Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 51


__ADS_3

Tubuh Nara terpental ke atas bagaikan burung yang terbang. ia serasa bermimpi melayang saat ini. namun Nara masih sadar bahwa dirinya tertabrak saat menyebrang tadi.


"waduh, kayaknya gue ketabrak! ".pikir Nara dalam hati.


" NARA!! ".teriak Rayhan melepaskan pelukannya ditubuh anin dan langsung berlari menghampiri Nara yang sudah terkapar di aspal.


" Nara, bangunlah.. seseorang tolooong! ".


" astaga. sini pak masuk mobil saya".kata orang yang menabrak Nara.


tanpa menyia nyiakan waktu, Rayhan langsung mengangkat tubuh mungil sang istri ke dalam mobil orang yang menabraknya.


"aw kayaknya tulangku patah".gumam Nara lirih, namun Rayhan masih bisa mendengarnya dengan jelas.


" ya Tuhan, Nara kau masih bisa bicara ".kaget Rayhan mendengar suara Nara.


" masihlah memangnya kau mengharapkan aku bagaimana? ".


" bukan begitu. akh astaga, syukurlah kamu masih sadar ".


" maafkan aku ".kata Nara sebelum akhirnya dia pingsan dalam perjalanan ke rumah sakit.


Rayhan sangat khawatir melihat Nara yang tak berdaya. sampai dirinya lupa masalahnya saat ini dan melupakan keberadaan Anin tanpa sadar.


Anin tidak ikut mobil menuju rumah sakit. karena syok, dia jadi terbengong hanya melihatnya dari sebrang jalan. dia juga bingung harus bagaimana. mau menghampiri Nara namun hatinya masih jengkel, mau mengabaikannya tapi dia tidak tega.


akhirnya Anin menstop taksi untuk mengikuti mobil yang Nara dan Rayhan tumpangi.

__ADS_1


sesampainya di rumah sakit terdekat, petugas langsung bembawa tubuh Nara ke ruang UGD untuk di periksa.


"maaf tuan, anda tunggu di luar".kata suster menghentikan Rayhan yang hendak ikut masuk ruangan. dengan berat hati Rayhan terpaksa mengikuti perintah suster tadi dan duduk di kursi yang ada di depan ruangan UGD itu.


" ya Tuhan. semoga Nara baik baik saja".gumam Rayhan khawatir.


tak berselang lama Anin sampai dihadapan Rayhan yang nampak berantakan. tubuh ray penuh dengan darah Nara yang menempel di bajunya.


"gimana keadaan Nara? ".tanya Anin ikut duduk di sebelah Rayhan.


" Anin. Nara masih ada di dalam ".kata Rayhan frustasi.


Anin sangat tahu bahwa Rayhan sangat menghawatirkannya. jangan tanya perasaannya, dia sakit melihat Rayhan yang nampak frustasi dengan keadaan Nara yang seperti itu. dia cemburu. apa Rayhan akan seperti itu juga jikalau dirinya ada di posisi Nara saat ini?.


membayangkan itu membuat Anin tak terasa meneteskan air matanya. ia sangat lemah dan cengeng saat ini.


" maaf,maafkan aku".hanya kata itu yang terlontar dari mulut Rayhan. Rayhan tidak ada kata kata lagi selain kata maaf yang terlontarkan dari mulutnya.


mendengar kata maaf dari Rayhan membuat laju air mata Anin semakin deras. Anin merasa hubungannya dengan ray kini adalah kesalahan.


tapi apa salahnya jika Anin memperjuangkan cintanya sendiri. ia juga tidak mau takdir yang seperti ini sebenarnya. ia tidak rela menyerahkan Rayhan untuk orang lain. Rayhan adalah kekasihnya maka Anin lah yang harus jadi istrinya. pikir Anin.


" aku mau pulang ".


" biarku telpon Doni dulu untuk mengantarkanmu. aku tak bisa mengantarmu pulang ".


" tidak perlu, biarku pulang sendiri ".kata Anin beranjak dari duduknya.

__ADS_1


" Anin! ".seru Rayhan menghentikan langkahnya. karena tidak mau berdebat. Anin terpaksa menuruti perkataan ray.


Rayhan lekas menelpon doni


" tolong kamu datang ke rumah sakit xx".kata ray setelah Doni mengangkat telponnya


"tuan kenapa.apa tuan tidak apa apa?! ".jawab Doni panik.


"bukan.tadi Nara kecelakaan. cepat kamu kesini. dan jangan kasih tau siapa siapa dulu! "


"ya tuan".


" terimakasih ".rayhan menutup telponnya.


tidak ada kata kata yang keluar dari mulut Anin maupun Rayhan. mereka sama-sama diam dengan pikirannya masing-masing. sampai akhirnya Doni sampai.


" tuan, apa nona tidak apapa? ".tanya Doni setelah sampai dengan napas yang tersengal. mungkin saat menuju ruang UGD dirinya berlari.


" saya belum tahu. Nara masih didalam. tolong kamu antarkan Anin dulu pulang dengan selamat, nanti kamu kesini lagi bawahan aku baju ganti ".


" baik tuan, mari non".


"aku pulang dulu ".pamit Anin.


" emh. hati hati. istirahat yah". kata Rayhan mencium kening Anin kilas.


sesaat setelah kepergian Anin dan Doni. ruang UGD terbuka menampakkan dokter dan suster yang mendorong ranjang Nara.

__ADS_1


__ADS_2