
Rayhan sudah mencari istrinya kesemua tempat yang kiranya terjemah oleh istrinya.
rumah, apartemen, rumah Bagas, apartemen Richo. tapi Nara tidak ada ditempat yang Rayhan cari. hanya satu rumah yang belum Rayhan kunjungi, yaitu rumah orang tua Nara.
tapi Nara nya tidak mungkin pulang kerumah orang tuanya kan?
tapi bagaimana kalau benar istrinya itu nekat pulang tanpanya dan lagi lagi berulah seperti dulu. menceritakan keinginannya untuk bercerai darinya dan melenyapkan anak yang ada di kandungannya?!
"tidak.. jangan..! sial". pikiran Rayhan terus saja berkelana membayangkan hal hal buruk yang mungkin terjadi.
Rayhan terus memacu mobilnya dengan kecepatan penuh. Rayhan begitu sangat sangat mengkhawatirkan Nara. sedari tadi pikirannya terus dilanda kegalauan memikirkan istrinya yang entah kemana.
" jangan harap kau lepas dariku, bocah. aku tidak akan pernah melepaskanmu apapun yang terjadi. terlebih ada beby ku didalam sana". gumam Rayhan dengan senyuman devilnya.
sesampainya dikediaman orang tua Nara, Rayhan langsung mengerutkan dahinya bingung begitu melihat ada dua mobil mewah yang bartender rapi disana.
tapi tak peduli ,Rayhan langsung melesat mengambil langkah besar untuk segera masuk kerumah. Rayhan menyelusup begitu saja tanpa permisi.
begitu masuk Rayhan dikejutkan dengan sosok orang yang tidak dikenalnya yang entah siapa itu sedang duduk di ruang tamu.
"anda siapa? ".
tegur Rayhan menyapa dengan begitu tidak sopannya.
" ah, hallo. maaf saya sedang mengantar istri saya memeriksa sesorang ".kata David beranjak dari duduknya.
tanpa menjawab dan bertanya lagi, Rayhan lantas melesit menuju lantai atas dimana letak tempat tidur istrinya berada. dengan tidak sopannya langsung meninggalkan David begitu saja menaiki tangga dengan perasaan kacau. apalagi saat tadi David mengatakan sedang mengantarkan istrinya memeriksa sesorang. Rayhan jelas takut jika itu adalah istrinya yang sedang diperiksa. dan bayangan bayangan buruk mulai nenghinggapi pikirannya.
" ck, dasar anak jaman sekarang,. tidak punya sopan santunnya babarblas!".. decak David menggerutu sebal.
__ADS_1
sesampainya di ujung tangga, Rayhan memberhentikan langkahnya tatkala mendengar pembicaraan seseorang sekaligus melihat orang yang tengah berbincang didepan ruang kamar istrinya. orang yang sangat sangat sangat Rayhan kenal.
et.. ralat..
orang yang sangat Rayhan benci..
"*kamu menghamili gadis istri orang? ya!! kamu gila?! apa kata ayahmu nanti jika dia tahu, hah?! ".
" bibi*... "
"siapa maksud anda menghamili gadis istri orang? ". sela Rayhan memotong pembicaraan Richo dengan dokter je. " dan kau. kenapa kau ada disini, hah?! ".tanya Rayhan dengan sorot mata tidak suka.
jangan lupakan nada suaranya yang sudah beroktaf la si do..
dokter Jesica alias bibi Je saja hampir berlari dari tempatnya berdiri saking terkejutnya mendengar cicitan Rayhan.
Richo sudah tau suara siapa yang menggema tadi. dan sudah Richo pastikan itu adalah suara dari spesies yang bernama Rayhan.
dan itu sukses membuat Rayhan meradang karena lagi lagi mantan istrinya menyebutkan istrinya sebagai kekasihnya.
" ****!, hei, berapa kali kukatakan jangan menyebut istriku kekasihmu! ". kesal Rayhan yang sudah mendekat kearah Richo seolah hendak menantangnya duel.
mendengar kata kata mereka membuat bibi Je membungkam mulutnya tak percaya. bagaimana tidak. barusan keponakannya mengatakan kekasihnya membutuhkannya. apa yang dimaksud keponakannya adalah gadis tadi? lalu, kenapa orang ini mengatakan gadis itu istrinya?
" ya, Richo.! kamu ini... ini-ini maksudnya bagaimana? ".tanya Jesica kebingungan.
sedangkan Richo yang ditanya bibi Je hanya menampilkan seringai yang entah apa maksudnya itu.
bugh...
__ADS_1
satu pukulan mendarat talak di sudut bibir Richo. rasanya kesabaran Rayhan sudah habis untuk meladeni Richo yang tak pernah sekalipun mendengar ancamannya.
" akhh... ". jerit Jesica yang mendapati keponakannya dipukul tepat didepannya. dan jeritan itu tak khayal membuat semua orang mendengarnya.
Dinda dan bi Nani langsung keluar kamar Nara saat mendengar jeritan Jesica. begitupun dengan David.
" astaga ada pak Rayhan disini! ".gumam Dinda membatin dan ikut membungkam mulutnya sendiri ketika melihat sudut bibir Richo yang berdarah.
tidak mau kalah yang lagi lagi mendapatkan bogem dari Rayhan tanpa aba aba Richo pun membalas apa yang sudah Rayhan lakukan padanya. Richo benar-benar tidak terima dengan kelakuannya yang arogan itu. yang lagi lagi memukulnya dan lagi lagi menyakiti gadisnya.
harusnya Rayhan lebih bijaksana dalam mengatasi permasalahannya,bukan?..karena Rayhan lebih tua darinya. tapi nyatanya orang tua tidak menjamin kedewasaan seseorang.
"sial.. kurang ajar! "
bugh...
"dengar pak tua! sudah pernah kukatakan, bukan? aku akan merebut dia dari anda jika perlakuan anda seperti ini terus! ". Richo menarik napasnya sejenak. " tapi nyatanya lagi lagi anda menyakitinya. dan asal anda tau, dia sedang hamil! ".geram Richo kesal.
Richo benar-benar tidak habis pikir dengan Rayhan. seharusnya seorang suami harus melindungi istrinya, kan.? bukan malah menyakitinya seperti ini. terlebih dia sedang mengandung anaknya..
Rayhan tersenyum miring mendapati perkataan Richo sambil mengelap bibir nya yang juga berdarah
“yah, aku tau itu. istriku memang sedang mengandung babyku. maka dari itu. pergilah sejauh mungkin dari istriku! ".
kata Rayhan bangga merasa menang dari Richo..
" apa..??!".
terdengar suara kaget seseorang dari balik orang yang sedang bersibaku tegang...
__ADS_1
***
siapa itu?.. yuk tunggu kelanjutannya minggu depan😄