
beberapa bulan kini tlah berlalu, rayhan memutuskan untuk mencoba belajar memegang kantor dan bisnis ayahnya. menduduki kursi baru nya sebagai CEO di perusahaannya sendiri. dan mempercayai Doni sebagai asisten kepercayaannya. rayhan telah resmi rasain dari kampus. tidak mungkin kan menjabat di dua kursi yang berbeda. dia merelakan jabatannya menjadi dosen.
menurut pandangan orang lain juga kenapa harus repot repot menjadi dosen jika dirinya juga bisa menjadi seorang CEO diperusahaan. terlebih itu adalah perusahaan nya sendiri.
hubungan mereka tidak ada perkembangan. Nara dan Rayhan sering bertengkar seperti biasa walaupun ada sedikit perubahan. ada kalanya mereka melakukan hal bersama dengan akhur, sesuai mood mereka masing-masing.
Nara selalu galau mengingat kejadian sewaktu memergoki richo jalan dengan kekasih nya.terlebih lagi rayhan juga sering berkencan dengan anin, tak jarang juga anin datang ke rumah rayhan, menyuruh nara ini itu segala macam perintah, karena setau anin Nara adalah sepupu bik narsih asisten rumah tangga nya. Rayhan masih merahasiakan status Nara yang kini sebagai istri sahnya.
ditambah lagi kalau di rumah dirinya selalu dikerjai oleh ray yang membuatnya semakin galau. walaupun Nara kini sudah tidak bertemu ray dikampus tapi mereka tinggal seatap tentu saja banyak kesempatan dirinya di kerjai rayhan.
seperti pagi ini, Nara yang sedang membantu bik narsih didapur dipanggil rayhan ke kamarnya. entah apalagi yang akan dilakukan ray terhadap nya.
"hey bocah, aku perlu bantuanmu".
Nara yang sedari tadi sedang fokus dengan kompornya hanya menengok ke arah ray tanpa menjawab. ray yang kesal dibuatnya mendekati kearah Nara dan mematikan kompor nya.
" ihh, bapak mas apa apaan si?! ".
__ADS_1
" apa kamu tak mendengar ku? ".
Nara memutar bola matanya malas
" bantuan apa?".
"ikut aku".rayhan berjalan di depan menuju kekamar nya, sedangkan Nara pasrah mengikuti keinginan ray yang tak bisa di bantahnya.
sesampainya dikamar, Nara mengerjapkan matanya. tercengang dengan pemandangan yang ada di depannya.
" tolong bereskan kamarku ".kata ray dingin tanpa expresi diwajahnya.
semua baju di lemarinya berhamburan di mana mana. disofa diranjang di lantai semua penuh dengan pakaian ray yang berhamburan.
" astaga,,, apa semalam kamar bapak mas ada gempa? ".
" aku sedang mencari sesuatu, dan tidak sengaja saya Memberantakannya, aku minta kamu beresin semua ini".
__ADS_1
"APA!!! "
"kupingmu berapa lama tak kau korek, ckck,,, bolot".decak ray mengejek Nara.
" hahh, bapak mas yang terhormat, kuping saya baik baik saja dan saya tidak BOLOT!! ".ada bik narsih kenapa pak mas memerintahku?? ".sambung Nara.
" aku maunya kamu yang beresin".
"kenapa harus aku? ".
" karena kamu istri ku ".senyum rayhan merasa menang mengerjai nara
" istri K O N T R A K".nara menekankan kata kontrak karena merasa tidak Terima.
"isshh, yang benar saja. dia pikir aku pembantunya apa. dasar lapuk". gumam Nara dalam hati..
"cepat bereskan".
__ADS_1
lantas ray meninggalkan Nara dikamarnya dengan senyuman yang mengulum di bibirnya.
dengan sangat terpaksa mau gak mau nara harus mau, Nara membereskan kamar Rayhan melipat kembali baju baju ray yang berantakan dan di masukan kembali ke lemarinya.