Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 45


__ADS_3

Dan inilah saat yang ditunggu tunggu Bagas. tujuan Bagas datang ke rumah putranya adalah untuk membahas sesuatu bersama dengan keluarga menantunya tentang hubungan putranya dengan Nara, dan sekaligus mau membahas masalah perusahaan.


setelah selesai makan malam bersama, Bagas menggiring semua orang ke sofa ruang TV kembali.


Bagas mengutarakan keinginannya pada putra kesayangan satu satunya yang keras kepala itu.


"Rayhan papa mengumpulkan keluarga kita untuk membahas ini. papa mau mengadakan peresmian kamu sebagai pengganti papa dan sekaligus mengadakan pesta resepsi pernikahanmu".


" pah..ray.. "


Triiing... triing...


belum selesai ray menjawab Bagas, handphone nya berdering bertanda ada telepon masuk, dan ternyata itu adalah anindita yang menelponnya. Nara yang duduk disebelah ray pun tahu siapa yang menelpon suaminya itu.


"permisi, saya angkat teleponnya dulu".pamit ray melangkah menjauh dari keluarganya, serasa sudah cukup jauh ray mengangkat teleponnya yang terus berdering.


" hallo ".


" iih, sayang kenapa lama banget sih jawabnya! ".keluh anin kesal.


" anin, kau tahu keluargaku ada disini, kamu jangan dulu menelpon ku ".


" iya aku tau. tapi sampai kapan aku sendirian di apartemen, aku kangen kamu ".


" tunggu aku, besok akan ku jemput "


"hah? besok? kenapa lama sekali. bagaimana kalau kamu jemput nanti setelah orang tuamu pulang".


" anin, aku sangat lelah, bisakah besok saja aku menjemputmu! ".


" sayang, kamu jangan mencari alasan ya untuk berdua saja dengan Nara. aku akan pulang sendiri saja! ".


" anin aku mohon mengertilah. aku sangat mencintaimu, tidak mungkin aku beralasan seperti itu ".

__ADS_1


" *baiklah, awas loh".


tut. tut.. tut*... panggilan pun berakhir.


setelah menelpon, Rayhan kembali duduk disofa samping Nara.


"siapa yang menelpon? ".tanya Clara kepo.


" kolega".balas ray singkat


"bagaimana ray menurutmu? ".tanya Bagas lagi.


" papa, menurut ray, kita tidak perlu mengadakan pesta resepsi.lagian pernikahan ini sudah lama, ya kan ra? ".


dari lubuk hati yang terdalam, Nara sebenarnya teramat ingin mengadakan pesta. siapa sih wanita yang tidak ingin merasakan sebuah resepsi pernikahan dan berpesta. Nara juga ingin merasakannya. tapi apalah daya, Rayhan sepertinya tidak menginginkan hal itu terjadi.


" hem terserah kamu saja".Jawab Nara pasrah.


"ih anak mama ini,gimana sik kamu gak kasian sama istrimu. mama juga wanita, mama tau pasti kalau Nara juga ingin berpesta bukan?, lagipula karyawan dan para wanita gak jelas itu jadi mengira kalau kamu masih lajang".


"ish, ayah ini, siapa yang memakluminya! ".batin Nara kesal


" seminggu lagi resepsi dan penyerahan jabatan akan dilakukan, papa akan mengurusnya ".


pernyataan Bagas sudah bulat dan tak bisa diganggu gugat, Rayhan pun mau gak mau terpaksa harus mau mengikuti kemauan orang tuanya itu.


setelah berunding keluarga selesai, orang tua ray dan Nara pun pulang.


Rayhan dan Nara mengantar orang tuanya sampai kedepan pintu rumah, sampai mereka masuk mobil dan melaju pergi tak terlihat lagi.


Nara sangat bahagia saat ini, keinginannya untuk menjadi ratu semalam akan segera terwujud. hingga Nara tak bisa menghentikan laju bibirnya tersenyum.


kelakuan Nara itu tak ayal membuat Rayhan mengerutkan dahinya merasa heran.

__ADS_1


" kamu kenapa? "


"emang aku kenapa? ".tanya Nara balik.


" kamu senyum senyum mengerikan ".kata ray bergidik.


" benarkah? kukira senyumku paling manis ".


" cih, dasar. ohh, aku tau. kamu senang bukan papa akan mengadakan resepsi! ".


" siapa? aku? ".


" bukan.! tapi bik narsih. ya kamu lah, yang mau resepsi kan kamu ".


" kita keles. K. I. T. A". tegas nara menekan setiap katanya.


Rayhan merasa sangat gemas dibuatnya. didekatinya tubuh Nara yang hanya sebatas dadanya,lalu menundukan kepalanya untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Nara.


"kau menginginkan resepsi itu bukan? apa kau juga menginginkan sesuatu dariku?.


" me-menginginkan apa? ".


" sshh.. kamu ini, terlalu polos apa terlalu blo*n.? bodoh sekali ".


" makanya kalo ngomong itu yang jelas, aku tidak mengerti maksudmu".


"apa kamu menginginkan hak dariku sebagai suamimu? seperti malam pertama mungkin? ".


" a-apa. tidak seperti itu ".jawab Nara dengan debaran jantung yang semakin menggila. pasalnya wajah ray teramat dekat dengan wajahnya. dan benar saja, tanpa membuang kesempatan ray menyambar bibir Nara,menciumnya paksa.


Nara mengerjapkan matanya tak percaya.. ini bukan hal pertama ray menciumnya . dengan gerakan kasar Nara mendorong tubuh ray, menyisihkan jarak diantara mereka.


" aku akan meminta dan memberimu hak sebagai suamiku jika kamu sudah mencintaiku ".kata Nara tersengal.

__ADS_1


setelah mengatakan itu, Nara berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya. jantungnya berdebar tak karuan. serasa ingin melompat dari sarangnya. tapi bukan hanya Nara yang merasakan debaran seperti itu., percayalah Rayhan juga merasakan hal yang sama.


" whooahh.. apa ini. kenapa jantungku rasanya seperti dentum musik disco di club malam".gumam ray memegangi dadanya.


__ADS_2