
Setelah sekolah Rena selesai diapun langsung pulang, berjalan kaki sambil
memikirkan bagaimana nanti jika bertemu dengan Toga. (Hmmm sekarang aku
memiliki kekasih.. haha rasanya aneh untuk pertama)
HUbungan Rena dengan Toga berjalan dengan lancar hari demi hari, minggu
terus berganti bulan hubungan Rena berjalan lancar. enam bulan berdua
kemana-mana kdang kala Rena menemani Toga bekerja. Sampai pada suatu hari Toga
harus pulang ke kampung halaman meninggalkan Rena disini mendengar berita bahwa
orang tuanya sedang sakit keras dan sebagai anak Toga pun harus kembali.
Terminal bus
"Rena aku akan pergi hanya sementara, tunggu aku kembali yah?? aku
akan memberikan kamu kejutan.
"Kejutan apa?? Kasih tau aku"
"jika dikasih tau itu namanya bukan kejutan Ren"
"Baiklah akan aku tunggu kejutannya. Ya udah aku mau pulang itu bus
nya mau berangkat jangan sampai ketinggalan, nanti kasih kabar ya setelah
sampai di kampung dan titip salam buat otang tua kamu yah"
"Baik Ren, terimakasih"
Rena melambaikan tangannya tidak terasa air mata menetes kepergian
(Hmm padahal katanya
sebentar kenapa aku merasa sedih ya} menepis air mata agar Toga tidak
melihatnya dalam bus, Rena kembali ke rumah dengan murung. Dalam perjalanan
Toga “Rena, runggu aku yah, aku akan melamarmu aku sangat mencintaimu belum
pernah ada wanita yang mampu menerima kekuranganku semoga orang tuaku nanti
merestuimu”
Sesampai kampung halaman
Tok tok tok
Pintu terbuka “kakak......!!!!”
Farel adiknya langsung memeluk kakaknya yang lama tidak bertemu menuangkan rasa
rindunya kepada kakaknya.
Toga membalas pelukan
adiknya “Udah ah.. kamu udah gede masa pelukpeluk kakakmu ini lama sekali nanti
dikira homo tau”
“Biarkan saja, kan aku
kangen sama kakak”
Toga Tersenyum
“o ya kak, kenapa kakak
tidak mengabariku pulang kan aku bisa jemput diterminal”
“tak apa-apa aku memang
sengaja membuat kejutan untukmu. O ya Ibu mana katanya sakit”
“Ibu lagi kepasar kak,
kata siapa ibu sakit ?? Ibu baik-baik saja kok kak” mengambil tas ranssel
kakaknya dan masuk dalam rumah mereka duduk berbincang diruang tamu
“Loh makanya kakak pulang,
karena kakak dapat kabar ibu sakit parah kok kamu bilang sehat sih yang bener
yang mana ?”
“Kakak dapat informasi dar siapa?”
“Dari bapak De, o ya bapak
__ADS_1
mana kok bisa-bisanya bohong sama kakak”
“Bapak ada sebentar aku
panggilkan beliau sedang di kebun belakang” Farel meninggalkan Toga diruang
tamu
Toga beranjak kekamarnya
dan memutuskan untuk mandi dan ganti baju sebelum bertemu dengan orang tuanya. Dalam
pikirannya (kenapa bapak tega membohonginya dengan alasan ibu sakit agar aku
pulang). Begitu juga dengan bapaknya setelah dari kebun langsung membersihkan
badannya dan ganri baju sedangkan ibu baru pulang dari pasar membawa barang
belanjaan banyak karena tau anaknya akan pulang dari kota dan memasak banyak
sekali makanan.
Ruang makan sederhana
“Ibu apa kabar” Toga
memeluk ibunya yang sibuk menyiapkan makanan
Ibunya membalas pelukan
anaknya dengan wajah berseri “Ya ampun anak ibu sudah besar sekarang yah, bagaimana
kabarnya nak?”
“Aku baik-baik saja bu,
bapak mana kok belum keluar apa masih sibuk?”
“Oh bapak sebentar lagi datang”
tak lama kemudian bapaknya datang
“bapak apa kabar?” Toga
mencium tangan dan memeluk bapaknya.
kamu gimana?”
“Toga baik-baik saja pa,
yaudah makan dulu yu pa, ibu sudah menyiapkan makanannya”
Setelah semua datang masing-masing
mengambil makan Toga belum sempat menghabiskan makanannya
“Toga seminggu lagi kamu
harus menikah dengan Luna anak teman
bapak yang sering membantu keluarga kita”
Toga yang sedang makan
langsung tersedak “uhukk...!!!! uhuk...!!!!” Toga langsung meraih minum dan
menghabiskannya “Bapak jangan bercanda?”
“Bapak tidak bercanda
nak, teman bapak lagi sakit beliau ingin bapak menjadi keluarga beliau karena
selama ini beliau menganggap keluarga kita sama seperti keluarga mereke, namun beliau
ingin keluarga kita menjadi keluarga mereka sungguhsn dengan menikahnya kamu
dan Luna nak”
Toga membanting gelas “Bapak
aku tidak setuju memangnya sekarang jaman Siti Nurbaya apa, main
h=jodoh-jodohan segala...!!!!”
“Kamu anak bapak bukan? Sejak kapan kamu berani memarahi bapak hah?”
“Maaf pan aku terlalu emosi” Toga menyesal
telah membentak bapaknya yang sudah mulai tua,
__ADS_1
“INgat nak minggu besok kamu harus menikah
dengan Luna, bapak tidak mau tau kamu harus menikah dengannya, bapak tau
perasaan kamu tapi bapak tidak mungkin menolaknya. Kamu tau sendiri kan nak
dari dulu keluarga beliau selslu membantu perekonomian keluarga kita??”
“Jika saja aku tau bapak maunta seperti ini
dari kemarin Toga tidak akan mau pulang, ternyata bapak berbphong agar aku
pulang karena ada maunya”
“Maafkan bapak nak, bapak terpaksa membohongimu
jika tidak dengan cara seperti I ni mana mungkin kamu mau puang nak”
“Pa,, Toga sudah memiliki calon Istri
makanya Toga pulang ingin sekaligus meminta restu dari bapak, tapi sepertinya
tidak mungkin terjadi karena bapak sudah menyiapkan rencana sendiri”
“Bapak tidak ada acara lain selain cara
seperti ini Ga, Besok siap-siap untuk acara lamarannya jangan sampai kamu membuat
bapak malu nak”
Deg… “Sialan bagaimana nanti jika Rena tau? Aku
tidak mau kehilangan Rena kenapa Bapak tega sekali”
Tempat Rena bekerja
(Hmmm.. Ini sudah hamper 2 hari Toga tidak
memberikan kabar HP nya mati, bagaimana dia lupa untuk mengabarinya apa ada
masalah ya} Tak lama kemudian Hp Rena berdering memudarkan lamunan Rena
“My Boy Toga”
“Halo Toga” Dengan nada senang
“Halo Ren maaf aku baru bias mengabarimu,
kamu apa kabar aku udah sampai kemarin malam, Hp ku baru aku cask arena kemarin
sibuk ngobrol dengan keluargaku maklum lah Ren udah lama belum pulang mereka
pada kangen”
“Hmmm apa kamu merasa kangen sama aku sekarang?”
“Loj kok tiba-tiba nanya begitu?”
“Ya kan kamu barusan bilang mereka kangen
kamu karena lama belum bertemu baru sekarang ini ketemu, nah aku balik naya
udah 2 hari tidak ada kabar apakah kamu kangen sama aku?”
“Jangan bercanda, aku pasti kangen kamu lah.
O ya kamu sudah makan belum?”
“hehe aku kira hanya aku yang kangen tenyata
sama. O ya tadi udah makan kok pakai sayur sop kamu duah makan belum?”
“Iya barusan sudah sama ibu dan bapak”
“Oyah gimana kabar mereka apakah ibu sudah
sehat?”
“Ibu dan bapak sehat-sehat saja, bapak
kemarin berbohong biar aku pulang ke sini”
“Waaaaah bapakmu hebat yah bias menjahili
__ADS_1
kamu, hehe”
“Rena kita putus yah?”