Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 29


__ADS_3

Nara sangat bahagia setelah sampai di restoran ternyata di situ bukan hanya ada bagas dan Clara melainkan ada orang tua Nara si Burhan dan Mariska juga.


Nara memeluk kedua orang tuanya itu dengan rona bahagia. tak terpungkiri dirinya sangat merindukan keluarganya. tak lupa pula Nara menyalami dan mencium punggung tangan mertuanya itu.


"aduh anak mama cantik sekali sih".cletuk Clara.. padahal jelas jelas yang anaknya adalah Rayhan.


" istri siapa dulu dong ".timpal Mariska.


" anak ayah.. ".kata burhan bangga.


" dan pastinya menantuku,,, ".sambung Bagas. dan mereka semua tertawa, kecuali Rayhan. sedangkan Nara seketika menjadi merasa malu sendiri. diselipkan nya rambutnya yang tergerai kebelakang telinga, memegang pipinya yang terasa panas karena malu dipuji. Rayhan yang melihatnya memutarkan bola matanya malas.


" cih, mereka ini, huufffhh".decak Rayhan menghembuskan napasnya kasar.


mereka telah memesan makanan, yang kini telah terjejer banyak makanan di meja yang tentunya sangat enak enak. membuat perut Nara bergejolak ingin segera memakannya. Tiba-tiba perut Nara berbunyi sangat kencang hingga membuat orang dimeja itu mendengarnya, tak terkecuali Rayhan.


"ah nak Nara, makanlah, pasti kamu lapar, iya kan? ".kata Bagas tersenyum.

__ADS_1


Nara pun ikut tersenyum malu. mereka mulai memakan makanan yang ada dimeja sambil berbincang bincang di sela sela makan nya.


" Rayhan, pasti kamu senang deh dapat istri cantik seperti Nara".puji Clara.


Rayhan yang ditanya hanya diam tak menjawab pertanyaan orang tuanya, tetap melanjutkan makan malamnya dalam diam.


"Nara.. bukankah ini sudah 3 bulan kalian menikah,,, apa sudah ada tanda tanda ibu akan punya cucu? ".tanya Mariska yang seketika membuat Nara tersedak makanannya, dengan cepat ibunya memberikan air minum.


Nara melirik ke arah Rayhan yang ternyata Rayhan juga sedang menatapnya. mencari jawaban pada ray tapi ray hanya mengangkat bahunya acuh.Nara bingung harus kasih jawaban apa untuk keluarganya. akhirnya Nara hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"huffhh,belum ada tanda tanda ya".jawab Clara kecewa.


" tidak apa apa besan, mungkin belum saatnya kita menimang cucu".timpal Burhan.


mereka menikmati makan malam sambil mengobrol hikmat. kecuali pasangan pasutri muda ini si Nara dan Rayhan yang nampak diam saja. enggan menanggapi obrolan keluarganya. Nara pun sangat canggung dengan situasi ini.


hingga larut malam mereka baru pulang kerumah Rayhan.

__ADS_1


"isshh.. kenapa kamu tadi diam saja.? ".tanya Nara tiba-tiba pada Rayhan setelah mereka sampai dirumahnya. kini mereka tepat di ruang TV menuju lantai atas tempat kamar mereka.


Rayhan yang sedang berjalan terlebih dahulu di depan Nara sontak menghentikan langkahnya dan menghadap Nara. ditatap nya mata Nara intens dan melangkah mendekat arah Nara. Nara yang didekati ray pun beringsut mundur ke belakang meremas dress yang dipakainya.


" kamu mau saya jawab apa,hem? ".kata Ray memojokan tubuh Nara yang terpentok tembok.


" ba-ba-bapak mau apa? ".gagap Nara ketakutan, karna ray semakin memojokan tubuh Nara dan menguncinya dengan kedua tangannya yang diletakan disamping kepala Nara.


" apa sekarang kamu sudah siap membuat cucu buat mereka, hem?. tanya ray menyeringai yang semakin membuat Nara ketakutan.


"whattt.. ogah".kaget Nara


Nara mendorong tubuh ray untuk menjauh, tapi yang terjadi ray malah menarik tubuh Nara kedekapannya. menarik tengkuk Nara dan menyatukan bibirnya di bibir Nara.


Nara Memblalakan matanya,lalu mengerjapkan matanya tak percaya dengan apa yang ray lakukan terhadap nya saat ini.


saking tercengangnya membuat Nara terdiam tak merespon ray. membuat ray memperdalam ciumannya,, me*umatnya.ray menggigit kecil bibir Nara untuk membuka bibir Nara agar lebih mengekspos lidahnya, dan menari nari disana.

__ADS_1


tampa terasa kini Nara mulai menikmatinya memejamkan matanya, menikmati sensasi yang baru Nara rasakan. tangan Rayhan kini tak tinggal diam. menyentuh lekukan tubuh Nara yang membuat gairahnya terbakar membangunkan sesuatu dibawah sana. Nara yang disentuhnya pun merasakan glayaran aneh pada tubuhnya.


" astaga..! ".


__ADS_2