Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 95


__ADS_3

Hachimm....


Richo yang sedang asik membaca tiba-tiba merasa hidungnya gatal dan terasa menggelitik hingga membuatnya terus saja bersin bersin.


"ada apa dengan hidungku? apa aku sakit? kenapa aku bersin bersin? tapi sepertinya aku baik baik saja". Richo terus bergumam sendiri didalam kamarnya.


"haish apa ada yang membicarakanku?! ".. sambungnya lagi.


*


*


*


" sayang, kamu belum tidur?". tanya Anin yang baru menyadari ternyata suaminya masih terjaga disampingnya.


"aku belum bisa tidur".jawab Rayhan singkat.


" apa aku membangunkanmu? ". tanya Rayhan lagi yang merasa dirinya terlalu banyak pergerakan di atas ranjang tadi.

__ADS_1


" emh, tidak. aku hanya kaget saja kamu masih belum tidur ".


hening, tidak ada yang mulai membuka percakapan diantara mereka. hingga dipersekian detik Rayhan mendekap tubuh Anin yang terbalut lengrie ke dalam pelukannya. menyandarkan kepala Anin pada dada bidangnya.


" Anin? ".panggil Rayhan ragu.


" hem".


"aku menginginkanmu". satu permintaan Rayhan yang tiba-tiba saja keluar dari mulutnya..


niat hati awalnya mau mengatakan bahwa dirinya mau membawa kembali Nara kerumahnya namun entah dorongan dari mana Rayhan malah mengatakan hal lain yang justru bertolak belakang dengan apa yang mau dikatakannya.


entah sejak kapan terakhir kalinya Rayhan menyentuhnya. Anin bahkan lupa menghitungnya.


mendapat jawaban melalui senyuman Anin. Rayhan lantas mulai mencium lembut bibir Anin. menciumnya satu kali, dua kali, hingga yang ketiga kalinya Rayhan me lu mat bibir Anin rakus.


sudah berapa lama pula Rayhan memendam has rat kelakiannya. ia sudah tidak tahan lagi kali ini. walaupun hati dan pikirannya terpecah-belah oleh Nara. tapi apalah daya Rayhan hanya manusia biasa. egois selalu mendominasi dirinya.


" akhh..

__ADS_1


satu ******* lolos begitu saja dari bibir Anin tatkala ciuman Rayhan mulai turun ke dagunya. menjilatnya basah hingga ke leher jenjang Anin.


dengan gerakan lembut tangan Rayhan perlahan mulai membuka lengrie yang Anin pakai. hingga terpampang lah tubuh Anin. tidak sampai disitu, Rayhan yang sudah merasa gerah pun melepaskan pakaiannya sendiri. hingga kini mereka sama-sama polos di atas ranjang.


dan terjadilah malam panjang yang sangat meng gai rahkan... saling melepaskan puncak kenikmatan masing-masing...


dan dengan bodohnya ditempat lain Nara justru masih begitu gelisah mengingat perkataan Rayhan. sudah keberapa kalinya ia menulis pesan kepada Dinda dan Richo untuk meminta bantuan dan setelah itu dihapusnya. menulis lagi dihapus lagi, menulis lagi dan dihapus lagi.


sampai akhirnya Nara mengurangkan niatnya untuk meminta bantuan pada sahabatnya dan mantan kekasihnya itu.


jika dipikirkan kembali bukankah sangat tidak baik merepotkan dan melibatkan orang lain. apalagi Richo.


Richo itu mantan kekasihnya kan,? tidak seharusnya Richo terlibat dalam urusannya. sudah cukup ada dimasa lalunya bukan berarti harus dibawa kemasa depan juga.


"akh.aku ini bodoh sekali. bagimana aku bisa melibatkan orang lain untuk menghindari kampret itu! ". kesal Nara mengacak-acak rambutnya sendiri. Nara benar-benar tidak tahu harus bagaimana.


"astaga! "


"ah ,hai beby gray.maafkan mommy. apa kau mendengar mommy? maksud mommy tadi harusnya mommy tidak menghindari ayahmu kan? ".nara menghela napasnya panjang."baik-baik disana, hem. dan tolong kasih jawaban ke mommy yah apa maumu". gumam Nara terus mengusap perutnya.

__ADS_1


__ADS_2