Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 21


__ADS_3

paginya Nara membantu bik narsih membuat sarapan. setelah selesai Nara menaiki tangga menuju kamar Rayhan untuk menyiapkan keperluan Rayhan yang di perintahnya tadi malam via whatsapp. sebenarnya Nara sangat malas menyiapkan keperluan Rayhan, lebih tepatnya malas bertemu dan berdebat dengan nya. karena setiap mereka bersama pasti selalu ada ada saja yang di perdebatkan.


Nara berdiri di depan pintu kamar ray sejenak, untuk menyiapkan mentalnya bertemu dengan pria yang selalu menyebalkannya, menarik napasnya dalam dalam. dipegangnya gagang pintu dan membukanya perlahan. Nara celingukan mencari sosok yang dia cari dan ternyata tidak ada.


"kemana dia, apa dia sedang mandi? ".guman Nara menuju kamar mandi,namun ternyata pintu nya terbuka.kosong tidak ada siapapun di sana. lalu Nara berjalan kesamping ranjang.


terdengar sayub sayub seseorang yang tengah berbicara dari arah balkon. mungkin itu Rayhan yang tengah menelfon seseorang.


dab benar saja itu adalah Rayhan.Nara mendekat ke arah balkon, mendengarkan ray berbicara dengan seseorang yang seperti nya adalah kekasihnya si Anandita. kentara saat ketika dirinya sedang memanggilnya dengan suara merdunya. tidak seperti kala saat berbicara dengannya.


"iya sayang, nanti kita ketemu di tempat biasa".


".... "


"iya aku janji".


begitulah percakapan yang Nara dengar sekilas. Nara tak menghiraukan Rayhan yang tengah asik berbincang di ponselnya sampai tak menyadari keberadaan Nara di kamar nya.


Nara langsung menuju tempat ruang ganti di kamar ray dan mengambil kemeja putih lengkap dengan setelan jas dan dasi. Nara keluar dari kamar ganti membawa baju tersebut, dan berharap dirinya tidak kepergok Rayhan nanti saat keluar. sungguh sial sekali jika ray mengetahui keberadaannya, pasti pagi pagi harus sarapan debat.


"ya Tuhan, semoga si lapuk tidak mengetahui keberadaan ku". gumam Nara berdoa.sayangnya belum lama Nara berucap,dirinya dikejutkan dengan sosok tampan didepannya yang tiba-tiba muncul.


"astaga lapuk.. kenapa ada di sini?! ".kaget Nara latah..

__ADS_1


"ngomong apa barusan, siapa lapuk?! tentu saja aku disini ini kamarku, kenapa kamu udah ada disini? kapan kamu masuk ke kamarku, aky tidak melihat mu tadi? ". deretan pertanyaan Rayhan.


" hahaha.. iya yah, inikan kamarnya jelas bapak om udah ada di sini..". kekeh Nara.


" oh ya ini bapak om mas bajunya sudah aku siapkan ". kata Nara menaruh pakaian ray di sofa kamar,ia hendak pergi meninggalkan ray. tapi baju belakang Nara ditarik ray. Nara tau pasti Rayhan akan memarahinya karena sebutan yang digunakan nya. Nara menengok arah belakang dan menatap ray dengan menyengir kuda.


" bapak, lihat itu apa!!?! ". bohong Nara menunjuk arah belakang ray. ray yang tertipu menuruti Nara menengok arah belakang, saat ray lengah Nara melecit kabur keluar kamar ray..


" AWAS YAH BOCAH INGUSAN!!haish". teriak Rayhan.


Nara berhasil masuk ke kamar nya dengan napas yang terengah engah.dipegangnya dadanya yang sedang ketakutan. pasti nanti Rayhan akan membalasnya.


"haaahhh.. " . Nara melorotkan tubuhnya kebawah yang sedang bersandar dipintu.


" oh yah, aku ajak dinda aja untuk bolos ".


setelah bersiap Nara turun dari kamar nya dan tidak menyempatkan untuk sarapan karena takut dengan ray. Nara menghubungi dinda untuk menjemputnya di jalan dekat rumah Rayhan.


tidak ada yang tau Nara sudah pergi dari rumah termasuk bik narsih.


"din, jemput gue didekat rumah gue di alamat xx! "


tanpa menunggu jawaban dinda Nara telah memutuskan sambungan telfonnya, yang berarti dinda tidak boleh menolaknya.

__ADS_1


Nara menunggu dinda dibawah pohon dekat jalan komplek rumah nya. Nara menggunakan masker agar tidak ketahuan, setelah menunggu beberapa lama akhirnya yang ditunggu datang.


"lo kenapa si ra? rumah pak Rayhan sebelah mana? yang itu apa yang itu?". tanya dinda clingukan menunjukkan arah rumah disekitar.


"udah deh lo diem gak usah bahas si lapuk. sekarang mending lo bantuin gue".


dinda mengerutkan dahinya tak tau apa yang akan dilakukan sahabatnya pagi pagi hingga meminta bantuannya.


" bantuin apaan. jangan macem-macem deh? ".


" ya udah kita bahasnya sambil jalan".


Dinda pun dengan terpaksa menuruti permintaan Nara.


***


hy gaes...


jangan lupa like comment and vote q yah...


dukung author juga dengan cara kasih ⭐yang buanyak... 😁


thankyou 😘

__ADS_1


__ADS_2