
Setelah kepergian bpa, Dika sering ditinggal oleh ibu keluar kota. Biasanya Rena mendapatkan gaji dari bpa. Namun karena bpa pergi Rena bingung minta ke siapa. Jika minta ke ibu, pasti akan marah. Dari keadaan keinginannya untuk pergi. Namun belum waktunya karena Masih terlalu cepat semenjak kepergian bpa.
####
Toga memiliki kekasih yang telah memutuskannya (Nita). Semenjak putusnya mereka, Toga sering sekali bermain bersama Rena. Kebersamaan mereka semakin dekat, sedangkan Tian jarang sekali bertemu karena Tian super sibuk dengan pekerjaannya. Jadi membiarkan Toga dan Rena pergi bersama.
Pada saat Rena membeli sayur tidak sengaja bertemu dengan Toga, mereka berbincang-bincang
"Hey Rena.. pagi-pagi udah beli sayur aja. Ga sekolah emangnya?"
"Ouh iya ini, abis d rumah mas Dika sudah habis persediaannya, biasanya ibu atau bpa yang nyetok, sekarang jadi beli ngecer deh semenjak bpa pergi. Dan kebetulan aku hari ini libur sekolahnya"
"Bpa pergi kenapa Ren,?"
"Beliau pergi karena ibu ketahuan selingkuh"
"Ouh gitu, terus dirumah ga ada bpa kamu masih betah Ren?"
"Betah-betah saja, namanya juga kerja sambil disekolahin pula"
"Iya juga sih. O ya Ren. Nanti malam kamu sibuk ga?"
"Kayaknya enggak, kenapa ya?"
"Dinner bareng yuk, nanti aku yang bayarin deh"
"Haha ya iyalah kamu yang ngajakin otomatis kamu lah yang bayar. Mana ada sih cewe yang bayarin tagihan makan malam. Nanti malam aku kabarin ya aku izin mas Dika dulu, soalnya mas Dika sendirian di rumah ibu biasa keluar kota"
"Oke deh aku tunggu kabarnya ya"
"Iya. O iya.. Tian ajakin sekalian dong."
"Ehm.. bukannya ga mau ngajakin tapi aku mau hanya berdua, ada sesuatu yang mau aku omongin penting soalnya"
"Ouh gitu oke deh kalo gitu, yaudah duluan ya aku mau masak"
Sesampainya dirumah, Rena langsung menyiapkan makanan untuk berdua mas Dika dan Rena sendiri.
"Hmm.. porsi berdua sama mas Dika mungkin segini cukup" sambil mengira takaran untuk memasak nasi, sayur dan lauk. Setelah selesai masak Rena mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasa. Hari ini sekolahnya libur jadi masih banyak waktu luang untuk Rena bersantai-santai. Sedangkan Dika hanya fokus sama game dalam komputernya. Hari sudah sore waktu luang Rena gunakan untuk tidur siang hitung-hitung untuk istirahat dan bangun pada sore hari. Saat sore Rena baru ingat tadi pagi diajak makan malam sama Toga.
Tok. Tok. Tok.
"Mas Dika mba boleh masuk?"
"Iya mba masuk aja pintunya ga dikunci"
Rena membuka pintu
"Mas Dika malam ini mba boleh keluar ga.?"
"Kemana Mba, mau kencan ya...?? Cie.cie.."
"Ah mas Dika bisa saja yah..."
__ADS_1
"Cuma makan malam aja kok mas"
"Oke. Gapapa mba udah masak kan?"
"Udah dong, tiap hari kan mba masakin buat mas Dika"
"Okeh kalo gitu sebelum pergi siapin makanan anterin ke kamar aku aja ya mba. Males ngambil-ngambil kedapur"
"Oke mas siap. O ya tapi kira-kira ibu pulang ga ya malam ini.?"
"Ga tau mba. Biarin aja toh dia juga ga peduli sama aku, buktinya semenjak pergi ga ngabarin aku, cuma papa yang sering ngabarin"
"Ouh gitu ya, kirain mba ibu selalu kasih kabar ke mas Dika, yaudah mba siapin makanannya dulu ya mas"
"Iya mba"
Setelah menyiapkan makanan. Rena mengirimkan pesan ke Toga
"Toga. Malam ini aku bisa keluar. Jam 7 ya. Kira ketemuan dimana.?"
Tak lama kemudian ada balasan
"Oke. Nanti aku jemput kamu aja pakai motor"
"Oke"
Rena telah mempersiapkan diri untuk makan malam bersama Toga. Tak lama kemudian ada pesan dari Toga
"Aku sudah didepan rumah nih"
Tok tok tok. Dika membuka pintu
"Iya mba kenapa?"
"Mas aku mau pergi sekarang ya?"
"Oke mba jangan malam-malam ya"
"Oke mas Dika terimakasih aku pastiin pulang jam sembilan paling telat setengah sepuluh"
"Ok"
Rena langsung keluar dan menemui Toga yang sedang menunggunya.
"Maaf lama nunggu ya?"
"Enggak kok santai saja, ini pakai helem ya"
"Oke"
Mereka berdua berboncengan dengan santai. Dengan laju motor yang sedang menuju ke sebuah restoran. Sesampainya di sana Toga dan Rena ditempatkan meja yang diatasnya ada lilin. "Suasana romantis" batin Rena
"Rena apa kamu suka tempat ini.?"
__ADS_1
"Iya lumayan, tempat nya romantis, cocok untuk orang yang lagi pacaran haha.."
"Kamu bisa aja. Mau pesen apa Ren.?"
"Kamu aja yang pesen aku ngikutin"
"Oke"
Toga memesan makanan untuk porsi berdua. "Makanan minuman terlihat menggoda" batin Rena
"Ayo makan Ren."
"Iya Toga, kami juga ayo makan"
Mereka makan bersama-sama tidak lama kemudian
"Rena maukah kamu jadi pacarku?" Sambil membuka kotak cincin merah berbentuk hati. Cincin putih dengan baru permata biru yang begitu indah.
Rena yang sedang makan tiba-tiba tersedak seolah-olah tidak percaya dengan apa yang Rena dengar dan melihat cincinnya.
"Kamu jangam becanda Toga."
"Aku ga becanda Rena. aku benar-benar suka sama kamu dari awal aku ngobrol-ngobrol bareng sama kamu dan tiang, sejak kita akrab"
"Hmmm... kamu kan sudah memiliki pacar sebelum kenal aku. jangan mudah mempermainkan perasaan Toga"
"Aku serius Rena. aku sudah putus sama Nita udah sebulan lebih. makanya aku nunggu waktu yang tepat untuk ngungkapin perasaan ini ke kamu. dan aku pilih malam ini."
"Toga kita udah sahabatan lama loh. apa kata Tian nanti"
Mereka bersahabat sudah cukup lama dan membuat perjanjian dengan tidak adanya rasa saling suka antara satu sama lain. namun Toga mengingkarinya.
"Rena cinta itu bukan untuk dipaksa. aku ga maksa kamu untuk terima aku. aku butuh jawaban dari hati kamu sendiri. soal Tian aku urus nanti"
"Toga sepertinya aku butuh waktu untuk menjawab"
"Oke. ga masalah semoga jawabannya sesuai dengan harapan ku"
"hmmm..."
"Tapi Ren, apa kamu mau pakai cincin yang aku kasih ini? aku udah mempersiapkan dari jauh-jauh hari"
"seperti nya nanti saja setelah kamu tau jawabannya Toga"
"baiklah kalo begitu"
"yaudah sekarang udah mau jam sembilan tolong antar aku pulang ya. aku dikasih waktu hanya sampai jam sembilan malam saja"
"oke oke sebentar aku ke kasir dulu. kamu tunggu disini atau mau langsung tunggu dimotor?"
"Tunggu disini aja males kalo nunggu dimotor nanti dikira tukang parkir"
" haha.. ya enggak lah. yaudah kamu tunggu disini saja ya. aku mau ke kasir dulu oke"
__ADS_1
Toga membayar tagihan dan mengantar pulang Rena, sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam suasana menjadi canggung. Tidak seperti pada saat mereka berangkat, mereka berbincang-bincang dan tertawa lepas.