Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
Bercerai


__ADS_3

Dika turun dari tangga


membawa piring makanan yang Rena siapkan sebelum pergi


Dika" maah kenapa


sih marah-marah nanti nambah tua loh" sambil senyum "Lagian mba Rena


ga lama kok perginya tadi udah pamitan ke aku"


Ibu “kamu juga Dika,


ikut-ikutan belain Rena huhhh...!!!” pergi membawa koper ke kamar, Rena


langsung berinisiatif untuk membantunya


Rena “Biar saya bawakan


bu kopernya”


Ibu “memang saya maunya


gitu, yaudah tolong bawakan koper saya ke kamar, seperti biasa pisahkan baju


kotor dan bersihnya, saya mau istirahat”


Rena “baik bu”


Rena membawa koper ke


kamar ibu dan memisahkan baju kotor dan bersihnya, setelah selesai Rena


menyoapkan makan malam. Meraka makan bersama kecuali Rena selalu makan


belakangan dari sisa lauk makanan yang masih ada.


Saat pagi Rena bangun jam


4, bersih-bersih rumah terlebih dahulu masak buat sarapan pagi dan menyiapkan


bekal untuk Dika. Setelah selesai Rena berangkat sekolah dengan berjalan kaki


karena jarak dari tempat dia tinggal tidak terlalu jauh.


Sekolah Rena tinggal


menyelesaikan semester terahir. Rena merasa lega sekaligus bingung nantinya


saat dia lulus ingin sekali lanjut kuliah, namun tidak mungkin akan membebani pa


Adya lagi.


Beberapa bulan terakhir


ibu sering ke luar kota dengan laki-laki yang bukan suaminya saya pikir hanya


teman bisnisnya saja namun tidak disangka ternyata ibu menghianati keluarganya.


Semenjak itu dirumah Rena sering sekali mendengar mereka berantem ini yang membuat


Rena tidak nyaman tinggal disini dan memutuskan untuk pindah namun bingung


pindah kemana.


Rena masih kebingungan


bagaimana caranya berbicara kepada bpa yang begitu baik yang mau menyekolahkan


Rena,


Tak lama kemudian Hp Rena


berdering (Tante Ira)


“Hallo Tante”


“Hallo Rena, Apakabarnya?”

__ADS_1


“Baik tante, tante


sendiri bagaimana kabarnya?”


“Iya tante juga baik, o


ya denger-denger ibu sama bpa disitu lagi ada problem ya Ren.??”


“Iya Tante, kenapa ya?”


“pasti nanti mereka akan


bercerai, nanti kalo mereka cerai kamu tinggal sama tante aja Ren, disini nanti


tante kasih uang jajan tiap minggunya”


“Iya tante, Rena pikirin


dulu semoga saja mereka bisa baikan”


“Ahh mana mungkin, tapi


liat saja nanti”


Rena terdiam


“Ya sudah ya Ren tante


tutup dulu”


Semenjak ibu sering


keluar kota Rena jadi semakin bisa bermain keluar rumah dengan nyaman, tidak


ada rasa takut jika pulangnya sedikit terlambat (paling lambat pulang jam 9


malam} Rena tidak terbiasa pulang larut malam. Dia sangat menjaga dan disiplin


dengan waktu.


Beberapa bulan kemudian


Ibu “Rena tolong bikinin


kopi untuk mas Rey yah sama teh untuk saya .”


Rena “Baik bu” walaupun


Rena tau mereka menjalin hubungan namun Rena tidak berani ikut campur dalam


masalah rumah tangga mereka


Ibu “O ya Ren, jangan bilang


bpa ya kalau saya bawa teman”


Rena terdiam sejenak “Ba-baik


bu” semoga saja bpa pulang tanpa harus aku yang kasih kabar.


Setelah Rena membuatkan minum


untuk mereka. Rena langsung pergi ke kamar. Tak lama Rena tidur.


Saat tengah malam sangat


berisik diluar Rena terbangun dan menyaksikan pertengkaran hebat.


---------------------**---------------


Bpa baru pulang dari luar


kota, tidak seperti biasanya bpa pulang secepat ini, pikir bpa ingin sekali


memberikan kejutan untuk Dika karena dia tidak mau terlalu lama ditinggal papanya.


Namun setelah sampai

__ADS_1


rumah bpa meliah mobil selain miliknya, dan melihat sepatu bukan miliknya juga


di rak sepatu depan rumah. Setelah masuk alangkat terkejutnya bpa melihat istrinya


sedang bercumbu dengan laki-laki lain. Sontak bapa langsung masuk kamar dan


memukul lelaki itu.


Bpa “Mamah...!!! Apa-apaan ini, ngapain berdua sama laki-laki lain ?”


Ibu terkejut dengan


kehadiran bpa ”Papah, mamah bisa jelasin semuanya, semua yang papa liat ga seperti


yang papa pikirkan”


Bpa”Kamu pikir aku


bodoh...!!! mulai saat ini kita cerai mah, maafkan papa” bpa langsung pergi


meninggalkan mereka berdua, tidak lama kemudian Dika lari dan mengejar papanya


Dika “Papah... Papahhh...


Papah mau kemana jangan tinggalin Dika pah..” Sambil menangis


Baru kali ini Rena melihat


Dika menangis, seorang laki-laki yang biasanya ceria.


Bpa menghentikan langkahnya dan pergi ke kamar ibu kembali.


Dalam kamar melihat ibu sedang


berpelukan dengan Rey.


"Rey kamu harus tanggung jawab hikz hikz ...."


"Iya Lisa tenang saja" sambil memeluk Lisa. (Akhirnya rumah tangga mereka berakhir, setelah ini aku akan menguasai harta nya lalu membuang perempuan murahan ini hahaha,,,,, mereka sudah cukup terlalu mesra lama-lama, aku yang dari dulu mencintai Lisa tapi malah disingkirkan gara-gara suaminya lebih kaya dari pada aku, tunggu saja permainan nya Lisa sayang) dalam hati Rey


Bpa " Hebat ya suami lagi nyari duit isri enak-enakan mesra-mesraan sama laki-laki


lain" melangkah menuju lemari berniat untuk membereskan baju dalam lemari dan pergi dari rumah.


sontak Lisa kaget melihat suaminya sedang membereskan baju dalam lemari. "Papah. apa yang papa lakukan?"


"Jangan panggil aku papa lagi. mulutmu sudah tidak pantas. Mengerti.!!!!"


Lisa hanya diam melihat suaminya sedang membereskan baju. Lalu dia keluar dari kamar nya dan kaget melihat anaknya sedang menangis.


"Dika sayang. sini mama peluk" sambil memeluk Dika. Dika mendorong mamanya


"Mama keterlaluan, jadi selama ini mama pergi sama om Rey seperti ini hah..?? mama tega banget yah.. mama tau ga. saat mama pergi Dika sakit pengin mama yang


ngurusin tapi mama malah pergi. saat Dika mau berbagi cerita mama selalu cari alasan cape lah. mama pikir aku dilahirkan untuk apa? kalo aku boleh minta aku tidak mau dilahirkan oleh mama seperti ini" Dika pergi menuju kamar ibu nya menyusul Papanya


Dalam kamar


Dika datang dengan mata air membanjiri pipinya


"Papa.. apa papa mau ninggalin Dika..??"


Papanya kaget "Dika. papa tidak meninggalkan kamu nak. papa hanya ingin menenangkan diri saja. apa Dika mau ikut dengan papa..??"


Air mata Dika makin mengalir dengan deras. suara Isak Tangisnya terdengar jelas dari luar. "Dika mohon jangan pergi pa.. Disini rumah kita pa.."


"Dika papa tidak bisa tinggal di rumah yang sudah membuat papa kecewa sama mamamu nak. papa mau ke apartemen yang dulu saat papa belum menikah dikota B nak. jika kamu merindukan papa. datang saja ke sana"


"Pah.. apartemen itu kan jauh kenapa tidak di sekitar sini saja.??" tangisannya makin menjadi-jadi


"baiklah buat kamu papa akan mencari apartemen yang dekat dari sini. kenapa kamu tidak mau ikut dengan papa.??"


"Pah.. dirumah ini banyak sekali kenangan yang tak bisa Dika lupakan. saat papa mama dan Dika tidur bareng.. membacakan dongeng untuk Dika. sekarang Dika udah mulai dewasa Dika mau belajar mandiri pa"


"baiklah. kamu disini sama Rena saja. papa pantau kalian dari jauh. yang akur ya nak. jangan lupa selalu kabarin papa"


------------------*****----------------

__ADS_1


Hey readers.. jangan lupa untuk klik suka dan komentar nya 🤗🤗🤗


__ADS_2