
Hari mulai sore Rena memutuskan untuk pulang, Rena sangat bahagia mendapatkan pekerjaan baru karena beberapa tempat kerja tidak mengizinkan dia untuk sekolah. Tujuan untuk lulus sekolalh tinggal beberapa bulan lagi dia memutuskan untuk membuka lembaran baru melupakan kekasihnya yang berhianat dan menikah tanpa memberitaunya. Rena ingat dengan Tian dia langsung menelponnya.
Tuut.. Tuut.. Tuut..
“Halo Rena”
“Halo Tian, apakabarmu?”
“Aku baik-baik saja, kamu kemana ? lama sekali tidak mengabariku.”
“Aku ditempat tanteku, tapi mulai besok aku akan pindah ketempat baru”
“Tempat baru apa maksudnya?”
“Kerjaan baru maksud aku hehe”
“Oh gitu bagus deh, kapan ada waktu jangan lupa traktiranya haha”
“Tenang saja aku akan mengabarimu setelah aku gajian nanti”
“O ya tempat barumu ada dimana? Jauh tidak?”
“Bisakah pertanyaannya satu per satu?”
“haha oke oke aku terlalu senang mendengarmu sudah bisa tersenyum”
“Kamu ada ada saja, aku bekerja ditempat ibu Siska Andira”
“Haaa serius? Dia kan terkenal orang kaya di daerah sini kok kamu bisa sih kerja disitu?”
“Masa sih? Aku tidak sengaja melamar kerja ditokonya tapi ternyata yang beliau butuhkan dirumahnya yaaah sesuai dengan profesiku sebelumnya sebagai asisten rumah tangga alias pembantu”
__ADS_1
“Yang penting halal kerjaan tuh”
“Iya juga sih, Ya udah ya aku mau pulang aku menelponmu hanya untuk mengatakan itu saja”
“Oke selamat ya atas pekerjaan ditempat barumu”
“Terimakasih Tian”
Rena pulang menuju tempat tante Ira, setibanya dirumahnya tante Ira belum pulang dari acara arisan. Rena membersihkan badan lalu merapikan baju-baju dan barang-barang miliknya karena lusa harus sudah dirumah bu Siska. Ditengah-tengah merapikan baju tantenya pulang dengan seorang lelaki muda tak lain adalah Remon.
“Rena....!!” Teriak tante Ira memanggil Rena yang sedang sibuk merapikan baju
“I iya tante sebentar” Rena langsung menuju ke ruang tamu
“Ren tolong bikinin kopi atau teh untuk nak Remon”
“Baik tante” Rena mengalihkan pandangan ke Remon “Mas maaf mau minum kopi atau teh ya?”
“Baiklah tunggu sebentar ya, mas duduk dulu silahkan” Rena menuju dapur menyiapkan kopi tiba-tiba tante Ira berteriak dari kamar Rena
“Rena..!!! Rena..!!!”
Rena yang belum selesai membuat kopi langsung menuju kamarnya “Iya tante ada apa?”
“Apa maksud kamu ini hah...!!!?” menunjuk baju-baju Rena yang berantakan ditempat tidur “Kamu yah bukanya beresin semua malah berantakin”
“Ma maaf tante itu Rena sengaja keluarin semua baju untuk Rena rapikan”
“Lalu apa ini” menunjuk tas ransel yang sudah berisi baju-baju dan buku yang berisi banyak
“Begini tante, mulai lusa nanti Rena akan pindah”
__ADS_1
“Apa...!!!” Tante Ira memasang muka marah “Kamu mau pindah kemana? Enak sekali ya sudah aku kasih makan tempat tiduk gratis sekarang kamu seenaknya saja pergi, kamu tidak mikir untuk memberikan tante ganti rugi selama mengurusmu?”
“Maksud tante apa ya?”
“Dasar bo*oh..!! kamu tinggal disini kamu pikir gratis hah.!?”
“Tapi tante aku kesini juga karena tante yang mengajaku.”
“Siapa yang mengajakmu? Aku hanya ingin kamu tinggal disini untuk membuat pekerjaan rumah disini kamu yang melakukannya tidak lebih. Dan sekarang kamu mau pindah enak saja.!”
“Tapi tante aku pindah untuk bekerja” Tante Ira yang semula marah berubah ekspresinya
“Kerja? Dimana? Berapa gajinya? Dan kapan kamu kerja?” dengan semangat tante Ira memojokkan Rena
“Rena kerja di tempat bu Siska tante, soal gaji Rena belum mengetahuinya dan besok mulai kerjanya, Rena dikasih waktu dua hari untuk pindah kesana”
“Ibu Siska?” Tante Ira memikirkan nama yang begitu familiar (Apakah Siska yang terkenal kaya itu?)
“I iya tante”
“Oke kamu boleh pergi tapi aku minta syarat darimu”
“Maksud tante apa?”
“Kamu kirim separuh gajimu untuk tante, anggap itu untuk ganti rugi selama aku mengurusmu disini ngerti???” Rena hanya terdiam tidak membalas pernyataan tantenya “Kamu paham tidak...!!!” Tante Ira membentak Rena sengan suara yang terdengar sampai ruang tamu
“I iya tante Rena paham”
“Ya sudah, tante mau menemuni Remon kamu segera buatkan minuman untuknya dan buatkan aku teh hangat”
Rena yang hampir lupa membuat kopi langsung menuju kedapur. Rena membawa secangkir kopi dan teh hangat keruang tamu, tante Ira dan Remon sedang berbincang-bincang. Rena menyuguhkan minuman dengan tersenyum tanpa sepatah katapun.Remon yang sedang duduk dan berbincang dengan tante Ira memperhatikan rena menyuguhkan minuman, Remon mendengar semua percakapan Rena dan mbak Ira (ternyata sifat mba Ira seperti ini, bagaimana perempuan itu melewati sehari-harinya jika terkekang seperti itu, hmmmm sepertinya dia disini tidak dikasih kebebasan tubuhnya saja sampai kurus begitu).
__ADS_1