Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 41


__ADS_3

"Hai, lama tak berjumpa".sapa richo tersenyum. membuat Nara terpana sesaat dibuatnya.


" apa kabar ra? ".


" ha-hai. aku baik".gagap Nara canggung.


"emh, ra ada yang mau aku omongin. kita duduk yuk".


richo mengajak Nara duduk di bangku area kampus. sebenarnya Nara sangat bingung dan canggung saat ini, apa yang harus ia lakukan di depan mantan kekasihnya itu.


Nara tidak membenci richo, meskipun richo pernah menyakitinya tapi Nara sadar sebenarnya dia lah yang lebih menyakitinya. Nara menikah dengan orang lain tanpa memberitahunya.


richo wajar menyakitinya dengan berhubungan dengan wanita lain, karena selama berpacaran dengan richo,Nara tak pernah sedikitpun mengerti keinginannya. jangankan untuk berciuman,hanya sekedar berpelukan untuk melepas rindu pun Nara jarang melakukannya.


richo juga tlah mengakui kesalahannya. hanya saja richo belum mengakuinya pada Nara. richo menyesal karena telah menduakan Nara. richo merasa khilaf sesaat. ternyata dengan caranya mengencani wanita lain tidak mampu membuat dirinya merasa terpuaskan, dia slalu memikirkan Nara. wanita yang menjadi kekasih sesaatnya itu tak bisa menggantikan posisi Nara di hatinya.


" Nara maafkan aku ".


Nara yang tadinya diam fokus menghadap lurus kedepan menengok arah richo yang tampak merasa bersalah.

__ADS_1


" hah..? ah, kamu tidak perlu membahasnya "


"tolong maafkan aku, aku memang salah karena terlalu menuruti nafsuku. tapi aku sadar ternyata wanita lain tak mampu menggantikan posisimu disini".kata richo menyentuh dadanya sendiri.


Nara bingung harus menjawab apa. dia merasa malu dan canggung saat ini, Nara lebih memilih untuk diam tidak mengatakan apa apa.


" Nara adakah sesuatu yang harus kamu jelaskan? "


Nara mengernyitkan dahinya bingung


"aku? aku harus menjelaskan apa? aku telah memaafkanmu".


" ya mungkin saja kamu mau menjelaskan tentang suamimu ".


" su-suami? a-apa maksud kamu? ".gagap Nara.


" Nara kau tak perlu menutupinya lagi dariku. aku tau kamu sudah menikah dengan pak rayhan".


"a-apa Dinda yang memberitahumu? ".

__ADS_1


" tidak, aku menyelidiki sendiri. aku heran dengan sikap kamu dan pak Rayhan ".


" makannya aku penasaran ".sambung richo.


" richo, maafkan aku juga yang tidak memberitahukanmu, waktu itu kita dijodohkan ".


" apa kamu bahagia? ".tanya richo menyelisik


Nara terdiam sesaat, karena pertanyaan richo sangat sulit dijawabnya. Nara sangat tidak bahagia dengan pernikahan ini, hatinya sakit karena ray. Nara bukanlah istri satu satunya dari suaminya. tapi Nara harus menyembunyikan kenyataan pait itu dari orang lain.


" tentu".jawab Nara tersenyum paksa.


"emh, jika kamu tidak bahagia, datanglah padaku. aku sangat mencintaimu ra, aku belum mengikhlaskan kamu sepenuhnya".


" ah, richo ini sudah agak siang, aku pergi menemui dosen dulu ".nara berdiri dari duduknya hendak pergi meninggalkan richo. tapi richo tak begitu mudah melepaskan Nara begitu saja. dicekal nya tangan Nara dan didudukan kembali tubuhnya.


" kita berteman ".kata richo menyodorkan tangannya. " aku tau kamu tidak mudah untuk kembali denganku karena statusmu. tapi setidaknya beri aku kesempatan untuk menjadi temanmu. aku tak mau bermusuhan denganmu. jika kamu lebih memilih suamimu, aku akan mencoba menerimanya ".sambung richo panjang lebar karena Nara hanya diam tak mau menjabat tangan richo yang terulur.


dengan ragu Nara pun akhirnya menjabat tangan mantan kekasihnya itu

__ADS_1


" baiklah,, teman".


pertemuan ini membuat perasaan mereka sama sama lega karena telah mengakui kesalahannya masing-masing. meskipun richo agak merasa kecewa.


__ADS_2