
Rayhan sampai di apartemen Richo pada malam hari setelah doni memberitakan alamatnya.
berhenti didepan pintu apartemen dengan dada kembang kempis menahan gejolak amarahnya yang sudah ia tahan sedari rumah.
Rayhan marah pada istrinya, sangat sangat marah. tapi dia juga merindukannya. Rayhan memaklumi kelakuan Nara yang begitu karena salahnya yang telah menyakitinya. tapi gak seharusnya juga istrinya kabur kerumah mantannya itu.
Rayhan menekan tombol bel pada pintu.
Richo yang sedang duduk bersimpuh didepan sofa memandangi wajah damai Nara yang tertidur terlonjat kaget mendengar bel pintunya berbunyi. pasalnya selama ini jarang sekali ada tamu yang hinggap dirumahnya, terlebih ini sudah gelap.
Richo menyipitkan matanya setelah melihat seseorang tengah berdiri tegang yang terlihat dari layar monitor rumahnya.
"cih, setelah kabur kau baru mencarinya". gumam Richo berdesis sebal. Nara memang tidak mengatakan kejadian yang menimpanya, namun Richo tau bahwa mantan kekasihnya itu sedang tidak baik baik saja karena orang ini. Richo menebak pasti suami dari orang yang dicintainya telah menyakitinya.
Richo membuka pintunya seraya tersenyum sinis pada suami mantan kekasihnya. membuat Rayhan serasa ingin meninju nya di detik itu juga.
"mau apa kau datang kemari? ".sinis Richo menatap tajam ray.
" dimana istriku?! ".
" istri? kenapa kau mencarinya disini? ".tanya Richo pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
" dimana istriku! kau jangan menyembunyikannya! ".geram Rayhan mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih, mengeretkan giginya menahan emosi yang siap meledak.
namun semua itu tak khayal membuat seorang Richo takut. ia malah tersenyum licik seperti mengejek seekor singa yang siap menerkam mangsanya.
" kekasihku sudah tertidur ". jawab Richo enteng yang langsung mendapat tatapan tajam dari Rayhan. entah keberanian dari mana hingga Richo menyebutkan istri orang sebagai kekasihnya.
bugh..
hantaman keras mengenai sudut bibir Richo hingga terjungkal kebelakang. Rayhan tak bisa lagi meredam emosinya yang semakin bergejolak. dengan cepat Rayhan memasuki apartemen Richo.
"jangan pernah sebut istriku sebagai kekasihmu, sialan!! ".teriak Rayhan menindih tubuh Richo yang masih terkapar dilantai.
bugh..
bugh..
balasan pukulan dari Richo mendarat di hidung mancung Rayhan hingga mengeluarkan darah segar. Richo hendak melayangkan pukulan lagi pada wajah tampan Rayhan yang menyebalkan. tapi belum sempat melayangkan bogemnya diwajah Rayhan terdengar suara lirih dari samping mereka yang sontak membuat Rayhan maupun Richo menengok arah suara secara bersamaan.
" kalian sedang apa? ".tanya nara polos sambil menguap dengan raut muka menggemaskan. rambutnya acak acakan khas bangun tidur, namun tak mengurangi kecantikannya sedikitpun.
Rayhan lantas mendorong tubuh Richo yang berada diatasnya. lalu berdiri menghampiri Nara yang nampaknya belum seratus persen jiwanya sadar sepenuhnya akibat ketiduran.
__ADS_1
" Nara, apa kamu baik baik saja? ". tanya Rayhan khawatir dengan membolak balikan tubuh Nara yang nampak kebingungan.
" aku seperti tidak asing dengan suara menyebalkan ini ".gumam Nara dalam hati.
" eh. kenapa bapak ada disini?! ". kaget Nara panik membulatkan matanya. kantuk yang tadi bersarang dimatanya seketika hilang entah kemana.
" dasar bodoh! harusnya aku yang bertanya, ngapain kamu kabur kesini, hah? emang gak ada tempat lain apa! ". Rayhan menjentikkan jarinya dilihat Nara. membuat yang punya jidat meng'aduh kesakitan.
haruskah suaminya itu sekasar ini hingga menjentikkan jarinya dijidat segala. harusnya tuh kecupan rindu lah yang mendarat di jidatnya. tadi bilangnya rindu. tapi setelah ketemu bawaannya malah ngajak gelut. benar benar suami langka. harusnya pemerintah memuseoumkan makhluk semacam suaminya ini.
Rayhan menarik tangan Nara yang masih kebingungan tak percaya suaminya ada di hadapannya. sampai tidak sadar Rayhan sudah menariknya. tapi tiba-tiba Richo juga mencekal dan menarik tangan Nara satunya lagi. mereka saling tarik menarik seperti sedang main tarik tambang di ornamen perlombaan.
"lepaskan dia!!! ". seru Rayhan menatap tajam Richo. tapi sepertinya Richo enggan untuk melepaskannya.
" tidak mau! ". tegas Richo.
" kau yang lepaskan aku! ". kata Nara yang sontak membuat Rayhan tercengang hingga tak tau raut mukanya seperti apa karena kaget. namun sesegera mungkin ia mengembalikan raut mukanya yang tegas dan terlihat dingin.
" aku tidak akan melepaskanmu. tidak akan pernah. dan kau, jangan ikut campur masalah rumah tangga ku. punya hak apa kau menahan istriku! ". tunjuk Rayhan pada Richo. Rayhan menyentak tangan Richo melepaskan paksa dari tangan Nara.
menyeret Nara paksa tak peduli dengan Nara yang terus meronta meminta untuk dilepaskannya.
__ADS_1
sedangkan Richo, ia hanya bisa menatapnya sendu melihat orang yang dicintainya dibawa oleh sang suami. benar yang Rayhan katakan, ia memang tidak ada hak apa apa untuk menahan istri orang. untuk kali ini Richo mengalah. tapi tidak untuk lain kali jika Rayhan mengulanginya lagi membuat Nara terlihat tidak baik baik saja seperti kemarin. maka tidak segan segan Richo akan merebut hati Nara kembali.. itu janjinya pada diri sendiri.