siri. Anindita sangat senang karena kini ia telah sah menjadi istri dari seorang Rayhan Wijaya. meskipun dalam hatinya agak mengganjal karena ketidak hadirnya orang tua mereka, dan menikah pun diam diam tanpa ada yang tau dan merestui mereka, apalagi media massa.
tp tak peduli yang penting Rayhan kini menjadi suaminya.
kini mereka tengah duduk disofa depan tv. bapak penghulu dan kedua orang saksi tadi sudah pergi meninggalkan apartemen. kini hanya ada Nara, Dinda, bik narsih, dan pengantin baru.
"sayang, apa kamu capek? ".tanya anin mengglayut manja di lengan Rayhan, yang membuat Nara maupun Dinda serasa ingin memuntahkan isi perutnya.
" tidak ".jawab Rayhan dingin, tapi kini pandangannya menghadap arah Nara yang ada di sofa depannya.
" ishh, dasar menjijikkan".gumam Dinda tapi masih terdengar orang lain. Nara yang mendengar pun menyenggol lengan Dinda untuk tidak mengatakan apa apa.
"maaf tuan, apa tuan dan nona mau saya buatkan makanan? ".tanya narsih menyela.
"tidak usah bik, lebih baik bibik dan yang lain pulang".sarkah anin cepat mengusir yang lainnya dari apartemen secara halus.
Rayhan menatap anin tidak suka. sebenarnya entah mengapa Rayhan tidak mau berduaan dengan anin saat ini.
narsih langsung berniat melangkah pergi sesudah mendapat tatapan isarat dari anin, sebelum Rayhan menghentikannya.
" bik, saya minta bibik tutup mulut. tidak akan menceritakan hal ini pada siapapun ".tegas Rayhan.
" baik tuan,permisi".pamit narsih melangkah pergi menuju pintu keluar apartemen. Dinda dan Nara yang malas berlama-lama dirumah anin pun beranjak dari duduknya berniat mengikuti narsih untuk pulang.
__ADS_1
"heh bocah, mau kemana? ".suara barinton Rayhan menghentikan langkah Nara.
" pulang lah, kemana lagi ".jawab Nara.
" kamu tetap di sini, biarkan dia pulang dengan bik narsih di antar supir".
seketika anin memlototkan matanya tak terima.
"APA! sayang, apa maksud kamu, biarkan dia pergi. aku gak mau ada yang ganggu kita".
Nara memutar bola matanya malas melirik kearah Dinda yang kini juga tengah menatapnya.
" gak ada yang bakalan ganggu kalian! yuk din kita pulang ".jawab Nara kesal.
tanpa di sangka didepan pintu sebelum keluar, Rayhan menarik tangan Nara.
" Nara tetap disini, kamu pulang saja".ray menatap tajam Dinda yang membuat Dinda bergidik ngeri. dengan terpaksa Dinda melepaskan cekalannya pada tangan Nara.
"ra apa lo gak papa kalo gue pulang? ".
Nara melirik ke arah ray sebelum menjawabnya. tapi ray juga menatapnya dengan tatapan membunuh yang membuat Nara takut. akhirnya Nara mengikuti kemauan rayhan untuk tetap tinggal di apartemen anin. entah tau perasaannya nanti.
" ya udah din,lo pulang aja, gue gak papa kok".nara memaksakan senyumannya.
__ADS_1
dengan berat hati Dinda mengalah pulang dengan bik narsih, meninggalkan sahabatnya itu yang entah nasibnya akan seperti apa.
tiba-tiba ray menatap Nara seraya berkata"aku lapar".
"lapar ya makan lah, lapar kok laporan".jawab Nara dengan geramnya.
" buatkan kita makanan".ray melenggang pergi mendekati anin.
Nara mengepalkan tangannya kesal. marah, tentu saja marah. tadi mau dibuatkan bik narsih tidak mau dan sekarang malah memerintahkan Nara memasak untuk mereka.
"sayang biarkan aku yang akan memasak buat mu dan Nara yang akan membantu ku".senyum anin terpaksa. sebenarnya anin sangat muak dengan kelakuan ray yang menahan Nara pergi. anin tidak suka dengan keberadaan Nara. mengganggu saja
Rayhan kini duduk di kursi meja makan menatap dua istrinya yang sedang memasak.
" haaghh,, ternyata begini rasanya punya dua istri ".gumam Ray menyunggingkan senyumnya.
setelah selesai memasak, Nara menatanya di meja makan. tadinya Nara mau melayani ray mengambil makanan tapi tugas itu diambil alih oleh anin yang duduknya tepat bersebelahan dengan ray. sedangkan Nara duduk di depan mereka.
disela sela makan anin selalu menyuapi ray dan sebaliknya, sesekali rayhan mengelap bibir anin yang blepotan.
Rayhan seperti sedang memanas manasi hati Nara. membuat Nara geram di buatnya. ada rasa aneh yang membuatnya sesak di hatinya,tak tahan melihat semua itu.
tunggu dulu.. tak tahan??? apa kini Nara sedang merasa cemburu??? astaga.
__ADS_1