
"ya Nara! kamu tidak apa-apa? ". tanya Dinda cemas langsung mendekat ke arah dimana Nara berdiri. membolak balikan tubuh Nara dengan rasa khawatir, takut kalau kalau tadi Rayhan menyakitinya.
" aw Dinda. gue gak apa apa kok". Nara menghempaskan tangan Dinda yang terus menyentuhnya.
"kenapa cecunguk itu ada disini, hem?".
" hey, kenapa lo nanya ke gue.harusnya tadi lo tanya ke dia sendiri".
"gue lupa nanya tadi". ucap Dinda menggaruk tengkuknya.
" lo bukannya lupa, tapi takut nanya ".
" ishh...".protes Dinda menatap tajam Nara.
"kok lo tau?! ". sambungnya lagi yang langsung mendapatkan pukulan gemas di lengannya.. bisa bisanya Dinda bercanda disaat seperti ini.
" tapi lo beneran gak papa kan? ". tanya Dinda lagi. karena sejujurnya Dinda masih merasa khawatir..
" hem.. tapi gue harus bagaimana din? ". lirih Nara dengan menahan air mata yang hampir saja tumpah. Nara menceritakan semua kejadian yang barusan dialaminya termasuk perkataan Rayhan yang akan menjemputnya besok.
sekuat tenaga Nara untuk tidak menangis dihadapkan sahabatnya itu. kendatipun sebenarnya hatinya sangat sesak karena sedari tadi menahan rasa antara marah, kecewa, rindu, benci dan masih banyak lagi rasa yang tersimpan pada Rayhan.
melihat Nara yang sepertinya tidak baik-baik saja, Dinda memutuskan untuk mengajak Nara pulang..
*
*
__ADS_1
*
"hamil? ".
pekik Bagas dan juga Clara bersamaan.. pasalnya mereka baru tahu bahwa menantunya Nara ternyata sedang mengandung anak Rayhan, yang tak lain adalah cucunya. keturunan dari darah Wijaya..
dan sayangnya kabar gembira ini tidak terucapkan dari mereka sendiri. melainkan dari seseorang detektif suruhannya.
ya memang Bagas menyewa detektif untuk mencari tahu apa saja yang dilakukan menantunya si Nara. dan bukan hanya Nara yang Bagas awasi. begitupun dengan Rayhan putranya sendiri.
Bagas tidak mau kecolongan dengan ulah Rayhan yang semaunya sendiri.
tapi nyatanya lagi lagi kini Bagas telah kecolongan. anaknya telah membuat kesalahan yang sebenarnya sangat membahagiakan dirinya dan keluarganya..
tidak bisa dipungkiri Bagas maupun Clara merasa sangat bahagia dengan kabar ini.. ada rasa kelegaan bahwa yang hamil adalah Nara dan bukannya Anin.
" bagaimana apanya.. ya syukur dong. bukankah ini kabar yang sudah lama kita tunggu tunggu". ucap Bagas mengembangkan senyumannya.. ia sudah tidak peduli lagi dengan menantu yang tidak direstui nya. kini apa yang diharapkan dalam setiap doanya telah terkabulkan. kalau benar menantunya Nara tengah hamil bukankah berarti misinya berhasil. berarti mereka sudah melakukannya dan besar kemungkinan anak anak mereka sudah benar-benar saling mencintai kan?
"ish.papa ini.. terus bagaimana dengan Anin? ".
" kita singkirkan wanita itu "..
*
*
*
__ADS_1
semalaman Nara terus memikirkan apa yang dikatakan Rayhan. bahkan dirinya sampai tidak tidur karena terngiang-ngiang apa yang dikatakan Rayhan kemarin.
" adil?". ,,cih... terdengar decakan dari mulut Nara. seolah tidak percaya akan apa yang sudah dikatakan Rayhan.. berulang kali pula Nara menghembuskan nafas kasarnya.. kenapa Nara begitu sangat memikirkan perkataan Rayhan. seolah Rayhan tengah berbicara di telinganya..
"augh.. kenapa aku terus memikirkannya.. apa aku kabur saja. tapi bagaimana.. ". gumam Nara bingung harus melakukan apa.. Nara terus mondar-mandir didalam kamarnya
" Richo.. ".. satu nama yang kini terpikirkan oleh Nara...
*
*
*
hallo para readers...đ
maafkan author yang sudah lama tidak up..(XīšX)âˇ
maafkan karena ceritanya yang mungkin tidak berkenan di hati para readers..
maafkan karena authornya tidak konsisten...
dan maafkan atas berbagai kesalahan ceritaku yang tidak sesuai dengan keinginan para readers
author sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik... tapi nyatanya kadang realita tak sesuai dengan expetensi...
tapi sesuai rencana cerita ini tetap author lanjut sampai tamat nantinya.. đ
__ADS_1
.... love you readers đ