Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
Pulang kampung


__ADS_3

Setelah sekolah Rena selesai diapun langsung pulang, berjalan kaki sambil


memikirkan bagaimana nanti jika bertemu dengan Toga. (Hmmm sekarang aku


memiliki kekasih.. haha rasanya aneh untuk pertama)


HUbungan Rena dengan Toga berjalan dengan lancar hari demi hari, minggu


terus berganti bulan hubungan Rena berjalan lancar. enam bulan berdua


kemana-mana kdang kala Rena menemani Toga bekerja. Sampai pada suatu hari Toga


harus pulang ke kampung halaman meninggalkan Rena disini mendengar berita bahwa


orang tuanya sedang sakit keras dan sebagai anak Toga pun harus kembali.


Terminal bus


"Rena aku akan pergi hanya sementara, tunggu aku kembali yah?? aku


akan memberikan kamu kejutan.


"Kejutan apa?? Kasih tau aku"


"jika dikasih tau itu namanya bukan kejutan Ren"


"Baiklah akan aku tunggu kejutannya. Ya udah aku mau pulang itu bus


nya mau berangkat jangan sampai ketinggalan, nanti kasih kabar ya setelah


sampai di kampung dan titip salam buat otang tua kamu yah"


"Baik Ren, terimakasih"


Rena melambaikan tangannya tidak terasa air mata menetes kepergian


(Hmm padahal katanya


sebentar kenapa aku merasa sedih ya} menepis air mata agar Toga tidak


melihatnya dalam bus, Rena kembali ke rumah dengan murung. Dalam perjalanan


Toga “Rena, runggu aku yah, aku akan melamarmu aku sangat mencintaimu belum


pernah ada wanita yang mampu menerima kekuranganku semoga orang tuaku nanti


merestuimu”


Sesampai kampung halaman


Tok tok tok


Pintu terbuka “kakak......!!!!”


Farel adiknya langsung memeluk kakaknya yang lama tidak bertemu menuangkan rasa


rindunya kepada kakaknya.


Toga membalas pelukan


adiknya “Udah ah.. kamu udah gede masa pelukpeluk kakakmu ini lama sekali nanti


dikira homo tau”


“Biarkan saja, kan aku


kangen sama kakak”


Toga Tersenyum


“o ya kak, kenapa kakak


tidak mengabariku pulang kan aku bisa jemput diterminal”


“tak apa-apa aku memang


sengaja membuat kejutan untukmu. O ya Ibu mana katanya sakit”


“Ibu lagi kepasar kak,


kata siapa ibu sakit ?? Ibu baik-baik saja kok kak” mengambil tas ranssel


kakaknya dan masuk dalam rumah mereka duduk berbincang diruang tamu


 


 


“Loh makanya kakak pulang,


karena kakak dapat kabar ibu sakit parah kok kamu bilang sehat sih yang bener


yang mana ?”


“Kakak dapat informasi dar siapa?”


“Dari bapak De, o ya bapak

__ADS_1


mana kok bisa-bisanya bohong sama kakak”


“Bapak ada sebentar aku


panggilkan beliau sedang di kebun belakang” Farel meninggalkan Toga diruang


tamu


Toga beranjak kekamarnya


dan memutuskan untuk mandi dan ganti baju sebelum bertemu dengan orang tuanya. Dalam


pikirannya (kenapa bapak tega membohonginya dengan alasan ibu sakit agar aku


pulang). Begitu juga dengan bapaknya setelah dari kebun langsung membersihkan


badannya dan ganri baju sedangkan ibu baru pulang dari pasar membawa barang


belanjaan banyak karena tau anaknya akan pulang dari kota dan memasak banyak


sekali makanan.


Ruang makan sederhana


“Ibu apa kabar” Toga


memeluk ibunya yang sibuk menyiapkan makanan


Ibunya membalas pelukan


anaknya dengan wajah berseri “Ya ampun anak ibu sudah besar sekarang yah, bagaimana


kabarnya nak?”


 


 


“Aku baik-baik saja bu,


bapak mana kok belum keluar apa masih sibuk?”


“Oh bapak sebentar lagi datang”


tak lama kemudian bapaknya datang


“bapak apa kabar?” Toga


mencium tangan dan memeluk bapaknya.


 


 


kamu gimana?”


“Toga baik-baik saja pa,


yaudah makan dulu yu pa, ibu sudah menyiapkan makanannya”


Setelah semua datang masing-masing


mengambil makan Toga belum sempat menghabiskan makanannya


“Toga seminggu lagi kamu


harus menikah dengan  Luna anak teman


bapak yang sering membantu keluarga kita”


Toga yang sedang makan


langsung tersedak “uhukk...!!!! uhuk...!!!!” Toga langsung meraih minum dan


menghabiskannya “Bapak jangan bercanda?”


“Bapak tidak bercanda


nak, teman bapak lagi sakit beliau ingin bapak menjadi keluarga beliau karena


selama ini beliau menganggap keluarga kita sama seperti keluarga mereke, namun beliau


ingin keluarga kita menjadi keluarga mereka sungguhsn dengan menikahnya kamu


dan Luna nak”


Toga membanting gelas “Bapak


aku tidak setuju memangnya sekarang jaman Siti Nurbaya apa, main


h=jodoh-jodohan segala...!!!!”


“Kamu anak bapak bukan? Sejak kapan kamu berani memarahi bapak hah?”


“Maaf pan aku terlalu emosi” Toga menyesal


telah membentak bapaknya yang sudah mulai tua,

__ADS_1


 


 


“INgat nak minggu besok kamu harus menikah


dengan Luna, bapak tidak mau tau kamu harus menikah dengannya, bapak tau


perasaan kamu tapi bapak tidak mungkin menolaknya. Kamu tau sendiri kan nak


dari dulu keluarga beliau selslu membantu perekonomian keluarga kita??”


“Jika saja aku tau bapak maunta seperti ini


dari kemarin Toga tidak akan mau pulang, ternyata bapak berbphong agar aku


pulang karena ada maunya”


“Maafkan bapak nak, bapak terpaksa membohongimu


jika tidak dengan cara seperti I ni mana mungkin kamu mau puang nak”


“Pa,, Toga sudah memiliki calon Istri


makanya Toga pulang ingin sekaligus meminta restu dari bapak, tapi sepertinya


tidak mungkin terjadi karena bapak sudah menyiapkan rencana sendiri”


“Bapak tidak ada acara lain selain cara


seperti ini Ga, Besok siap-siap untuk acara lamarannya jangan sampai kamu membuat


bapak malu nak”


 


Deg…  “Sialan bagaimana nanti jika Rena tau? Aku


tidak mau kehilangan Rena kenapa Bapak tega sekali”


 


Tempat Rena bekerja


(Hmmm.. Ini sudah hamper 2 hari Toga tidak


memberikan kabar HP nya mati, bagaimana dia lupa untuk mengabarinya apa ada


masalah ya} Tak lama kemudian Hp Rena berdering memudarkan lamunan Rena


 


“My Boy Toga”


 


“Halo Toga” Dengan nada senang


“Halo Ren maaf aku baru bias mengabarimu,


kamu apa kabar aku udah sampai kemarin malam, Hp ku baru aku cask arena kemarin


sibuk ngobrol dengan keluargaku maklum lah Ren udah lama belum pulang mereka


pada kangen”


“Hmmm apa kamu merasa kangen sama aku sekarang?”


“Loj kok tiba-tiba nanya begitu?”


“Ya kan kamu barusan bilang mereka kangen


kamu karena lama belum bertemu baru sekarang ini ketemu, nah aku balik naya


udah 2 hari tidak ada kabar apakah kamu kangen sama aku?”


“Jangan bercanda, aku pasti kangen kamu lah.


O ya kamu sudah makan belum?”


“hehe aku kira hanya aku yang kangen tenyata


sama. O ya tadi udah makan kok pakai sayur sop kamu duah makan belum?”


“Iya barusan sudah sama ibu dan bapak”


“Oyah gimana kabar mereka apakah ibu sudah


sehat?”


“Ibu dan bapak sehat-sehat saja, bapak


kemarin berbohong biar aku pulang ke sini”


 


“Waaaaah bapakmu hebat yah bias menjahili

__ADS_1


kamu, hehe”


“Rena kita putus yah?”


__ADS_2