
Dika turun dari tangga
membawa piring makanan yang Rena siapkan sebelum pergi
Dika" maah kenapa
sih marah-marah nanti nambah tua loh" sambil senyum "Lagian mba Rena
ga lama kok perginya tadi udah pamitan ke aku"
Ibu “kamu juga Dika,
ikut-ikutan belain Rena huhhh...!!!” pergi membawa koper ke kamar, Rena
langsung berinisiatif untuk membantunya
Rena “Biar saya bawakan
bu kopernya”
Ibu “memang saya maunya
gitu, yaudah tolong bawakan koper saya ke kamar, seperti biasa pisahkan baju
kotor dan bersihnya, saya mau istirahat”
Rena “baik bu”
Rena membawa koper ke
kamar ibu dan memisahkan baju kotor dan bersihnya, setelah selesai Rena
menyoapkan makan malam. Meraka makan bersama kecuali Rena selalu makan
belakangan dari sisa lauk makanan yang masih ada.
Saat pagi Rena bangun jam
4, bersih-bersih rumah terlebih dahulu masak buat sarapan pagi dan menyiapkan
bekal untuk Dika. Setelah selesai Rena berangkat sekolah dengan berjalan kaki
karena jarak dari tempat dia tinggal tidak terlalu jauh.
Sekolah Rena tinggal
menyelesaikan semester terahir. Rena merasa lega sekaligus bingung nantinya
saat dia lulus ingin sekali lanjut kuliah, namun tidak mungkin akan membebani pa
Adya lagi.
Beberapa bulan terakhir
ibu sering ke luar kota dengan laki-laki yang bukan suaminya saya pikir hanya
teman bisnisnya saja namun tidak disangka ternyata ibu menghianati keluarganya.
Semenjak itu dirumah Rena sering sekali mendengar mereka berantem ini yang membuat
Rena tidak nyaman tinggal disini dan memutuskan untuk pindah namun bingung
pindah kemana.
Rena masih kebingungan
bagaimana caranya berbicara kepada bpa yang begitu baik yang mau menyekolahkan
Rena,
Tak lama kemudian Hp Rena
berdering (Tante Ira)
“Hallo Tante”
“Hallo Rena, Apakabarnya?”
__ADS_1
“Baik tante, tante
sendiri bagaimana kabarnya?”
“Iya tante juga baik, o
ya denger-denger ibu sama bpa disitu lagi ada problem ya Ren.??”
“Iya Tante, kenapa ya?”
“pasti nanti mereka akan
bercerai, nanti kalo mereka cerai kamu tinggal sama tante aja Ren, disini nanti
tante kasih uang jajan tiap minggunya”
“Iya tante, Rena pikirin
dulu semoga saja mereka bisa baikan”
“Ahh mana mungkin, tapi
liat saja nanti”
Rena terdiam
“Ya sudah ya Ren tante
tutup dulu”
Semenjak ibu sering
keluar kota Rena jadi semakin bisa bermain keluar rumah dengan nyaman, tidak
ada rasa takut jika pulangnya sedikit terlambat (paling lambat pulang jam 9
malam} Rena tidak terbiasa pulang larut malam. Dia sangat menjaga dan disiplin
dengan waktu.
Beberapa bulan kemudian
Ibu “Rena tolong bikinin
kopi untuk mas Rey yah sama teh untuk saya .”
Rena “Baik bu” walaupun
Rena tau mereka menjalin hubungan namun Rena tidak berani ikut campur dalam
masalah rumah tangga mereka
Ibu “O ya Ren, jangan bilang
bpa ya kalau saya bawa teman”
Rena terdiam sejenak “Ba-baik
bu” semoga saja bpa pulang tanpa harus aku yang kasih kabar.
Setelah Rena membuatkan minum
untuk mereka. Rena langsung pergi ke kamar. Tak lama Rena tidur.
Saat tengah malam sangat
berisik diluar Rena terbangun dan menyaksikan pertengkaran hebat.
---------------------**---------------
Bpa baru pulang dari luar
kota, tidak seperti biasanya bpa pulang secepat ini, pikir bpa ingin sekali
memberikan kejutan untuk Dika karena dia tidak mau terlalu lama ditinggal papanya.
Namun setelah sampai
__ADS_1
rumah bpa meliah mobil selain miliknya, dan melihat sepatu bukan miliknya juga
di rak sepatu depan rumah. Setelah masuk alangkat terkejutnya bpa melihat istrinya
sedang bercumbu dengan laki-laki lain. Sontak bapa langsung masuk kamar dan
memukul lelaki itu.
Bpa “Mamah...!!! Apa-apaan ini, ngapain berdua sama laki-laki lain ?”
Ibu terkejut dengan
kehadiran bpa ”Papah, mamah bisa jelasin semuanya, semua yang papa liat ga seperti
yang papa pikirkan”
Bpa”Kamu pikir aku
bodoh...!!! mulai saat ini kita cerai mah, maafkan papa” bpa langsung pergi
meninggalkan mereka berdua, tidak lama kemudian Dika lari dan mengejar papanya
Dika “Papah... Papahhh...
Papah mau kemana jangan tinggalin Dika pah..” Sambil menangis
Baru kali ini Rena melihat
Dika menangis, seorang laki-laki yang biasanya ceria.
Bpa menghentikan langkahnya dan pergi ke kamar ibu kembali.
Dalam kamar melihat ibu sedang
berpelukan dengan Rey.
"Rey kamu harus tanggung jawab hikz hikz ...."
"Iya Lisa tenang saja" sambil memeluk Lisa. (Akhirnya rumah tangga mereka berakhir, setelah ini aku akan menguasai harta nya lalu membuang perempuan murahan ini hahaha,,,,, mereka sudah cukup terlalu mesra lama-lama, aku yang dari dulu mencintai Lisa tapi malah disingkirkan gara-gara suaminya lebih kaya dari pada aku, tunggu saja permainan nya Lisa sayang) dalam hati Rey
Bpa " Hebat ya suami lagi nyari duit isri enak-enakan mesra-mesraan sama laki-laki
lain" melangkah menuju lemari berniat untuk membereskan baju dalam lemari dan pergi dari rumah.
sontak Lisa kaget melihat suaminya sedang membereskan baju dalam lemari. "Papah. apa yang papa lakukan?"
"Jangan panggil aku papa lagi. mulutmu sudah tidak pantas. Mengerti.!!!!"
Lisa hanya diam melihat suaminya sedang membereskan baju. Lalu dia keluar dari kamar nya dan kaget melihat anaknya sedang menangis.
"Dika sayang. sini mama peluk" sambil memeluk Dika. Dika mendorong mamanya
"Mama keterlaluan, jadi selama ini mama pergi sama om Rey seperti ini hah..?? mama tega banget yah.. mama tau ga. saat mama pergi Dika sakit pengin mama yang
ngurusin tapi mama malah pergi. saat Dika mau berbagi cerita mama selalu cari alasan cape lah. mama pikir aku dilahirkan untuk apa? kalo aku boleh minta aku tidak mau dilahirkan oleh mama seperti ini" Dika pergi menuju kamar ibu nya menyusul Papanya
Dalam kamar
Dika datang dengan mata air membanjiri pipinya
"Papa.. apa papa mau ninggalin Dika..??"
Papanya kaget "Dika. papa tidak meninggalkan kamu nak. papa hanya ingin menenangkan diri saja. apa Dika mau ikut dengan papa..??"
Air mata Dika makin mengalir dengan deras. suara Isak Tangisnya terdengar jelas dari luar. "Dika mohon jangan pergi pa.. Disini rumah kita pa.."
"Dika papa tidak bisa tinggal di rumah yang sudah membuat papa kecewa sama mamamu nak. papa mau ke apartemen yang dulu saat papa belum menikah dikota B nak. jika kamu merindukan papa. datang saja ke sana"
"Pah.. apartemen itu kan jauh kenapa tidak di sekitar sini saja.??" tangisannya makin menjadi-jadi
"baiklah buat kamu papa akan mencari apartemen yang dekat dari sini. kenapa kamu tidak mau ikut dengan papa.??"
"Pah.. dirumah ini banyak sekali kenangan yang tak bisa Dika lupakan. saat papa mama dan Dika tidur bareng.. membacakan dongeng untuk Dika. sekarang Dika udah mulai dewasa Dika mau belajar mandiri pa"
"baiklah. kamu disini sama Rena saja. papa pantau kalian dari jauh. yang akur ya nak. jangan lupa selalu kabarin papa"
------------------*****----------------
__ADS_1
Hey readers.. jangan lupa untuk klik suka dan komentar nya 🤗🤗🤗