
Memang benar Nara tidak mencintai Rayhan.maksudnya mungkin belum tapi segera akan mencintainya, kata author.
ada rasa kecewa dan sakit menusuk hatinya. ia tak menyangka jika kata cerai yang nara katakan dengan enteng dan santainya di mulut namun ternyata terasa sakit di hatinya.
Nara sangat terkejut dan agak tidak terima sebenarnya.
menurutnya sangat tidak adil baginya jika nasibnya digantung seperti ini. bagaimana mungkin dirinya tidak boleh menceraikan hubungan mereka tetapi harus menyaksikan pernikahan mereka. sungguh aneh bukan. pemikiran Rayhan sungguh tidak masuk di akal. kalau begini mengapa Rayhan mau menyetujui menikah dengannya. ah ya ini karena orang tua mereka.
sungguh Nara tidak mau dimadu. dirinya lebih memilih menjadi janda perawan ketimbang harus dimadu. meskipun hubungan mereka tanpa cinta tapi jika diikat hubungan seperti ini apakah Nara akan bertahan dengan pernikahan ini satu suami dua istri?.
"hahh,,, apa si lapuk sudah gila.. menikahi kekasihnya tapi tak menceraikan istrinya dulu".geram Nara tak habis pikir.
Nara mengambil ponselnya untuk menelfon Dinda lagi. kini dirinya lagi di landa kegalauan. ada rasa tak terima dengan keputusan Rayhan sebenarnya. tapi Nara bisa apa untuk melawan Rayhan. Rayhan adalah PIHAK I yang tidak bisa diganggu gugat. dasar egois.
" huaaa,,, Dindaaaa. nasib gua gini amattt".teriak Nara setelah Dinda mengangkat teleponnya.
"aduuhh,, pelan pelan napa, kuping gue sakit dengernya, ada apa lagi sik??! ".
__ADS_1
" huaa,, hiks, hiks.. "tangis Nara tambah kenceng.
" ye malah tambah kenceng. udah deh gak usah nangis, brisik banget lo, kasian tuh cicak dirumah lo nanti mati gegara denger tangisan bising lo".ledek Dinda.
"din, lo tau nggak."
"enggak".
" ish, ntar dulu gue belon ngomong ".dinda terkekeh disebrang sana
" din, besok pak Rayhan mau nikahin si anin".
" gak ada yang tau din, gue juga udah diwanti-wanti gak boleh ngadu. besok lo temenin gue ya, nemenin si lapuk nikahan ".
disebrang sana Dinda melongo lebar lebar mendengar celotehan Nara. Dinda tak menyangka kejadian seperti ini akan terjadi pada sahabatnya.
" ra, apa perlu gue ngomong ama orang tua lo? ".
__ADS_1
" ish, jangan din!! lo mau bokap gue sakit lagi denger kabar kayak gini".
"oh iya ya, terus gimana.. apa perlu nih gue tendang tu burungnya si pak lapuk kesayangan lo".
merekapun tertawa hingga melupakan kesedihan yang Nara alami.
***
paginya Nara menepati janjinya kepada Rayhan untuk menemaninya menikahi anin. kini mereka berada di apartemen anin dengan Nara yang ditemani Dinda. Rayhan menyetujui pernikahan ini dengan sarat tidak boleh ada yang tau dan memberi tau orang lain selain mereka. menikahinya pun kini dengan cara nikah siri. tidak ada gaun,tidak ada keluarga dari kedua mempelai. hanya ada penghulu, Dinda, Nara, bik narsih, 2 orang saksi bayaran, dan kedua mempelai tentunya.
Anindita sebenarnya tidak suka dengan pernikahan yang sangat sederhana ini. dirinya teringin menjadi ratu semalam dan semua orang mengetahui bahwa Rayhan adalah miliknya. tapi apalah daya Rayhan menyuruhnya seperti ini. yang penting bagi anin saat ini Rayhan mau menikahinya.
saya Terima nikah dan kawinnya Anindita binti Amir santosa dengan mas kawin tersebut di bayar tunai.
itulah suara ijab kobul yang terlontar dari mulut Rayhan dengan kata lantang,yang disambut kata SAH dari para saksi kecuali Nara dan Dinda. bik narsih pun hanya diam menitikan air matanya terharu, karena merasa kasihan terhadap Nara. tak percaya dengan kelakuan egois tuannya itu.
***
__ADS_1
ayuk gaess dukung author biar semangat nulisnya...
dengan cara like, comment, and vote me.. thankyou gaesss๐๐