
haripun sudah semakin petang, Nara sampai dirumah dulu ketimbang Rayhan.
sesampainya dirumah Nara langsung menuju ke kamarnya. setelah meletakkan tasnya Nara keluar kamar menuruni anak tangga menuju dapur. cacing di perutnya meronta ingin meminta jatah makanan, karena tadi di mall Nara tidak sempat makan dengan Dinda.
"sore bik, ". sapa Nara mendudukkan bokongnya dikursi meja makan.
"eh,, sore juga non, apa non mau makan? "
"iya bik aku laper, apa ada makanan? "
"ada dong non, nanti saya siapkan". bik Narsih menyiapkan makan malam dibantu Nara.
setelah masakannya siap Nara pun makan malam ditemani bik Narsih tanpa Rayhan.
"bik, apa si lapuk belum pulang? ".tanya Nara yang membuat Narsih kebingungan.
"lapuk? siapa non, bibik nggak ngerti".
" hahaha... ups maaf bi Nara keceplosan, maksud Nara pak Rayhan, apa dia belum pulang? ".
"ohh, belum non. non Nara ada ada saja". kata narsih tertawa,mereka pun tertawa bersama.
setelah selesai makan malam nara langsung menuju kamarnya lalu membersihkan badannya dan berganti pakaian untuk lekas tidur. rasanya Nara sangat kelelahan hari ini.
Rayhan pulang setelah Nara sudah ada dikamarnya. ray mendekati narsih yang terlihat sedang membereskan meja makan.
"bik, apa si bocah tengil sudah pulang? " . tanya Ray yang lagi lagi membuat narsih kebingungan.
"bocah tengil tuan?? em,, maksudnya non Nara? ". dengan takut bik Narsih bertanya.
"iya bik, siapa lagi dirumah ini yang kayak bocah". sarkas Rayhan.
pffft... sebenarnya bik Narsih ingin tertawa sekencang kencangnya dengan kelakuan tuan mudanya dan nonanya. bagaimana tidak,mereka secara tidak langsung saling mengejek, yang membuat bik Narsih berpikiran bahwa mereka sangat serasi.
"anu, nona sudah ada dikamarnya tuan, dan kemungkinan nona sudah tidur". jawab Narsih.
"apa dia pulang dari tadi".
" iya tuan, nona juga sudah makan malam tadi. apa tuan juga mau makan malam? ".
" Ohh. tidak bik, nanti saya suruh Nara saja yang menyiapkannya ".kata Rayhan yang diangguki kepala oleh Narsih.
setelah mengatakan itu,Rayhan melangkah pergi ke kamarnya.
__ADS_1
diambang pintu Rayhan menghentikan langkahnya. melirik ke arah kamar Nara. yah setelah orang tua Rayhan sudah tidak menginap dirumahnya mereka pisah kamar lagi.
Rayhan celingukan mendekati kamar Nara. " apa si bocah tengil sudah tidur? ". gumam Rayhan pada dirinya sendiri. dia tersenyum sinis dan berlalu menuju ke kamarnya.
setelah membersihkan badannya alias mandi Rayhan keluar kamar menuju kamar Nara.
tok. tok. tok.
Rayhan mengetuk pintu kamar Nara namun tak kunjung dibuka.
tok. tok. tok.
" heh bocah bangun!! ". teriak Rayhan.
" aku hitung 3 ya,kalau kamu tidak bangun aku dobrak pintunya dan ku seret kamu keluar! ".
didalam kamar Nara sangat geram dengan kelakuan Rayhan yang telah mengganggu istirahatnya. pasalnya nara baru saja terlelap dari tidurnya.
" dasar lapuk gak punya hati.gak tau apa udah ganggu istirahat orang!". grutu Nara kesal.
Rayhan terus berteriak dari luar pintu.
" 3...2...dua setengah.... ".belum selesai ray menghitung,Nara membukakan pintunya dengan malas. matanya masih terpejam.
"tolong siapkan makan malam. aku tunggu di bawah. ".
"apaa?!bapak gangguin aku tidur hanya minta makan malam?kan sudah ada bik narsih, kenapa gak minta langsung kepadanya saja!? ". marah Nara.
" ini kewajiban kamu sebagai istriku. ini juga salah satu isi dari kontrak kita".jawab ray melipat tangannya didada.
akhirnya mau tidak mau Nara terpaksa menuruti permintaan Rayhan untuk menyiapkan makan malam ray. ray merasa sangat senang karena berhasil mengerjai Nara dan membuat Nara marah dan kesal.
Nara membuat nasi goreng dengan isian baso dan sosis. Rayhan sangat menikmati masakan Nara. buktinya nasi goreng yang dibuatnya habis tak tersisa.
"apa bapak suka? ".
"aku tidak suka tapi ini lumayan".
" issh,katanya gak suka dan hanya lumayan.tapi diembat juga".kesal Nara dalam hati.
setelah selesai makan malam Rayhan mengajak Nara menuju ruang TV. Rayhan membuka laci meja di depan sofa yang mereka duduki, dan mengambil lembar kertas diserahkan nya kepada Nara.
"ini kontrak kita, kamu harus mematuhi aturannya, dan jangan coba melanggarnya". kata Ray dengan suara datarnya.
__ADS_1
"bukankah aku sudah menandatanganinya pak? ".kata Nara mengerutkan dahinya.
"heh bocah apa kamu suka dengan hukumanmu? ".bentak Rayhan.
" siapa yang suka dihukum, lagipula memangnya apa salahku? ".
"kamu selalu saja memanggil ku bapak, dan kamu tau hukuman apa yang akan aku berikan kepada mu jika kamu mengulanginya lagi".
mengingat Rayhan menghukumnya dengan ciuman waktu itu Nara langsung membungkam mulutnya dengan kertas yang dipegangnya.
" upps. maaf Pak.. ehh mas maksudku ".
" haissh,dasar bangkotan lapuk.apa apa maunya sendiri". batin Nara.
" cepat kamu baca".tegas Ray
".iya ya ni q baca! ".
Nara kaget dengan isi kontraknya, dan menyesal telah menyetujui nya.
isi kontrak
yang bertandatangan dibawah ini:
1.RAYHAN WIJAYA
2.NARA ATMADJA
menyatakan bahwa:
-Rayhan Wijaya adalah aturan yang harus dipatuhi.
-Nara Atmadja tidak mencampuri urusan Rayhan Wijaya
-Nara Atmadja tidak boleh menggugat Rayhan Wijaya.
-Nara Atmadja tidak boleh berhubungan dengan pria manapun.
-Nara Atmadja akan memberikan hak lahir dan batin.
-Nara Atmadja menyiapkan semua yang Rayhan wijaya butuhkan.
"whattt.. kenapa ini sangat tidak adil. kenapa ini hanya menguntungkanmu?!! ". pekik Nara.
__ADS_1
"hahaha... bocah kamu sudah menandatangi itu, kamu harus menepati nya".kata Rayhan berlalu meninggalkan Nara yang masih tercengang.