
"hallo Anin".jawab Rayhan menuju balkon.
kini Rayhan takan mengabaikan panggilan dari Anin lagi seperti hari hari kemarin yang telah lalu. sudah cukup dirinya mengabaikan Anin.
" kukira kamu takan mengangkat telfon ku".
"maafkan aku Anin, kemarin mengabaikanmu". kata Rayhan tertunduk mengungkapkan kata maaf. dirinya sangat merasa bersalah pada Anin.
tidak ada jawaban disebrang sana. membuat Rayhan tambah merasa bersalah.
" tunggu aku. aku akan menemuimu! ".tut...
sambungan telepon terputus. Rayhan lalu kembali masuk ke dalam kamar. menyambar kunci mobil yang ada di atas nakas dan mengambil jaket di lemari.
Nara merasa heran melihat tingkah Rayhan yang nampak buru buru.
" bapak mau kemana? ".tanya Nara penasaran. Rayhan yang sedang mengenakan jaketnya lantas menengok arah suara Nara yang sedang menatapnya.
tatapannya benar-benar menggemaskan. matanya yang bulat itu membuat Rayhan jadi tidak tega untuk meninggalkannya. tapi yah, mau gimana lagi. Anin juga tengah menunggunya disana.
" aku akan menemui Anin. biar ku suruh bik narsih untuk menemanimu ".
Deg...
bagai seribu anak panah menancap di jantungnya. sakit. itu yang dirasakan Nara. sampai tak tau raut mukanya sekarang seperti apa. bisakah Rayhan berbohong sedikit untuk tidak mengatakan nama Anin didepannya. agar Nara tidak terlalu sakit mendengarnya.
ya ya ia, Nara sadar dan tau mereka suami istri yang saling mencintai. Nara sih apa, ia tidak berarti apa apa. hanya istri kontrak yang tak pernah disentuhnya.
tadinya Nara memang menghawatirkan Anin. namun entah mengapa saat Rayhan yang mengatakannya, Nara malah sakit mendengarnya. nah kan aneh jadinya. Nara nggak ngerti apa yang dimau perasaannya. soalnya authornya juga gak tau:).
Rayhan keluar kamar menutup pintunya dengan masih terburu-buru. meninggalkan Nara yang masih setia menatapnya. meleleh sudah air matanya meluncur ke pipi. coba yang meleleh itu keju pasti enak kan yah.
" ish, terkutuklah kau air mata ".gumam Nara lirih mengusap air matanya.
tak berselang lama bik narsih masuk ke kamarnya dengan membawakannya makan siang.
__ADS_1
" permisi non, ini makan siangnya ".narsih meletakan nampan makanannya di atas nakas.
" biar bibik suapin ya non ". bukannya Nara menjawab. Nara malah mengajukan pertanyaannya pada narsih
" bik, apa pak Rayhan sudah pergi? ".
" emh, iya non, tuan sudah pergi ".jawab narsih tertunduk dan terbata. pasalnya narsih merasa kasihan dan tidak enak pada nona mudanya itu.
kecewa sudah Nara dengan jawaban narsih. narsih pun menyuapi Nara walau hanya makan sedikit.
setelah selesai Nara menyuruh narsih untuk meninggalkannya sendiri.
" bik, aku mau istirahat dulu ya. bibik keluar aja dulu ".usir Nara secara halus.
" silahkan Non bibik temenin ".
" gak usah bi, bibik keluar aja yah".
"tapi tuan menyuruhku untuk tetap menemani nona".
" tapi.. ".
" bibik!!nurut gak, aku ci*ok nih!! ".kesal Nara.
" astaga.. ahaha.. mending tuan aja non jangan saya".kekeh narsih meledek..
dasar bener bener yah tuh asistennya. dikiranya lagi becanda apa. ni nonanya lagi marah beneran lho.
"hah.?ahaha.. kenapa aku gak kepikiran yah". tawa Nara canggung. padahal ingin sekali Nara SmackDown tu asisten rumah tangganya karena kesal.
" haish. tidak bisa dipercaya! ".batin Nara.
narsih pun akhirnya menuruti Nara yang katanya mau istirahat. sebenarnya sih Nara mau menelfon Dinda tanpa ada yang mengganggu.
Nara menekan nomor sahabatnya.
__ADS_1
" cintaa... ".teriak Dinda setelah mengangkat teleponnya.
" berisik banget si lu".
"gue kangen lo tau gak. gue kerumah lo ya, sekalian jengukin lo". pinta Dinda untuk main kerumahnya. nara sudah mengasih kabar pada dinda bahwa ia kecelakaan.
karena Nara sangat kesepian, Nara akhirnya menyetujui permintaan Dinda. lagipula tidak ada Rayhan ini kan.
" oke, gue tunggu ya".
telpon pun berakhir. belum juga Dinda sampai di kediaman Rayhan, tapi Nara sungguh sangat merasa senang sekali.
Nara sangat kesepian. harusnya disaat sakit seperti ini suaminya itu ada disampingnya. tapi nyatanya suaminya itu punya istri lainnya lagi. sungguh terlalu bukan.
berbeda dengan Nara yang sedang sakit dan kesepian. Rayhan si sang suami malah sedang asik memadu cinta dengan istrinya.
ya. setelah Rayhan terburu-buru mengendarai mobilnya dengan kencang, ray akhirnya sampai juga di apartemen Anin. Anin sudah menunggunya di dalam.
Rayhan langsung membuka pintu apartemennya tanpa harus memencet bel karena memang sudah tau paswordnya.
ditubruknya tubuh Anin yang berada di atas sofa. saking rindunya ampe ditubruk segala gak pake basa basi lagi. padahal Anin masih merasa agak kesal terhadap Rayhan sebenarnya.
"iih, apaan si".
" aku merindukanmu ".kata Rayhan memeluk Anin.
" aku enggak ".ketus Anin namun bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. tidak bisa disembunyikan, Anin juga merindukan Rayhan. ia sudah tidak bisa lagi marah padanya ketika Rayhan merayunya dengan sentuhan sentuhan menggodanya.
ahh Rayhan ini.. pintar sekali.
berakhirlah kini mereka di sofa. menciptakan fenomena baru yaitu sofa bergoyang. saking dahsyatnya pertempuran mereka membuat sofa itu bergerak tak karuan.
***
jangan lupa like nya ya gaes..komen juga boleh kok..jadikan novel q di rak favorit kamu 😊
__ADS_1
thankyou 😘