
Hai Hai Hai...๐**๐
aku masih setia nulis nih buat kamu. iya kamu๐.. jangan lupa ya dukung author terus. like dan vote aku selalu. okay.. ๐thankyou ๐
happy Reading**..
****
malam telah tiba. Nara baru merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya. matanya ngantuk dan lelah, tapi ia tidak bisa terlelap sedikitpun. begitu juga Rayhan yang tidak bisa tidur karena melihat Nara yang gelisah. dari tadi pagi tidak ada yang menggantikan dia menjaganya.
"Nara, kamu sangat gelisah. apa lukamu terlalu sakit?".tanya Rayhan duduk di samping ranjang Nara.
" aku tidak bisa tidur ".
tanpa di duga, Rayhan bangkit dari duduknya dan naik ke ranjang. menggeser tubuh Nara lalu merebahkan tubuhnya di samping Nara.
" apa yang Bapak lakukan?!".
"menidurkanmu! ".
" ck. bapak bukannya menidurkanku. kau malah membuatku tak nyaman. ini sangat sempit, asal kau tahu! ".
" ssttt. tidurlah. tutup matamu ". Rayhan mendekap tubuh mungil Nara, dan mengusap punggungnya.
tidak ada kata kata lagi yang keluar dari bibir Nara. dirinya terlalu terkejut dengan perlakuan Rayhan terhadapnya. nyaman . ya,memang tak bisa di pungkiri Nara sangat nyaman berada di dekapan Rayhan saat ini. sampai tak terasa Nara tertidur dengan mudahnya.
**
pagi hari Nara dikejutkan dengan orang yang berada di ruangannya. ketika membuka matanya, Nara dikejutkan dengan kedatangan kedua orang tuanya dan juga mertuanya.
" astaga! ".pekik Nara kaget.
" heh, ini anak kenapa sih".kaget Mariska.
"i-ibu ayah. kenapa kalian ada di sini? pah, mah? ".
__ADS_1
" aduh sayang, apa lukamu sakit? ".tanya Clara, dan Nara hanya menggelengkan kepalanya masih tak percaya.
" kenapa kalian baru memberitahu kami? ".ucap Burhan.
" iya. harusnya kalian kasih tau mpok siti dulu ".kata Bagas.
" siapa mpok siti? ".tanya Rayhan heran begitupun dengan semua orang. Bagas pun terkekeh dengan kekonyolan nya sendiri. tak lupa Bagas mendapat cubitan dari sang istri si Clara. suaminya itu ada ada saja.bisa bisanya bagas bercanda seperti itu. didepan besannya pula.
Nara lantas melirik Rayhan. bukankah Rayhan telah sepakat untuk tidak memberitahukan keluarganya. lalu apa ini? mereka malah sudah ada di sini pagi pagi.
Rayhan yang tau arti tatapan tajam Nara pun hanya bisa menyengir menggaruk telinganya. untung saja ayahnya itu tidak syok.
Rayhan memang memberitahu orang tuanya dan juga orang tua nara. tadi malam saat Nara sudah terlelap tidur, si Bagas sang papahnya Rayhan menelponnya untuk membahas acara pesta resepsinya minggu depan. tapi berhubung Nara ada di rumah sakit dan tidak memungkinkan saat ini untuk mengurus masalah resepsi Rayhan berniat akan membatalkannya. bukan membatalkannya maksudnya hanya akan mengundurnya saja. sudah dipastikan Rayhan tidak bisa membatalkannya. mana mungkin papahnya akan membiarkan hal itu terjadi.
tapi Rayhan tidak memberitahu mereka kronologis kejadian kecelakaan Nara yang sebenarnya. tidak mungkin kan Rayhan menceritakan awal mula akibat Nara kecelakaan karena mengejar ray dan istri sirinya si Anin yang sedang bertengkar. bisa hancur ray saat ini juga.
waktunya sarapan pagi, suster mengantarkan jatah makanan untuk Nara.
" Ray, suapin dong istrinya, mana bisa Nara makan sendiri ".kata Clara memerintah. para orang tua itu bergeser posisi menuju sofa dan berbincang bincang disana.
sedangkan Rayhan mengambil piring makan Nara untuk menyuapi nya.
Nara melirik tajam mendengar titah dari Rayhan. kenapa dirinya harus membuka bajunya.?
" apa? ".
" astaga! kenapa aku malah menyuruhnya buka baju ".batin Rayhan.
" ah, maksudku buka mulutmu ".kata Rayhan tersenyum.
Rayhan sudah menyodorkan sendok berisi makanan. namun, Nara hanya diam memperhatikan ray. ia ragu dan enggan membuka mulutnya menerima suapan dari Rayhan.
karena Nara kelamaan, ray membelokan sendok makanan itu kedalam mulutnya sendiri.
" ya! kenapa kamu memakannya? ".marah Nara.
__ADS_1
" kamu kelamaan buka mulutnya, ku kira kamu tidak mau. aku kan juga laper".kata Rayhan lalu melirik Nara dengan senyuman jahilnya.
"apa kamu mau suapan dari mulutku? ".goda ray menaik turunkan alisnya
" ishh kamu ini".
"dasar orang tua mesum".
Rayhan sangat senang sekali bisa menggoda istrinya itu.ia pun melanjutkan menyuapi Nara.
siangnya orang tua Rayhan dan Nara pulang.
"huuhh.. aku bosan".kata Nara menghela napasnya bosan. setelah orang tua nya pergi ruangan jadi terasa sepi.
Rayhan yang mendengarnya sontak menghentikan aktivitas nya yang sedang bekerja lewat ponsel pintarnya di sofa. Rayhan mendekat ke ranjang Nara dan duduk di bangku sebelah ranjang.
" nonton TV aja biar kamu gak bosan ".
" aku bahkan baru saja mematikannya ".
" terus? ".
" pinjam ponselmu ".kata Nara tersenyum manis mengedipkan matanya genit. siapa sih yang nggak bakalan luluh dengan perlakuan menggemaskannya itu. hingga Rayhan merasa terhipnotis dibuatnya, memberikan ponselnya itu tanpa sengaja.
" terimakasih suamikuh ".senyum Nara sumringah.
tunggu dulu.. suamiku?? whoahh bahkan Nara memanggilnya suami. apa Rayhan tengah bermimpi saat ini??. namun pernyataan Nara membuat Rayhan tersadar dari hipnotisnya.
" hey ponselku! ".teriak Rayhan merebut ponselnya kembali dari tangan Nara. " kamu masih kecil nggak boleh bermain ponsel sembarangan! ".sambung ray.
" tadi kamu yang memberikanku. dan asal kau tau aku bukan anak kecil. aku udah dewasa! ". marah Nara menatap tajam Rayhan.
" kamu tidak tahu apa apa masalah dewasa. jangan sok sokan ngomong dah dewasa ". Rayhan menyonyor kening Nara kebelakang lalu berlalu duduk di sofa.
" Rayhan Wijayaaaaa!!!".teriak Nara geram.
__ADS_1
"apa ??apa...???? ".ray berbalik menatap Nara hingga Nara yang hendak mau mengumpat ray dibuat takut sendiri karena ditatap nya.
" aku-aku mau pulang ".