
Selang 30menit,Rayhan dan anin sampai dirumahnya.
setelah memarkirkan mobil pada tempatnya mereka memasuki rumah dengan anin yang terus menggandeng lengan Rayhan mesra. namun langkah Ray terhenti saat melihat Nara yang sedang duduk manis sambil cengar cengir menatap ponselnya dengan serius, hingga tak menyadari kedatangan duo sejoli si Romero dan julipet tlah datang dan kini berada disampingnya.
"ngapain kamu?! ".tegur Rayhan tegas.
Nara yang tadinya sedang asik bermain ponselnya seketika menengok arah suara barinton orang ganteng yang tengah berdiri bersama makhluk cantik ciptaan Tuhan yang paling sexy. aw aw aw...:)
membuat Nara serasa ingin melompat tali karet bersama tetangga komplek depan rumah. niatnya Nara berpikiran mau melompat dari gedung kantor Rayhan aja,tapi kayaknya ketinggian Nara agak takut. jadi biar lompat tali aja yang kagak ketinggian, bareng tetangga pula kan malah jadi asik kan.
pikir Nara dalam hati, membayangkan hal itu membuatnya tanpa sadar menggeleng gelengkan kepalanya cepat.
Rayhan yang kini sudah berada di depan Nara menyonyor kepalanya heran sekaligus gemas dengan kelakuan istrinya itu.
" ditanya bukannya Jawab malah geleng-geleng.. ngapain sih?!! ".geram Rayhan.
" aw. aduh. bapak nanyain akoh? ".
__ADS_1
" kaga! lagi nanyain tuh sofa yang kamu duduki, sapa tau bisa ngomong! ".
" yang bisa ngomong tuh bulan! nih bapak dengerin baik-baik yah.. kalo bulan bisa ngomong, sayang bulan gak bisa ngomong.. eh nah loh, bulan aja gak bisa ngomong kan ternyata ".oceh Nara sambil bersenandung membuat anin serasa seperti petasan yang siap meledak pada tempatnya..
" iihh.. kalian ini ngomong apa sik. gaje banget! sayang, ada aku nih kok aku jadi di cuekin sih".kata anin yang sudah marah dengan Rayhan karena merasa di abaikan.
"gaje? apa itu gaje? ".batin ray.
" emh.. maaf sayang. yuk duduk ada yang mau aku bicarain ".kata Rayhan mengajak anin duduk, namun Nara enggan duduk bersama mereka.
" ogah duduk ama mereka, yang ada gue di jadiin kambing congek ntar".. batin Nara.
"ke kali?? ".tanya anin bingung.
" emangnya didekat sini ada kali apah? ".
" ohh gak ada yah, emh maksudku ke kolam. aku mau berenang, yah itu ".jawab Nara menyengir canggung.
__ADS_1
" tunggu sebentar. duduk dulu Nara. Anin kamu juga duduk ".kata Rayhan menghentikan Nara dan menyuruhnya duduk begitupun kepada anin. mereka pun duduk di satu ruangan yang sama di sofa.
Rayhan mulai menceritakan niat papahnya yang akan mengadakan resepsi dan pesta untuk Nara dan dirinya. Rayhan meminta izin restu pada Anin selaku selir yang dicintainya.
" Anin, papa akan mengadakan pesta untuk ku dan juga Nara pekan depan. aku harap kamu mengerti dan tidak keberatan".
"a-apa, kenapa,kenapa kamu gak menolaknya? tentu saja aku keberatan. pernikahan kalian sudah berlangsung lama, lagipula pernikahannya kontrak. harusnya kamu menolaknya dan ceraikan Nara secepatnya.!! ".rancau Anin tidak terima.
Anin sebenarnya sudah merasa tidak nyaman lagi ada Nara ditengah tengah mereka. ia takut kontrak pernikahan ray dan Nara hilang musnah dan Rayhan berubah mencintai Nara.
" ish, dasar cecurut. enak sekali lubang itu berkata. dikira pernikahan ini mainan apa".geram Nara dalam hati.
dirinya benar-benar kesal dengan perkataan Anin yang seenak jidatnya tanpa memikirkan perasaannya. hingga tanpa sadar, Nara menggebrakan meja didepannya dan berdiri.
brakk..
"aku!!!.. aku, aku permisi kebelakang".elak Nara memegangi perutnya berpura-pura sakit perut, lantas berlari ke kamarnya..
__ADS_1
" haish, astoge.. dasar mulutku. untung saja bisa ngeles kek bajay ".gumam Nara dalam hati.