Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
Jawaban Rena


__ADS_3

Toga membayar tagihan dan mengantar pulang Rena, sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam suasana menjadi canggung. Tidak seperti pada saat mereka berangkat, mereka berbincang-bincang dan tertawa lepas.


Sesaimpainya ditempat kerjanya Rena langsung turun


Toga" Tunggu Ren, buru-buru amat sih kamu"


Rena "Iya ini udah malam aku harus istirahat besok banyak kerjaan soalnya"


Toga"Baiklah maaf ya udah mengaggu kerjaan kamu"


Rena" Ya udah aku mau masuk, bye.." membuka gerbang dan masuk ke rumah tempat Rena bekerja.


Dari kejauhan Tian tanpa sengaja melihat Toga berboncengan berdua dengan rena


"Dari mana mereka tumben-tumbenan pergi berdua biasanya selalu mengajakku"


Toga melewati Tian yang sedang nongkrong didepan tempat kerjanya. Tian bekerja tidak jauh dari tempat kerja Ren.Toga mematikan motor


Toga" Eh bro ngapain disini?"


Tian"Biasa nongkrong, darimana aja tumben jaan berduaan sama Rena"


Toga "Kenapa cemburu ya"


Tian "Haha siapa juga yang cemburu aku cuma nanya"


Toga"Bro, aku abis ngajakin Rena pergi kencan hehe, aku mengungkapkan perasaanku kepada Rena. aku sangat suka sama dia"


Tian"Lah bukannya kamu udah punya pacar dikampung kenapa suka sama prempuan lagi?"


Toga" Aku udah putus sebulan yang lalu, aku udah move on dari mantanku, aku sekarang pengin deket sama Rena" sambil menghidupkan rokok


Tian"gimana dengan jawabannya? apa Rena mau?"


Toga"Entahlah dia belum menjawabnya"


Tian"Semoga dibalas sesuai keinginan mu"


Toga"iya aku harap seperti itu, ya udah ya aku mau istirahat. lanjutin nongkrong mu. kalo perlu sampe pagi haha..."


Tian"Sialan... udah sono" sambil menepuk bahu Toga.


Toga menghidupkan motor dan berlalu dengan cepat, sesampainya dirumah Tiga langsung istirahat.


--**--

__ADS_1


Rena masuk kedalam kamar setelah berkencan dengan Toga, hatinya berdetak dengan kencang dan cepat. "Bagaimana ini, kok bisa-bisanya Toga begitu. Tidak ku sangka dia mengungkapkan perasaan nya" Pipinya merah merona memikirkan bagaimana cara Toga mengungkapkan perasaannya barusan. "Hmmmm apa yang harus aku jawab yah... iya atau tidak, huhuhu bikin pusing saja. hmmm selama ini aku nyaman-nyaman saja sih sama Toga. apa aku tandanya sama-sama suka yah?" Rena masih memikirkan apa yang harus dia jawab atas perasaan Toga sambil mondar mandir didalam kamar.


Waktu berlalu Rena memutuskan untuk istirahat. Hari sudah pagi Rena seperti biasa mengerjakan pekerjaan rumah dengan cepat agar tidak terlambat sekolah. Rena berangkat lebih pagi dari hari biasanya berjalan kaki menelusuri jalan dengan lamunan "bagaimana cara nya aku menerima pesanan Toga. huuh apa aku jawab iya saja yah" hmmm...


Bruuk...!!! Tiba-tiba Rena menabrak seseorang yang tidak sengaja bertemu.


Rena "Maaf aku tidak sengaja" setelah melihat ternyata Toga sedang menunggunya entah bagaimana bisa menabraknya.


Toga mengulurkan tangannya untuk membantu Rena berdiri "Sini aku bantu, hmmm lagi kenapa jalannya melamun? mikirin aku ya??" sambil senyum menggoda Rena


Rena "Apa-apa sih.. lagi kenapa kamu ditengah jalan emangnya jalan ini milikmu?" balas Rena dengan kesal


Toga "Iya maafkan aku. aku memang sengaja, aku kira kamu lihat aku didepan tenyata pandangmu entah kemana padahal sedang berjalan. hmmm aku antar kamu ya"


Rena "tidak perlu aku bisa berangkat sendiri" sambil jalan meninggalkan Toga namun Toga malah mengikutinya berjalan berdampingan dengan Rena tidak peduli dengan penolakan Rena


Rena "Kan sudah aku bilang aku bisa sendiri kenapa malah mengikuti ku?" Toga diam saja.


"Aaah ya sudahlah ayo ikut tapi jalan kaki ya. pagi-pagi enak sekalian buat olahraga"


Toga "Dari tadi kan udah jalan kaki ya udah ayo. O ya bagaimana jawaban yang semalam Ren?"


Rena " nanti saja lah.."


Toga mengeluarkan sebuah kotak kecil dibungkus dengan kertas kado berwarna pink dengan motif bunga-bunga "ini untuk kamu Ren, semoga saja kamu suka"


Toga "Astagaa... kamu bisa-bisanya berpikiran seperti itu, ya tidaklah aku memang mau memberikannya padamu dari jauh-jauh hari. cuma baru berani sekarang. tapi kalo kamu menganggap ini sebagai sogokan terserah sih"


Rena menepuk bahu Toga dengan keras "hahaha becanda. oke aku terima hadiahnya tapi ini dalam rangka apa nih kok tumben kasih aku hadiah isinya apa nih jangan-jangan sejenis obat-obatan terlarang. aku tidak mau terima masih mau melanjutkan sekolah tau..!" mengembalikan kotak ke Toga


Toga "heloooow. . . aku juga paham kali. buka aja pas dikelas nanti aku tunggu jawabannya di pesan ya. udah sampe sekolahmu nih"


Rena "oke aku terima hadiahnya. o ya satu lagi nih. . . . hmmm mengenai semalam jawabannya. . . ."


Toga pemasaran. berharap dengan kata "iya"


Rena "Jawabannya. . . . Jawabannya. . . " sambil berjalan memasuki gerbang. Toga masih menunggu jawaban didepan gerbang.


Toga "Heeii... kenapa malah masuk duluan kan belum kasih tau jawabannya dari tadi jawabannya jawabannya terus." sedikit berteriak karena Rena makin menjauh


Rena "Jawabannya. . . iya.!!!!" Rena langsung berlari menuju kelas tanpa mempedulikan Toga yang masih berdiri didepan gerbang sekolahnya.


Toga " Serius dia mau... huuuh kenapa harus lari coba?? kan jadi bingung beneran atau tidaknya. Yasudahlah mending langsung pulang saja"


---**---

__ADS_1


Rena langsung duduk dikelas dengan nafas terengah-engah karena rasa malu dan capek berlari.


Yuli "Wooy....!!!! habis dikejar-kejar siapa nih pagi-pagi tumben lari-lari kekelas" duduk diatas meja Rena


Rena "Kebiasaan bikin kaget saja huhhh.. bukan urusanmu aku lari-lari kenapa haha"


Yuli "huh dasar... terus kenapa senyum-senyum sendiri coba? dari tadi aku perhatikan senyum sendiri tidak jelas. lama-lama bisa kerasukan setan tau.."


Rena "Ahh kamu bisa aja, udah Yul ada Pak Rizal cepet duduk yang bener jangan dimeja nanti bisulan haha"


Yuli "Kurang ajar kamu"


Pak Rizal masuk dengan membawa beberapa buku ditangan kanannya dan spidol ditangan kiri, sesampainya dimeja buku diletakan dan spidol berganti tangan dan menulis dipapan tulis.


Pak Rizal "Pagi anak-anak" menuju papan tulis dan menulis Ulangan matematika


Yuli "Mampus..!!!" sambil menepuk jidatnya. "Rena udah belajar belum" berbisik


Rena hanya tersenyum "Entahlah aku tidak ingat"


Yuli "Sialan pasti jelek nih nilaiku kali ini"


Rena "Memangnya kapan punya nilai bagus" nada mengejek karena nilai Yuli kebanyakan merah dibandingkan hitam (Taulah maksud nya)


Yuli "husss jangan berisik aah.."


Pak Rizal "kali ini ulangan saya punya peraturan tolong Hp kalian masukkan kedal tas dan letakan dilantai depan papan tulis. Jika ada yang menggunakan HP saya potong waktu 10 menit"


Anak-anak "Haaaa...??"


Pak jika HP nya untuk kalkulator boleh tidak???


Pak Rizal "kalo mau ya sudah pakai saja tapi nilai kalian C semua" senyum sinis


Setelah anak-anak mengumpulkan tas didepan Pak Rizal mulai membagikan kertas soal dan lembar untuk mengisi Jawaban Ulangan berjalan dengan sepi.


Rena yang biasanya rajin belajar belakangan ini dia tidak fokus belajar karena sibuk memikirkan Toga. sampai lupa untuk belajar.


"huhh ternyata masalah dadakan bikin fokus belajarku hilang. kali ini pasrah saja lah.."


Ulangan pun selesai berasa singkat karena potong waktu ada salah satu murid ya menggunakan HP. Nilai langsung dibagikan ternyaman Rena mendapatkan nilai merah.


Yuli "Tumben banget Ren dapat nya merah sama kaya aku hahaha.." tertawa bahagia karena sahabat nya sama mendapatkan nilai merah.


Rena "iya kali ini aku kasihan sama kamu jadi aku asal saja jawabannya"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2