Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 49


__ADS_3

Cinta memang terkadang sangat rumit. bagaimana tidak di bilang rumit, ketika kita mencintai seseorang belum tentu orang yang kita cintai akan mencintai kita dan sebaliknya. ada yang bilang cinta itu tidak harus memiliki, tapi nyatanya jika orang yang kita cintai tidak bisa kita miliki hati kita akan merasakan sakit.


begitupun dengan Nara, yang kini sedang menangis dalam kamar mandi duduk di kloset kamarnya. dia tidak menyangka, jika kebencian terhadap Rayhan dulu berubah menjadi buih-buih cinta yang tak ingin ia rasakan.


benar memang, Rayhan itu miliknya, suami sahnya. namun hati dan tubuh Rayhan milik anin seutuhnya. namun entah mengapa Rayhan tidak mau melepaskan Nara dan malah membuatnya jatuh cinta seperti ini.


Nara juga tidak bisa berbuat apa-apa. ingin menyerah namun dirinya masih memikirkan keluarganya apalagi mengingat ayahnya yang kondisinya tidak stabil.


betapa Rumitnya Cinta Nara selama ini. kisah percintaannya tak semulus jalan tol.


"iigh..hiks hiks..dasar cecurut kampret, enteng banget ngomong gitu kek busa.. argh,, gue colok tuh mulut lama lama.. oh ya Tuhan, kenapa aku bisa jatuh cinta ama si lapuk itu".oceh Nara sambil memegang tisu kloset yang ada di sampingnya lalu dimasukkannya kedalam mulut.


" Astaga!! jatuh cinta??! gue??? jatuh cinta ama dia??! hah, yang benar saja".kata Nara menggebu gebu hingga lupa tadi saat berceloteh marah dirinya memasukan tisu ke dalam mulutnya.


"ohokg ohogh... ya ampun tisunya ketelen.. air! ".


Nara terbatuk batuk memegangi tenggorokannya yang tak sengaja menelan tisu toilet di kamar mandi. dia berlari keluar kamar menuju dapur mengambil air untuk membasahkan tenggorokannya sehabis menelan tisu itu.

__ADS_1


Anin dan Rayhan yang masih duduk di sofa depan TV sampai terheran-heran melihat tingkah Nara yang berlarian memegangi lehernya sambil terbatuk batuk.


karena merasa penasaran bercampur khawatir, Rayhan pun mengikuti Nara ke dapur..


" achh,, seger. ya ampun tisunya ada di perut gue".gumam Nara mengelus perutnya.


"ngapain kamu lari lari ke dapur? batuk batuk pula, kamu sakit?? ".tanya Rayhan saat sudah di dapur


" tadi nggak sengaja aku nelen tisu toilet ".kata Nara jujur.


" bhahaha.. dasar bocah. terus gimana? enak?? ".tanya Ray lagi meledek dengan tawa yang menggelegar.


" rasanya tuh, beehh.. lebih enak dari kenyataan yang menjadi istri boongan ".sindir Nara berlalu meninggalkan Rayhan yang tiba-tiba langsung menghentikan tawanya.


Nara melangkah menuju kamarnya lagi, namun di bawah tangga Anin menghentikan langkahnya dengan pertanyaan yang ia lontarkan.


" kenapa kamu? cari perhatian?? ".

__ADS_1


" haha.. gue gak kayak lo".kata Nara berniat melanjutkan langkahnya untuk ke kamar lagi. namun karena anin geram dengan jawaban Nara yang menurutnya agak menyebalkan meskipun sesungguhnya itu adalah kenyataan, dia menjambak rambut Nara gemas hingga terhuyung ke belakang


"aw aw aw... aduh sakit tau".jerit Nara memegang bokongnya kesakitan..


soalnya sewaktu terhuyung ke belakang Nara terjerembab jatuh dan alhasil bokongnya kesakitan karena menindih lantai dengan keras. dan bukan hanya bokongnya saja yang sakit, kulit rambutnya juga sakit dan agak perih.


membuat Nara bingung mau mengelus bokongnya yang sakit apa rambutnya yang perih.


" apaan sih lo, rambut bokong gue sakit tau! ".marah Nara kesal.


" ups, sorry. tadi aku sengaja ".


" ya!!! ".teriak Nara memenuhi seisi ruangan


Rayhan yang melamun di dapur pun tersadar mendengar teriakan Nara yang menggelegar dan langsung menghampirinya.


" hey, kalian ini kenapa sik!biasanya juga akhur ".tegur Rayhan membantu Nara berdiri.

__ADS_1


ini adalah kali pertama Anin dan Nara berantem, biasanya mereka hanya beradu mulut saja. karena Nara selalu mengalah


__ADS_2