Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 27


__ADS_3

Rayhan sangat puas bisa mengerjai Nara. sekarang mengerjai Nara adalah hobi yang sangat menyenangkan baginya. Nara bagai mainan Kesayangan miliknya. selalu ada kesenangan tersendiri yang membuat harinya lebih berwarna. kini ia sering tersenyum bahkan tertawa. meskipun Nara kadang sangat menyebalkan baginya, tapi entah kenapa tingkahnya mampu membuat ray tertawa.


berbeda sekali saat Rayhan berada di samping anindita, anindita tidak bisa membuatnya tertawa lepas seperti Nara.


"sayang kamu kenapa senyum senyum? ".tanya anin.


kini Rayhan memang tengah bersama anin disebuah butik terkenal langganan nya. ya kini anin sedang meminta di belanjakan pakaian oleh ray. ray pergi jalan bersama anin setelah puas mengerjai Nara tadi pagi di rumahnya.


ray yang tengah tersenyum senyum mengingat kejadian tadi pagi yang berhasil membuat Nara kesal langsung tersentak menghadap anin. ray juga bingung kenapa dirinya membayangkan wajah Nara sampai dirinya senyum senyum sendiri tanpa menghiraukan anin yang sedang bersamanya.


" ah, tidak sayank, aku hanya teringat si bocah tengil".


"APA,bocah tengil,siapa!? ".kaget anin


" emh, maksudnya Nara,tadi pagi aku habis mengerjai Nara dirumah, yah itu sangat lucu, aku teringat makannya aku jadi senyum senyum ".jawab jujur ray menggarukkan kepalanya yang tidak gatal


anin mengerutkan dahinya, anin bingung dengan tingkah ray yang sekarang. Rayhan yang sekarang sering senyum senyum sendiri, dan sering mengabaikan anin meskipun anin sedang bersamanya.

__ADS_1


" benarkah? ".


Rayhan sangat tidak suka dengan tatapan anin saat ini yang seperti sedang menginterogasinya.


" eghm".ray berdehem "apa kamu sudah selesai? ".tanya ray kemudian tidak mau membahas Nara. ray takut anin mencurigainya.


" ouh ya ini sayang menurut mu apa ini bagus untuk ku? ".tanya anin menunjukan setelan dress berwana hitam.


" kamu selalu bagus dan pantas menggunakan apapun sayang ".


anin tersenyum senang dapat pujian dari kekasihnya itu


" okey aku bayar dulu ya".rayhan membayarkan pakaian anin di kasir.


menemani anin belanja bukan hanya kali ini saja. belanja adalah rutinitas anin setiap waktu dan Rayhan merupakan kewajiban untuk selalu mengikuti dan menemani. bukan hanya menemaninya tapi yang membayarkan nya juga. Rayhan seperti ATM berjalan bagi anin.


terkadang ray sempat berfikir, mengapa nara tidak seperti anin. mengapa Nara tidak pernah menggunakan ATM nya yang diberikannya waktu itu. dan ray hanya memberikan uang saku seratus ribuan 10 lembar saja. sampai kini bulan tlah berlalu tapi Nara tak sedikitpun meminta jatah saku kepadanya.

__ADS_1


tidak seperti anin, Rayhan memang tidak memberikan ATM seperti Nara, tapi anin selalu memintanya menemani anin belanja dan otomatis Rayhan yang akan membayarkan nya. dan bukan hanya itu anin selalu meminta uang saku pada ray.


dan lagi lagi karena pikiran itu, membuat Rayhan melamun ditempat kasir. sampai akhirnya anin menyenggol lengan Rayhan.


"tuh kan, kok sayang nglamun sih? ".manyun anin merajuk.


Rayhan tersentak dari lamunannya


" aku tidak melamun sayank, yuk aku antar kamu pulang".


setelah ray membayar dikasir. Rayhan mengantarkan anin pulang ke apartemen nya. dalam perjalanan anin selalu memerhatikan Rayhan disampingnya yang tengah fokus mengemudi mobilnya dengan serius. wajahnya tampak datar seperti biasa. tidak ada kata kata ataupun obrolan yang keluar dari mulut mereka masing-masing.


"apa yang dipikirkannya?, apa ray masih memikirkan Nara si sepupu pembantunya itu. cih, dasar".decak anin geram.


anin tidak suka dengan perubahan tingkah Rayhan..anin tidak suka Rayhan memikirkan orang lain selain dirinya, terlebih itu adalah seorang pembantu, pikirnya.


setelah mengantarkan anin ke apartementnya ray lekas pamit pulang. ray tidak mampir ke apartemen anin, karena ray sangat penasaran apa yang dilakukan istrinya dirumah. apa pekerjaan yang dikasihnya sudah selesai apa belum.

__ADS_1


***


jangan lupa likenya gaess.. thankyou 😘


__ADS_2