
Nara tidak tau tindakannya ini benar atau salah. yang penting saat ini Nara bisa keluar dari rumah Rayhan tanpa orang tuanya tahu.
saat ini Nara sudah berada di apartemen milik Richo. dilihatnya apartemen milik Richo yang terlihat nampak sepi. jelas sepi, ya memang karena dia tinggal seorang diri. hanya ada pembantu yang datang itupun tidak setiap hari.
"kenapa rumahmu sepi sekali? ".tanya Nara yang sudah duduk disofa.
" aku tinggal sendiri ".jawab Richo ikut mendudukan dirinya di sofa.
" ohh".. Nara hanya meng oh ria menjawab singkat. jujur Nara sebenarnya sangat canggung. bagaimana mungkin dirinya saat ini berada di apartemen mantan kekasihnya.bagai bukan gadis baik baik saja. tapi ia tidak ada pilihan lain.
"ra, kamu lagi ada masalah dengan suamimu? ".tanya Richo penasaran. pertanyaan Richo sukses membuat Nara kalang kabut untuk menjawabnya.
" emh, sebenarnya aku.. aku.." Kriukk.. tiba tiba perut Nara berbunyi nyaring, "aku laper".senyum Nara malu. tenggelamkan saja Nara sekarang juga. kenapa perutnya berbunyi memalukan seperti ini.
nahkan si Richo jadi menertawakan nya.
" ternyata sebenarnya kamu laper? dasar gadis bodoh. kenapa kamu gak ngomong dari tadi".kekeh Richo mengusak pucuk rambut Nara gemas.. kebiasaan Richo dari dulu selalu saja begitu,Nara tersenyum miris mendengar pernyataan Richo. nyatanya sekarang Nara bukanlah seorang gadis..
"gadis apanya.. kau belum tahu aja".grutu Nara dalam hati..
" bentar aku masakin ". Richo beranjak dari duduknya menuju dapur.
" emangnya kamu bisa? ".tanya Nara tak percaya mengikuti Richo ke dapur.
Richo memasakan spaghetti buat Nara. sedangkan Nara hanya menatap kagum pada sosok mantan kekasihnya tanpa berniat membantunya. kenapa Nara baru tahu richo bisa melakukan hal seperti itu.
Richo tampak sexy saat memasak dengan kemeja yang digulung nya sampai siku. haah kenapa Richo sangat tamvan
__ADS_1
mereka makan bersama setelah Richo menyelesaikan masaknya. Richo dengan telatennya mengambilkan makanan untuk Nara. andai saja yang melakukan hal itu untuknya adalah Rayhan.
tanmpa terasa Nara melamun dengan memandang wajah Richo yang ada di depannya.
" jangan menatapku seperti itu. kau membuat jantungku berdebar lagi ".kata Richo tersenyum.. membuat Nara langsung tersedak liurnya sendiri..
" ah.haha.. kau bisa saja".nara menggarukan tengkuknya yang tak gatal.
"ra, apa kamu bahagia? aku kurang yakin dengan suamimu itu.aku khawatir kamu tidak bahagia".
mendapat pertanyaan seperti itu membuat Nara menatap mata Richo inten. dia juga kurang yakin dengan kebahagiaannya.. apa Nara bahagia? entahlah..
" a-aku bahagia.tenang saja.kau tak usah mengkhawatirkan aku". senyum Nara terpaksa.
"cari aku jika suamimu itu tidak bisa membuatmu bahagia. aku yang akan melakukan itu".
" aish.. kau ini.. aku pegang katamu itu. jangan kabur ".canda Nara, mereka pun tertawa dengan melanjutkan makannya.
ya, setelah kepergian Nara. Rayhan dan Anin bertengkar. Anin tidak terima jika nyatanya kini cinta Rayhan telah terbagi.
" sayang apa maksudmu tadi? kenapa kamu menanyakan Nara mencintaimu atau tidak?! ".marah Anin
" Anin, maafkan aku ". lirih Rayhan
" maaf? apa maksudmu?! "
Rayhan lantas menggapai tangan Anin dan memegangnya erat. rasanya Rayhan tidak tega dan tidak sanggup untuk mengatakan isi hatinya yang sebenarnya. namun nyatanya perasaan ini tidak bisa membohonginya.
__ADS_1
"aku mencintai Nara, sama seperti aku mencintaimu".
deg..
jantung Anin serasa berhenti saat itu juga. apa yang ditakutkan Anin selama ini terjadi juga. Anin sudah mengorbankan semua, bahkan ia rela menjadi istri kedua. tapi apa ini. Rayhan jatuh cinta pada Nara?.
Anin menghempaskan tangan Rayhan yang memegangnya. jangan tanyakan air matanya. tentu saja sudah meleleh begitu saja tanpa dimintanya.
" haruskah kau melakukan ini padaku?!. Anin memukul mukul dada bidang Rayhan tak terima. namun Rayhan memeluknya meskipun Anin terus memukulnya.
jangan salahkan cinta. cinta memang begitu adanya. datang gak dijemput pulang gak diantar. kayak jelangkung.
hanya saja cinta yang dialami Rayhan ini sangat salah wadah dan tempatnya. tapi bagaimana lagi Rayhan mencintai keduanya tanpa mau melepaskan salah satu dari keduanya.
dan kini Rayhan berada di ruang kerjanya. meninggalkan Anin yang menangis. duduk di kursi menyandarkan punggung lebarnya. Rayhan terus memijat pelipisnya yang terasa berdenyut memikirkan betapa rumitnya rumahtangga nya ini.
"arghh, shit. ". Rayhan melempar semua barang yang ada didepannya. geram karena menghubungi ponsel Nara yang sepertinya dinonaktifkan.
" kau tidak akan pernah bisa lari dariku! ".gumam Rayhan mengepalkan tangannya.
ponsel Rayhan berdering menampilkan nama sang asisten si doni yang menelpon. dengan cepat Rayhan mengangkatnya.
" bagaimana? ".tanya ray to the poin. Rayhan memang memerintahkan asistennya untuk mencari keberadaan istrinya yang kabur.
" nona pergi ke apartemen milik seseorang yang saya ketahui mantan kekasih nona tuan".jawab Doni.
mendengar itu membuat Rayhan meradang. bisa bisanya istrinya berada di apartemen Rico. setelah mendengar penjelasan Doni panjang kali lebar, ray memutuskan sambungan teleponnya. mengambil seribu langkah untuk cepat cepat menyusul istrinya.
__ADS_1
****
jangan lupa tinggalkan jejak dan vote nya yah.. biar adek semangat nulisnya.. 😁. thankyou 😘